Sukses

Lifestyle

Gara-Gara Blewah, Putra Kecilku Hampir Terbunuh

Bicara soal alergi, tentu bukan hal mudah untuk mengetahuinya. Kebanyakan alergi baru diketahui setelah seseorang mengalami masalah setelah mengkonsumsi atau bersentuhan dengan objek tertentu. Padahal, alergi bisa jadi sangat berbahaya bagi nyawa seseorang. Begitu juga dengan kisah yang dialami ibu ini. Dia tidak tahu apa-apa tentang alergi yang dimiliki putranya, hingga nyawa anaknnya terancam. Simak kisah selengkapnya berikut ini, seperti yang telah dilansir oleh Goodhousekeeping.com.

Hari itu, untuk pertama kalinya putra kami yang baru berusia dua tahun memakan buah blewah. Lalu beberapa saat kemudian, dia mengalami gatal-gatal dan wajahnya membengkak. Kami sedang berada di rumah orang tua kami, di dekat danau, yang jaraknya sekitar 45 menit dari rumah sakit terdekat. Kami buru-buru membawanya ke dokter terdekat yang dapat kami temukan, setengah jalan antara rumah dan rumah sakit. Dokter memberinya EpiPen injection dan menelepon polisi. Singkatnya, setelah suntikan pertama dan kemudian suntikan kedua, putra kecil kami berhenti bernafas, tepat saat ambulan datang. Mereka mencoba menstabilkan keadaannya sambil segera membawanya masuk dalam ambulan.

Segala sesuatu yang terjadi terasa sangat lambat bagi saya, mungkin karena tidak ada yang bisa saya lakukan untuk menolongnya. Mata cokelatnya terus menatap saya, dan tepat sebelum tenggorokannya tersumbat, dia berkata "Mama, tolong, tolong!". Tapi saya tidak dapat menolongnya. Saya hanya pasrah pada pertolongan yang diberikan para tenaga medis, dan berharap hal itu akan membuahkan sesuatu.

copyright Goodhousekeeping.com

Kami semalaman menunggunya di Unit Perawatan Intensif Anak. Dia diberi steroid dan nebulizer untuk membantunya bernapas, dan alerginya mereda dalam waktu semalam.

Setelah kejadian itu, saya berpikir tentang bagaimana caranya agar kejadian itu tidak terulang lagi. Memang saat ini dia masih berusia 2 tahun, dan masih tinggal di rumah bersama saya. Lalu bagaimana jika dia telah memasuki masa-masa sekolah? Saya membayangkan ada temannya yang memberinya buah blewah, dengan tujuan baik karena buah itu menyehatkan, dan tidak tahu bahwa satu gigitan saja dapat membunuh anak saya. Bahkan alerginya yang dapat membuat anak kami menjadi sasaran bully, juga menakuti saya. Dan jalan terbaik untuk mencegah terjadinya hal itu adalah dnegan memperkaya pengetahuan anak kami tentang alergi yang dimilikinya. Hal ini membuat kami merasa lebih tenang.

Kehidupan baru kami sebagai "orang tua EpiPen" pun dimulai keesokan harinya. Kami dilatih bagaimana cara menggunakannya, dan memastikan bahwa kami selalu membawanya kemana pun. Putra kami dijadwalkan mengikuti beberapa tes alergi pada mingu berikutnya.

Dari situ kami tahu, bahwa buah-buahan yang tergolong dalam kelompok melon, termasuk blewah, memiliki reaksi yang berbanding terbalik dengan alergi yang disebabkan oleh bunga atau daun. Hal ini terbukti, karena selama musim semi, mata putra kami sering berair dan hidungnya basah. 

Apa yang kami alami ini memang membuat anak kami harus lebih hati-hati terhadap hal-hal yang mungkin berhubungan dengan alerginya. Tapi kami bersyukur bisa melalui ini dengan baik. Suami saya dan saya akan membekalinya dengan banyak pengetahuan seiring ia bertambah dewasa. Itu adalah jalan keluar yang baik bukan?

Wah, cukup mengerikan ya kisahnya Ladies. Mungkin Anda bisa lebih berhati-hati dengan apa yang dikonsumsi si kecil mulai sekarang. Memperbanyak informasi dan belajar menghubungkan reaksi yang terjadi pada tubuhnya terhadap berbagai perubahan, misalnya cuaca, tentu akan sangat membantu.

(vem/reg)

Follow Official WhatsApp Channel Fimela.com untuk mendapatkan artikel-artikel terkini di sini.

Loading