Sukses

Lifestyle

Yang Terdekat, Yang Menjadi Pahlawan Dalam Ketiadaan

Suatu kebetulan yang jarang terjadi, saya harus berangkat untuk menepati sebuah janji. Menuju Surabaya, Kota Pahlawan di hari yang bertepatan dengan Hari Pahlawan, 10 November, saya mendapat sebuah pengalaman yang sungguh luar biasa. Pengalaman yang bisa berguna sebagai bekal untuk perjalanan selanjutnya ke masa depan yang sekali lagi masih menjadi misteri untuk semua orang.

Di Surabaya, saya mendapati sosok - sosok pahlawan dalam artian tersendiri. Jika memang benar 'siapapun bisa menjadi pahlawan, karena jiwa pahlawan ada dalam diri semua', bisa jadi memang benar. Walau pada hakikatnya tak ada seorang pahlawanpun yang sebenarnya berkeinginan disebut dan dijadikan pahlawan'. Seperti kisah berikut ini.

Sosok pahlawan itu saya dapatkan dari kisah perjuangan seorang sahabat, single momberanak satu yang mencoba bangkit dari kehilangan atas wafatnya suaminya, belum satu tahun berselang. Membesarkan sendiri anak laki - laki menjelang remajanya, di kota metropolitan seperti Surabaya, bukanlah tugas yang semudah yang dibayangkan. Dan sesungguhnya, butuh sebentuk jiwa pahlawan juga untuk melakukannya.

Selepas dari Surabaya, saya menuju Malang. Kota yang berpredikat hijau dan keramah-tamahannya juga solidaritas tinggi a la Aremania. Hanya butuh 3 jam untuk kembali yakin bahwa Malang masih menghijau dan tetap ramah dalam menjamu siapapun tamunya. Hal ini setidaknya ditunjukkan oleh gestur dan sikap sekelompok perempuan muda, para penulis dan editor sebuah media online, dalam diskusi tentang rumah tangga, keluarga, perceraian dan fakta - fakta lain di seputar kehidupan manusia. Setidaknya kehidupan milik para single parents yang di Indonesia, Surabaya maupun di Malang, semakin banyak saja jumlahnya. Dalam diri - diri merekapun saya mendapati jiwa - jiwa pahlawan, yang setidaknya benih - benihnya sudah tersemai dalam binar - binar simpati, empati di bola mata mereka yang masih muda belia.

Begitu banyak pembicaraan yang tercipta hari itu, saat kami bicara tentang upaya dan kerja para orang tua di Indonesia dalam membesarkan anak - anaknya. Terutama para orang tua yang harus menjalani perannya sendirian tanpa pasangan. Ya, para single parents, janda dan duda yang harus rela mengasuh anaknya seorang diri di tengah - tengah dunia dengan percepatan yang semakin menggila dalam segala aspeknya. Kamipun, akhirnya bersepakat untuk bersama - sama berupaya meninggikan kembali arti dan makna lembaga perkawinan dan rumah tangga melalui karya - karya tulisan dan karya kami nanti di masa - masa ke depan. Sebuah janji penuh jiwa kepahlawanan. Setidaknya jika terlalu dianggap berlebihan, janji ini cukup bermuatan dengan niat kebaikan.

Sosok perempuan dan ibu di Surabaya, sosok - sosok para gadis remaja di Malang, menunjukkan satu hal yang sangat nyata kepada saya, bahwa untuk menjadi pahlawan tidaklah selalu dibutuhkan medan pertempuran untuk menunjukkan kebolehan dan kemampuan. Namun cukup dengan menjalani peran dalam hidup yang telah diberikan-Nya dengan sebaik - baiknya. Tanpa tendensi, dengan dedikasi dan hanya dengan tujuan untuk membuahkan manfaat bagi orang lain yang menikmati hasilnya. Menjadi single mom, menjadi ibu, menjadi pejuang kehidupan, menjadi penulis, menjadi editor atau menjadi gadis - gadis remaja yang mempersiapkan diri adalah upaya para pahlawan. Mereka dan Anda semua yang melakukan hal yang sama adalah para pahlawan itu. Tak perlu disangsikan. Setidaknya Anda lah pahlawan di mata anak, saudara dan orang tua yang bangga atas upaya yang sedang dijalankan.

Sepulang dari perjalanan singkat saya, dua anak kecil sudah menunggu di rumah singgah. Rumah milik budhenya. Melihat mereka berdua baik - baik saja dan tersenyum riang menyambut saya semalam tadi, saya pun yakin, ada 'kerja' para pahlawan yang mau dan bersedia menggantikan tugas saya sebagai orang tua walau hanya untuk dua hari saja. Akhirnya, pahlawan tidaklah diukur dari siapa dan seberapa besar karya dan persembahan Anda. Pahlawan adalah apa yang Anda berikan tanpa bertanya, tanpa prasangka, dengan pemahaman, dengan keikhlasan, bahwa memang hal itu adalah tugas dan peran harus dikerjakannya dengan segenap jiwa. Mungkin demikian makna pahlawan yang terbarukan seiring dengan tuntasnya perjalanan saya menuju kota pahlawan, lalu kembali kepada mereka, anak - anak tercinta yang menyambut dengan segenap cinta dan hangatnya pelukan.

Dituliskan oleh Yasin bin Malenggang untuk rubrik #Spinmotion di Vemale Dotcom. Lebih dekat dengan Spinmotion (Single Parents Indonesia in Motion) di http://spinmotion.org/

(vem/wnd)

Follow Official WhatsApp Channel Fimela.com untuk mendapatkan artikel-artikel terkini di sini.

What's On Fimela
Loading