Sukses

Lifestyle

4 Tahun Akademi Berbagi Malang: Menjadi Bagian dari Gerakan Pendidikan Gratis Dengan Cara Yang Happy

Belajar bisa di mana saja dan melalui siapa saja. Kata-kata ini mungkin seringkali kita dengar. Tetapi apakah benar, setiap orang bisa belajar dimana saja, kapan saja, melalui siapa saja?

Akademi Berbagi membuktikannya. Jika kamu aktif di social media, pasti tak asing lagi dengan @AkademiBerbagi atau biasanya disebut Akber. Gerakan yang menggabungkan jaringan online dan offline ini telah hadir sejak tahun 2010, dengan kelas-kelas yang tersebar di seluruh Indonesia. Ya, semuanya itu berasal dari jejaring social media bernama Twitter.

Ainun Chomsun, pendiri Akademi Berbagi membuktikan sendiri bagaimana sebetulnya mendapat ilmu bisa dilakukan secara gratis. Pada tahun 2010, Ainun ingin belajar tentang copywriting secara gratis. Bapak Subiakto, CEO Hotline Advertising menjadi 'pilihan'nya waktu itu. Tak disangka, Bapak Subiakto merespon keinginan belajar tersebut dengan syarat: harus mengumpulkan minimal 10 orang untuk belajar bersama. Akhirnya kelas pertama Akademi Berbagi pun terselenggara dengan sederhana, hanya mengandalkan ruangan meeting di kantor Bapak Subiakto di Jakarta.

Di sinilah gerakan berbagi ilmu secara independen itu dimulai ...

Berbagi di Kota Malang

Akademi Berbagi Malang diinisiasi oleh Astu Prasidya pada tahun 2011, tepatnya pada 21 Oktober 2011. Keinginan Astu dan rekan-rekannya sederhana saja: Malang adalah salah satu kota pelajar terbesar di Indonesia. Harapannya kehadiran Akber Malang bisa memberikan kesempatan seluas-luasnya untuk belajar melalui kelas non formal dengan pengajar dari berbagai macam bidang ilmu.

Meski dibangun dengan jumlah volunteer yang sedikit, kini Akber Malang boleh berbangga hati karena memiliki 22 orang relawan (volunteer) yang terlibat aktif menyelenggarakan kelas secara rutin. Relawan pengajarnya pun terdiri dari berbagai macam profesi, mulai dari dosen, animator, wirausahawan, perencana keuangan, praktisi social media dan masih banyak lagi. Istimewanya: semua yang terlibat di Akber tidak dibayar dan tidak perlu membayar sepeser pun.

Pada hari Sabtu, 7 November 2014, Akber Malang merayakan hari jadinya yang ke 4 tahun. Bertempat di Laughboratorium Cafe Jalan Jakarta no. 34 Malang, kelas diadakan dengan guyub dan seru. Berbeda dengan kelas-kelas sebelumnya, kelas kali ini menghadirkan Imam Subchan, ketua umum Akademi Berbagi beserta Dhanny Sutopo, dosen Sosiologi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Brawijaya, Malang dan Iksan Skuter yang merupakan musisi, aktivis, pendiri Institut Musisi Jalanan.  Acara yang dimoderasi oleh Aji Prasetyo, komikus asal Malang ini mengangkat tema yang familiar dengan kegiatan volunteering saat ini yaitu Creativity in Social Movement.

Akber Malang di usia ke-4 | Foto: copyright vemale.com/windacarmelita

"Menjadi Relawan Itu Harus Happy"

Apa sih kuncinya menjadi relawan? Apakah harus memiliki banyak uang atau harus punya keahlian khusus? Ternyata tidak, Ladies. "Jadi volunteer (relawan) itu kuncinya cuma satu ... harus happy!" ujar Mas Imam kepada 30 peserta yang hadir di kelas Akber hari Sabtu tersebut.

Jadi volunteer itu harus happy! | Foto: copyright vemale.com/windacarmelita

Senada dengan yang disampaikan oleh Mas Imam, Mas Iksan Skuter pun berpendapat bahwa dengan gerakan volunteering kita akan punya rasa kepedulian. Transfer ilmu adalah hal yang berguna untuk masa depan. Mengemas gerakan sosial tak melulu bicara politis. Sentuhan kreatif akan membuat gerakan sosial jadi lebih mudah diterima segala aspek masyarakat. "Saya mengajak anak-anak jalanan untuk belajar membuat lagu sendiri, membuat album kompilasi hingga memarketingkan dirinya sendiri. Sehingga mereka tak perlu lagi mengamen dengan susah payah karena mereka sudah punya 'modal' menjual karya hasil buah pikirnya," kata penyanyi yang telah menelurkan 4 album dan album berisi lagu-lagu anak tersebut.

Iksan Skuter menyanyikan lagu untuk para petani di acara Ultah Akber Malang | Foto: copyright vemale.com/windacarmelita

Memberi apa yang kita miliki, tak harus selalu berupa materi, tetapi ilmu pun dapat berkontribusi besar bagi perubahan suatu masyarakat. Saat semua hal di dunia ini bergerak menjadi industri yang komersil, Akber menjadi paradoks dengan gerakan berbagi ilmu yang dilakukan secara gratis. Begitu besar arti makna berbagi ya, Ladies. Ketika menulis ini, saya jadi teringat kutipan anonim yang berkata:

"Gaining knowledge is the first step to wisdom. Sharing it, is the first step to humanity.

(Memperoleh ilmu adalah langkah awal suatu kebijaksanaan. Membagi (ilmu) adalah langkah awal kemanusiaan)"

Selamat ulangtahun Akademi Berbagi Malang! Teruslah berkarya dan berbagi karena berbagi bikin happy.

(vem/wnd)

Follow Official WhatsApp Channel Fimela.com untuk mendapatkan artikel-artikel terkini di sini.

Loading