Sukses

Lifestyle

Riyanni Djangkaru: A Diver and A Mom

Next

Dan dari tagline tersebut kita sudah bisa membayangkan bagaimana kecintaan pemilik nama lengkap Riyanni Djangkaru pada aktivitas menyelam. Konsentrasi dan hobinya pada diving menginspirasinya membuat free magazine dengan tema diving. FIMELA.com berkesempatan menguntit Riyanni untuk mengintip aktivitasnya sehari-hari.

Aktivitas di kantor

Tim FIMELA.com mengawali kencan seharian dengan Riyanni di kantornya yang terletak di bilangan Jakarta Selatan. Bagi para pecinta alam yang nggak pernah absen menonton acara "Jejak Petualang", pasti nggak asing dengan perempuan berwajah bulat ini. Mengawali karir sebagai pembawa acara program yang bertema alam, hingga saat ini dia masih setia berkutat dengan kegiatan-kegiatannya yang bersentuhan langsung dengan alam.

"Sejak dulu saya memang membidik pekerjaan sebagai presenter, presenter berita tepatnya. Tapi, saya nggak mau cuma duduk di studio dan tetap mau ngerasain jalan-jalan. Saya benar-benar ingin mendapatkan pekerjaan sebagai presenter acara traveling gara-gara menonton sebuah acara di televisi saat SMP. Berbagai cara saya tempuh hingga akhirnya bisa mendapatkan pekerjaan, sebagai presenter "Jejak Petualang" pada tahun 2002,” Riyanni bercerita.

 

Next

 

Hobi jalan-jalan sudah ia jalani sejak masih duduk di bangku kuliah. Bersama dengan teman chatting-nya yang berasal dari Jerman Riyanni menjelajah berbagai daerah di Indonesia, sampai pernah tiga bulan bolos kuliah saat semester 5. “Saya sudah backpacking sejak masa kuliah. Pernah punya keinginan untuk pergi ke Flores, tapi uang masih kurang sekitar Rp1.000.000,-, jadi gagal. Ajaibnya, ketika saya diterima menjadi presenter "Jejak Petualang", edisi perdananya, kami berangkat ke Flores dengan bayaran sejumlah uang yang saya butuhkan tadi,” tutur Riyanni yang kelahiran tahun 1980.

Saat menyelam di 2 lokasi

Namun, saat menjadi ibu dari Brahman Ahmad Syailendra, Riyanni mulai mengurangi kegiatan backpacking dan fokus pada kegiatan menyelam. “Saya mulai fokus diving pada tahun 2005, tapi sebenarnya saya sudah punya diving license sejak tahun 2003. Saya pilih diving karena cocok dengan kondisi tubuh saya. Saya pernah cedera di lutut dan punggung, jadi diving adalah olahraga yang paling nyaman dengan kondisi tubuh. Selain itu, diving juga nggak terlalu menyita stamina. Jadi saat pulang diving saya bisa langsung main sama anak,” ujarnya.

 

Next

Meeting di percetakan

 

Kegilaannya pada diving semakin diakomodasi dengan hadirnya free magazine yang digawanginya. “Sebenarnya satu alasan pasti untuk membuat majalah diving, adalah supaya saya bisa terus diving,” ujar Riyanni sambil tertawa kecil. “Kenapa saya memilih membuat free magazine dengan tema diving, karena saya memang menguasai materi dan jaringan di sekitar laut. That’s the reason,” ia kembali menjelaskan.

Diving bukan lagi sekadar hobi, tetapi juga kebutuhan. Ini passion saya. Apalagi saat ini hobi saya sudah menjadi sumber mata pencarian untuk keluarga. Ibaratnya, saya akan terus diving sampai air laut kering,” tuturnya serius.

 

Next

 

Perjalanan sebagai diver, sudah membawanya ke berbagai sisi laut di Indonesia. Saat ditanya ada laut yang masih ingin ditelusuri, Riyanni menjawab, “Saya diving di mana aja nggak masalah. Yang penting ada air. Saat berenang sama anak saya pun, saya nggak cuma ada di permukaan. Saya pasti tetap mengarah ke dasar kolam."

VO di studio Pejaten

Apalagi yang ingin diwujudkan oleh perempuan yang berdomisili di Bogor ini? “Ketika ngomong tentang apa lagi yang diinginkan, rasanya saya nggak akan pernah puas. Saya sudah sangat bersyukur punya seorang anak laki-laki, bisa terus diving, jalan-jalan gratis dan dibayar, dan punya banyak orang terdekat yang sejalan. Saat ini yang saya inginkan cuma menyelesaikan buku saya yang tertunda selam tiga tahun dan mengenalkan anak dengan alam dan mengajarinya diving,” jelas Riyanni menutup obrolan.

Follow Official WhatsApp Channel Fimela.com untuk mendapatkan artikel-artikel terkini di sini.

What's On Fimela
Loading