Sukses

Lifestyle

4 Perubahan Lifestyle Halle Berry Buat Usia 50an Terlihat Seperti 30 Tahun

Fimela.com, Jakarta Halle Berry didiagnosis menderita diabetes sejak usia 19 tahun dan mengubah segalanya. Setelah beberapa tahun menjalani situasi menakutkan karena tidak memahami kondisinya, Berry memutuskan untuk membuat perubahan gaya hidup yang serius untuk kesehatannya.

Ia pun memangkas asupan gula dan roti dari pola makannya dan berpegang teguh pada tekad makan bersih dan sehat. Tentunya memperbanyak porsi sayuran, buah, dan air putih, seperti pengakuannya pada L.A Times yang dilansir dari harpersbazaar.

"Diet diarakahkan untuk mengelola diabetes, jadi saya mencoba makan dalam porsi empat kali sehari. Dan saya merasa semakin kuat serta sehat," ujar Berry pada Women & Home South Africa.

Rencana makan yang diabetes-friendly berfokus pada olahan rendah lemak, gula, serta karbohidrat olahan. Makanan favoritnya adalah staples yang mencakup kentang, singkong, pisang, dan umbi-umbian, salah satunya adalah menu tuna panggang dan kentang tumbuk bawang putih yang lezat. 

Berikut empat perubahan lifestyle Halle Berry yang membuat perempuan 52 tahun ini terlihat luar biasa.  Kebiasaan yang juga diikuti oleh anak-anaknya;

 

 

1. Menghindari gula (begitu juga anak-anaknya)

Berry begitu saklek dengan kerusakan yang ditimbulkan gula untuk sistem dan kulitnya. Bahkan ia menyebutknya racun, sebab itu Berry menggantinya dengan Xylitol untuknya dan kedua anaknya.

"Saya tahu rasanya tega membatasi makan manis pada anak-anak. Tapi saya tetap membiarkan mereka makan cake di pesta ultah temannya, namun tetap mengajarinya tentang nutrisi pada usia dini," ujarnya.

 

2. Minum protein shake untuk menjaga energi

Saat sibuk di lokasi syuting, ia membutuhkan asupan yang tetap menjaga semangat. Mengaku bukan seseorang yang mudah tertidur, ia mengonsumsi protein nabati untuk menopang energinya sepanjang hari.

 

3. Menghitung apa saja yang dikonsumsi

Berry ternyata tak pernah berolahraga dengan banyak beban kecuali tuntutan peran yang harus dimainkan. Ia mengaku hanya melakukan cardio dan latihan beban yang melibatkan berat badan sendiri.

"Sebab saya tidak ingin menjadi terlalu berotot. Karena saya diabetes, berolahraga selalu jadi bagian untuk mengelola penyakit ini dan menjaga kadar gula di bawah kendali," lanjutnya.

 

 

4. Fokus mengencangkan perut

Berry memiliki perut yang bikin iri, karena ia menjalani sesi pelatihan 30 menit 3 kali seminggu. Tak banyak orang yang konsisten menerapkan latihan untuk mendapatkan perut luar biasa, namun Berry selalu tersenyum dan punya energi besar demi penampilannya.

Simak Video Menarik Berikut Ini

Follow Official WhatsApp Channel Fimela.com untuk mendapatkan artikel-artikel terkini di sini.

Loading