Sukses

Lifestyle

Mengalami Infeksi Parah, Penyu Penelan 1000 Koin di Thailand Mati

Setelah menjalani serangkaian perawatan, penyu laut di Thailand yang disebut sebagai Omsin dan telah menelan hampir 1000 koin di perutnya akhirnya mati. Dikutip dari laman timescolonist.com, penyu laut yang diperkirakan telah berusia 25 tahun tersebut mati karena infeksi parah yang ia derita di tubuhnya.

Saat dilakukan operasi, dokter menemukan sedikitnya 915 koin di dalam perut penyu. Bagaimana bisa koin-koin tersebut bisa dimakan oleh penyu? Dan siapa yang memberi makan koin pada penyu? Seperti yang kita tahu, melempar koin ke penyu di Thailand oleh wisatawan dan warga telah menjadi kepercayaan yang bisa mendatangkan berkah dan menjadikannya berumur panjang.

Banyak warga maupun wisatawan yang melempar koin di dalam laut. Koin-koin inilah yang nantinya dimakan oleh Omsin atau yang disebut 'celengan babi'. Tapi sayang, koin-koin tersebut ternyata mengantar Omsin ke penghujung hidupnya yang tragis.

Ratusan koin yang dimakan oleh Omsin membentuk gumpalan bola di perutnya. Koin tersebut juga telah berkarat dan menyebabkan infeksi parah. Tak hanya infeksi, koin tersebut juga telah membuat cangkangnya retak.

Untuk memulihkan dan menyelamatkan Omsin, sedikitnya lima ahli dari Kedokteran Hewan di Universitas Chulalongkorn melakukan operasi terhadap Omsin. Sedikitnya selama lima jam para ahli ini mengeluarkan koin dari dalam perutnya. Sayang, saking banyaknya koin yang menumpuk di perut Omsin, dokter harus melakukan operasi secara bertahap.

Sejak melakukan operasi pertama, kondisi Omsin ternyata semakin memburuk. Pengambilan koin dari tubuh Omsin berakibat berhentinya pembuluh darah di tubuhnya. Infeksi di tubuh Omsin juga semakin parah dan membuatnya lemah. Hingga beberapa hari lalu, Omsin malang ini dinyatakan mati. Nyawanya tak bisa diselamatkan lagi.

Kasihan sekali dengan apa yang menimpa Omsin. Selamat jalan... Omsin.



(vem/mim)

Follow Official WhatsApp Channel Fimela.com untuk mendapatkan artikel-artikel terkini di sini.

Loading