Sukses

Lifestyle

Posisi Wanita Pada Zaman Mesir Kuno

Setiap peradaban memiliki caranya sendiri dalam menyikapi masalah seksual, begitu pula peradaban Mesir Kuno. Dalam sejarah Mesir Kuno, wanita yang menarik bukanlah wanita yang paling berparas cantik. Akan tetapi, wanita yang paling subur sehingga makin banyak keturunan yang bisa diberikan, maka akan semakin tinggi derajat wanita tersebut.

Nah kalau Ladies hidup pada zaman Mesir Kuno, tidak perlu susah-susah merawat bayi. Pasalnya? tugas tersebut adalah tugas seorang ayah! Ya, pada zaman Mesir Kuno, tugas istri hanyalah melahirkan bayi bukan merawatnya. Selain itu, pada jaman tersebut wanita juga diberi kebebasan untuk memilih calon pengantinnya sendiri tanpa ada paksaan dari kedua orang tua mereka.

Darah bangsawan pada zaman Mesir Kuno tidak diwariskan dari darah laki-laki atau ayah, melainkan dari sang ibu. Oleh karena itu, untuk menjadi Pharaoh seorang laki-laki harus menikahi seorang putri berdarah bangsawan.

Yang namanya perzinahan ternyata sudah dianggap amoral sejak zaman mesir kuno. Hukuman bagi orang yang melakukan zina dibedakan antara laki-laki dan perempuan.

Sebagaimana dilansir dari touregypt.net mengatakan bila si pelaku zina adalah laki-laki maka hukumannya hanyalah perceraian. Tapi beda cerita bila pelakunya adalah wanita, bisa jadi wanita tersebut dihukum mati bahkan daging mereka akan dicincang diberikan pada anjing.

Jadi sebenarnya wanita memiliki martabat yang sangat tinggi pada zaman mesir kuno, mereka mendapatkan beberapa keistimewaan, namun martabat tersebut tidak bisa dipermainkan karena akibat adalah hukuman mati yang tragis.

Oleh: Muhammad Hilmy 

(vem/rsk)

Follow Official WhatsApp Channel Fimela.com untuk mendapatkan artikel-artikel terkini di sini.

Loading