Sukses

Lifestyle

Eksklusif 19 Tahun Seventeen, Antara Jaga Karakter dan Eksplorasi

Fimela.com, Jakarta Bongkar pasang personel dalam sebuah band mungkin jadi sesuatu yang lumrah tapi tak mudah. Akan tetapi Seventeen mampu membuktikan bahwa mereka adalah band yang bisa bertahan diterpa bermacam cobaan. Tercatat fase tersebut dilakoni Seventeen sebanyak dua kali.

Tahun 2008 ketika Andi, Doni, dan Zozo memutuskan keluar dari band yang terbentuk pada 17 Januari 1999. Masa ini menjadi krusial karena Doni merupakan vokalis yang telah menjadi imej band ketika itu. Beruntung Ifan masuk sebagai vokalis baru lewat audisi.

Doni sendiri tak lama memilih fokus terhadap pekerjaannya sebagai bankir. Ia kembali bergabung dengan Seventeen setelah rilis album ketiga. Lalu fase kedua adalah ketika Yudhi memilih hengkang karena alasan perbedaan visi pada tahun 2013.

***

Saat ini Seventeen digawangi oleh Bani (bass), Herman (gitar), Ifan (vokalis), dan Andi (drum). Selama berkarya, 6 album studio telah mereka gelontorkan yaitu Bintang Terpilih (2003), Sweet Seventeen (2005), Lelaki Hebat (2008), Dunia Yang Indah (2011), 5ang Juara (2013), dan Pantang Mundur (2016).

Setelah vakum berkarya selama dua tahun, Seventeen pun kembali meluncurkan sebuah single berjudul Jangan Dulu Pergi. Mereka menganggap sekarang adalah waktu yang tepat untuk kembali menyapa penggemarnya.

"Udah kelamaan tak mengeluarkan single baru. Akhirnya ya merasa sudah waktunya untuk kembali berkarya," ujar Herman kala menyambangi kantor Bintang.com, kawasan Gondangdia, Jakarta Pusat, belum lama ini.

Menurut Seventeen, single ini juga merupakan jembatan menuju album ketujuh mereka yang rencananya akan dikeluarkan akhir tahun 2018 atau awal tahun 2019 mendatang. Sedikit tentang musikalitas, Seventeen mengatakan bahwa lagu anyar mereka demikian berbeda.

Beberapa hal yang belum mereka lakukan di lagu pada album-album sebelumnya ternyata bisa diterapkan di lagu ini. Rencananya ragam eksperimen akan mereka berikan pada album ketujuh mendatang.

"Tapi benang merahnya tetap musik Seventeen. Karena bagaimanapun eksperimennya, penggemar tetap suka dengan lagu-lagu yang Seventeen banget," ujar Ifan.

Selain membahas tentang lagu terbarunya, Seventeen juga mengungkap bagaimana mereka menjaga aroma band dalam setiap karya. Rahasia kekompakan dan rasa kekeluargaan mereka juga dibeberkan. Seperti apa? Berikut petikan lengkapnya.

Abadikan Kesedihan

Ada efek-efek tertentu yang diberikan oleh Seventeen di lagu baru mereka berjudul Jangan Dulu Pergi. Ifan, sang vokalis merupakan sosok di balik penciptaan lagu. Ia mengaku terinspirasi menulis lirik lagu karena kehilangan orang yang dicintai.

Single Jangan Dulu Pergi, konsepnya seperti apa?

Herman: Single pertama menuju ke album ketujuh. Semoga akhir tahun atau awal tahun depan bisa segera rilis. Setelah dua tahun lamanya album 6, ini single yang dipilih.

Ifan: Tapi benang merahnya tetap musik Seventeen. Karena bagaimanapun eksperimennya, penggemar tetap suka dengan lagu-lagu yang Seventeen banget

2 tahun kemana aja?

Herman: Sibuk off air masih.

Akhirnya rilis karya lagi, maknanya buat Seventeen?

Bani: Udah kelamaan gak ngeluarin yang baru. Yuk kita bikin lagi yuk sebagai bridging menuju album baru mendatang.

Proses kreatif single ini?

Ifan: Lirik aku, lagunya berdua ama mas Herman. Lagu diciptakan seminggu atau dua minggu setelah bokap meninggal. Semua orang pasti ketika kehilangan orang yang disayang akan merasa sedih, meski akhirnya ikhlas. Jangan pergi dulu dong, masih kangen nih, masih butuh.

Lagi tour, 13 titik di Sumatera. Ceritanya malam Jumat habis baca Yasin, angin kencang makanya langsung galau. Proses bikin lirik cepat, kalau bikin lagunya hampir sebulan.

