Sukses

Lifestyle

Kisah TKW Satinah yang Kini Nasibnya Sedang di Ujung Tanduk

Sungguh malang nasib Satinah, salah satu TKW di Arab Saudi ini kini nasibnya di ujung tanduk karena telah di vonis mati oleh pengadilan di negara itu. Vonis untuk Satinah sudah dijatuhkan pada tahun 2011 lalu. Namun, sampai kini pemerintah Indonesia belum dapat menyelamatkannya dari ancaman hukuman gantung.

Dilansir Merdeka.com, Satinah dituduh telah membunuh majikannya yang bernama Nurah bt Muhammad Al Gharib, 70 tahun, dan juga dituduh telah mencuri uang milik majikannya itu sekitar Rp 119 juta. Satinah kemudian menyerahkan diri pada pihak berwajib dan mengakui perbuatannya. Satinah mengaku mendapatkan perlakuan kasar dan tidak semestinya dari majikannya itu. Perjalanannya untuk menghindari ekskusi mati masih berlanjut hingga kini.

(vem/cha)

Melewati Berbagai Perundingan

Vonis hukuman pancung yang dijatuhkan padanya kemudian berubah jadi hukuman qisash dengan peluang pemaafan dari keluarga korban dengan membayar diyat atau ganti rugi. Tetapi, hingga kini diyat itu belum terbayarkan.

Tenggat waktu yang diberikan sebenarnya sudah mengalami beberapa kali penundaan yang diperoleh dengan jalan berunding. Satinah yang mendekam di penjara sejak tahun 2009 diharuskan membayar 10 juta Riyal atau sekitar RP 21 Milyar agar dimaafkan. Jumlah itu kemudian turun menjadi 7 juta Riyal. Upaya terakhir, uang untuk membayar diyat sudah terkumpul 4 juta Riyal, namun jumlah itu masih dianggap kurang oleh keluarga korban.

Kini nasib Satinah sudah di ujung tanduk. Jika diyat tak juga dibayarkan, Wanita asal Semarang, Jawa Tengah ini harus berakhir hidupnya di tangan algojo pada tanggal 3 April mendatang.

Sudah Ikhlas

Satinah sendiri sebenarnya sudah ikhlas menghadapi semua ini. Melalui putri tunggalnya dia menyampaikan pesan agar keluarganya ikhlas menghadapi semua ini "Ibu bilang, ibu sudah ikhlas dan kamu juga ya," kata putri Satinah, Nur Afriyani, 19.

Namun Satinah masih berharap agar keluarganya selalu mendoakannya. "Ibu tetap minta berdoa yang terbaik buat semuanya, termasuk agar ibu bebas dari hukuman mati di Arab saudi," ujarnya.

Saat ini pemerintah tengah berusaha merayu keluarga korban untuk menerima diyat 4 juta riyal. Selain itu, masyarakat Indonesia juga tengah menggalang dana untuk menyelamatkan salah satu pahlawan devisa itu.

Masih Banyak Satinah yang Lain

Komnas Perempuan juga mendesak agar Presiden SBY turun tangan dalam masalah ini. "Satinah harus diselamatkan dari hukuman mati di Arab Saudi. Presiden harus turun tangan langsung melakukan negosiasi dan diplomasi untuk menyelamatkan Satinah," ujar komisioner Komnas Perempuan Agustinus Supriyanto.

Menurut Komnas Perempuan, selain Satinah, ada 2 TKW lagi yang juga akan diekskusi mati dalam waktu dekat. Selain itu, masih ada 39 orang TKW lain yang juga terancam hukuman mati. Untuk itu, pemerintah diharapkan memperkuat jalur diplomasi untuk membantu para TKW tersebut.

Ladies, marilah kita sama-sama mendoakan agar Satinah dan juga para TKW lain dapat diselamatkan dari hukuman mati yang mengancam nyawa mereka.

 

Follow Official WhatsApp Channel Fimela.com untuk mendapatkan artikel-artikel terkini di sini.

Loading