Sukses

Lifestyle

Akibat Kentut Sembarangan, Seorang Siswa Mendapat 8 Jahitan di Kepala

Kentut merupakan salah satu bentuk metabolisme tubuh yang sehat. Orang yang lancar kentut menandakan sistem pencernaan yang baik. Bahkan, penyakit bisa diidentifikasi melalui bau kentut. Di masyarakat pada umumnya, kentut menjadi hal tabu yang tidak bisa di lakukan di sembarang tempat. Karena, dianggap mengganggu.

Lalu, bagaimana dengan seseorang yang tidak bisa menahan kentut dan terpaksa kentut di sembarang tempat ya? Berbagai macan respon yang diterima bagi orang yang kentut, dicibir orang sekitar, malu, atau sampai babak belur karena dihajar. Wah, repot juga ya seperti itu. Dilansir oleh Inquistr.com, baru-baru ini terjadi insiden pemukulan oleh siswi terhadap siswa lainnya karena siswa itu kentut di dekat si siswi.

Seorang gadis berusia 17 tahun yang sekolah di South Richmond High School dilaporkan telah memukul siswa lainnya yang berusia 15 tahun dengan bangku logam. Siswi tersebut marah karena, dia menjadi sasaran kentut oleh teman sekelasnya itu. Anak laki-laki itu membutuhkan 8 jahitan.

South Richmond High School, Sekolah Untuk Anak Berkebutuhan Khusus dan Cacat | Foto: copyright Silive.com

Sekolah yang berlokasi di Staten Island, New York itu, mungkin menjadi zona bebas kentut menyusul insiden malang yang terjadi. Di mana seorang siswa yang mengalami perut kembung yang tidak punya pilihan lain, kentut sembarangan di dekat teman gadisnya itu. Si gadis yang tersinggung dengan perbuatan teman laki-lakinya itu akhirnya marah dan memukul temannya itu. Akibat siswa itu kentut, akhirnya dia harus babak belur karena dihajar teman perempuannya.

Insiden pertengkaran sebab kentut yang terjadi di SMA itu pada hari Senin, ketika seorang siswi berpikir dia menjadi target sasaran teman sekelasnya yang kentut. Apakah dugaan kentut pelakunya itu benar-benar merupakan tindakan iseng dirinya atau memang karena perut kembung.

Siswa-siswa Sekolah Berkebutuhan Khusus Setempat | Foto: copyright Silive.com

Ketika pelaku kentut sembarangan, siswi yang merasa tersinggung mengambil bangku logam di kelasnya dan mendekati anak itu kemudian memukulnya. Kemudian, siswi itu dilaporkan warga Mariners Harbor, lalu ditahan oleh pihak berwajib setelah menyerang temannya. Dia ditahan dan mendapat jaminan pembebasan.

Pertengkaran akibat kentut sembarangan terjadi sekitar pukul dua siang di sekolah, yang merupakan sekolah untuk anak berkebutuhan khusus dan cacat. Melihat kinerja sekolah dan efektifitas siswa yang dicampur, mempengaruhi keduanya bisa menjadi sangat positif ataupun negatif.

Selama pertengkaran, dilaporkan siswi itu tidak hanya memukul siswa yang kentut sembarangan dengan bangku logam juga membenturkan kepala beberapa kali, menghujat, dan berteriak atas pelanggaran kentut siswa itu. Setelah pertengkaran itu, si korban dibawa ke rumah sakit dan menerima delapan jahitan.

Sosialisasi Gerakan Anti Bullying di Sekolah Tempat Insiden Terjadi | Foto: copyright Silive.com

Walaupun, pelaku telah mengakui penyesalannya karena melukai teman sekelasnya, dia tetap diganjar hukuman pidana. Pelaku menerima tuduhan kejahatan tingkat dua, tuduhan pelanggaran tingkat ketiga dan kepemilikan alat kriminal yang digunakan pelaku. Terdakwa dijadwalkan akan melalui persidangan pada 25 Februari untuk kemungkinan pembelaan diri.

Akan tetapi, dari pertengkaran itu, bagi siswa yang kentut sembarangan di hadapan temannya, akan berpikir dua kali di masa mendatang sebelum dia memutuskan untuk kentut sembarangan. Apalagi di hadapan temannya sendiri.

Tapi, bagaimana yang kenyataannya pelaku dan korban merupakan anak berkebutuhan khusus atau cacat? Hukum yang bagaimana harus diterapkan untuk mereka? Tentu tidak bisa disamakan dengan orang normal. Anda sepakat, ladies?

(vem/nip)

Follow Official WhatsApp Channel Fimela.com untuk mendapatkan artikel-artikel terkini di sini.

Loading