Aransemen beda?

Ifan: Di lagu ini kita melakukan hal-hal yang belum dilakukan sebelumnya. Salah satunya pakai shyntesizer, pengen kentel banget secara musikalitas. Gandeng co-produser juga di lagu ini.

Kenapa?

Ifan: Seventeen udah 19 tahun. Udah lama. Hampir seluruh isi di kepala kita sudah dituangkan di album 1-4. Makanya di album 5, 6 kami gandeng orang. Mungkin di album ketujuh juga.

Sering mengalami mentok dalam berkarya?

Ifan: Sering kalau mentok. Usia berkarya kita bukan sebentar. Berkarya dengan warna dan rasa yang sama. Kita kan punya batasan dalam ruang lingkup pemikiran. Kadang berantem di studio karena mentok, kok kalian gak ada ide sih.

Kok bisa mentok, tak ada inspirasi?

Bani: Mentoknya ini karena mungkin terlalu nyaman ya. Off air ada, royalti juga jalan.

Tetap Melankolis, Tapi...

Bukan hanya pasar yang menjadi faktor utama bagi Seventeen untuk melempar karya. Bagi mereka jujur merupakan satu hal yang wajib menjadi syarat ketika mereka akan mempersembahkan lagu-lagu anyar. Dengan berkarya secara jujur, tak hanya lingkup pendengar yang terpuaskan, namun juga mereka sebagai pencipta.

Album ketujuh akan seperti apa?

Ifan: Kita emang selalu berusaha ya. Selalu melakukan eksperimen. Kemarin ada lagu Seventeen yang hampir nuansanya menyerupai dangdut. Perubahan baru selalu kita lakukan, cuman balik lagi ternyata pasar juga menginginkan lagu kami yang ballad, mellow khas Seventeen.

Lagi mencoba nyari sesuatu yang baru lalu dikombinasikan dengan musik Seventeen. Ya seperti lagu terbaru ini, Jangan Dulu Pergi, kesannya ballad tapi musiknya ada teknonya, synthesizer.

Gaet penggemar baru?

Ifan: Kita punya fanbase di Facebook. Ada 1,3 juta. Dari fan base itu kita sering banget melakukan survey, apakah ada regenerasi pada penggemar Seventeen, ternyata ada juga. Dan emang bagus juga sih ketika kita bisa berkolaborasi dengan artis muda, anak milenial bisa lebih ke-grab.

Gaet musisi jaman sekarang ada bayangan?

Ifan: So far sih belum ada bayangan, belum kepikiran siapa orangnya yang paling tepat meskipun kita kepengen kolaborasi.

Seventeen tidak terlalu beda ama awal muncul?

IfanKalau secara musik sebenarnya selalu lakukan perubahan. Dan penggaetan orang baru selalu dilakukan. Makanya kami menggaet musisi sebagai music director. Musik di album Seventeen macem-macem, ada rock, hard rocknya juga, dangdut ada.

19 tahun bersama, pernah saling berantem?

Ifan: Sering ya. Tapi kalaupun berantem gak pernah menjadi besar. Alhamdulillah kita berempat rasa terhadap Seventeen sama seperti dulu.

Herman: Palingan ketika ngebahas lagu ya. Atau mau pilih lagu yang mana, tapi ya kita akhirnya pilih yang terbaik.

Jaga kekompakan, ada kegiatan di luar?

Ifan: Justru untuk Seventeen, jarang sekali ketemu di luar. Karena manggung kita juga cukup sering ya. Alhamdulillah. Kalau di luar manggung ya kebanyakan habiskan waktu untuk keluarga masing-masing. Jadi ketika kami ketemu, langsung kangen. Habis kangen langsung main.

Target khusus Seventeen sebagai band?

Ifan: Pasti sama di tiap single atau album, pasti harapannya pengen meledak. Pengennya melebihi yang sebelumnya. Tapi apapun itu, pada saat berkarya itu menciptakan kepuasan buat orang lain, namun juga untuk kita sendiri. Jadi gak hanya untuk lingkup pendengar, tapi kita juga puas dengan karya kita.

Seventeen masih berusaha menjaga eksistensinya di blantika musik tanah air. Dan 19 tahun bukan usia yang mudah untuk dilalui apalagi dengan gerusan regenerasi di industri hiburan. Namun mereka berkaca kepada para seniornya yang mampu bertahan hingga puluhan tahun. Dengan karya-karya jujur nan berkualitas, mereka siap mempertahankan namanya di baris pertama band papan atas tanah air.

Follow Official WhatsApp Channel Fimela.com untuk mendapatkan artikel-artikel terkini di sini.

Loading