Sukses

Lifestyle

Ini yang Perlu Dilakukan untuk Melindungi Hewan Peliharaan Ketika Banjir Besar Melanda

Fimela.com, Jakarta Banjir yang melanda sejumlah wilayah di awal 2020 memang tidak diduga. Hal ini diakibatkan hujan deras yang terus mengguyur sejak 31 Desember 2019. Beberapa video pun tersebar di media sosial menggambarkan bagaimana arus banjir yang begitu deras menghanyutkan sejumlah kendaraan bermotor, ketinggian air yang mampu merendam rumah warga, hingga melumpuhkan akses transportasi.

Seiring berjalannya waktu banjir bisa semakin tinggi atau semakin surut tergantung pada intensitas hujan dan arus air yang dialirkan ke saluran pembuangan. Kondisi ini menjadi cukup mengkhawatirkan bagi keluarga dan juga hewan peliharaan.

Dengan situasi genting seperti ini, banyak keluarga yang merasa kesulitan untuk melindungi hewan peliharaannya. Sehingga banyak hewan peliharaan yang hilang, baik menyelamatkan diri ke lokasi yang lebih aman atau justru hilang terbawa arus air.

Untuk mempermudah pemilik hewan dalam menyelamatkan hewan peliharaannya, Let's Adopt Indonesia memberikan tips untuk melindugi hewan peliharaan jika terjadi musibah banjir.

Persiapan banjir

1. Bagi kamu yang memang tinggal di wilayah berisiko banjir, pantau terus peringatan cuaca yang bisa diakses di situs Petabencana.id, aplikasi Sistem Peringatan Dini Banjir Provinsi DKI Jakarta milik Dinas Sumber Daya Air DKI Jakarta, melalui media sosial, atau tagar di media sosial terkati informasi banjir secara real time dari akun BMKG, BNPB, BASARNAS, dan BPBD setempat.

2. Melakukan latihan persiapan bersama keluarga dan hewan peliharaan. Tujuannya, jika banjir benar-benar tiba kamu sudau tahu apa yang harus dilakukan dan dibawa dalam kondisi darurat.

3. Memahami lokasi persembunyian hewan peliharaan. Setiap hewan biasanya punya tempat persembunyian, seperti kolong mobil atau kolong tempat tidur. Ini akan sangat menyulitkan mereka untuk diselamatkan ketika banjir datang. Dengan mengetahui tempat persembunyian mereka, kamu bisa langsung mengambil dan membawanya ke tempat yang aman.

4. Persiapkan peralatan untuk hewan peliharaan, seperti (air, makanan dry food atau wet food, mangkok makanan dan minuman, pet carrier/pet cargo, obat-obatan, PetID/foto atau kalung pengenal hewan atau nomor microchip jika hewan sudah memiliki microchip, dokumen seperti buku vaksin dan catatan medis, kontak dokter hewan, detail kontak Anda terbaru, kain atau selimut, tali leash, mainan, kantong plastik sampah, satu set kotak pasir dan pasirnya untuk kucing). Jika memungkinkan, segera evakuasi dengan hewan peliharaanmu.

 

Ketika banjir datang

1. Jika terjebak di rumah saat banjir, segera pindah ke lantai atas. Jika semakin parah, segera pindah ke atas hingga bantuan tiba. Masukkan hewan peliharaan ke pet carrier atau pet cargo. Segera evakuasi ke lokasi yang lebih aman sebelum air lebih menjadi tinggi.

2. Jika terpaksa meninggalkan hewan peliharaan, pastikan bahwa dia tidak diikat atau dikandang. Sehingga mereka pun bisa menyelamatkan diri jika kamu atau bala bantuan belum datang. Tempatkan mereka ke ruangan yang aman dan tinggalkan air minum serta makanan yang cukup. Jangan lupa untuk membuat tulisan besar "ADA ANJING/KUCING DI SINI" untuk kemudian ditempelkan di depan rumah.

3. Usahakan hewan peliharaan jauh dari air banjir. Air banjir yang tertelah bisa berbahaya bagi kesehatna mereka. Air banjir telah terkontaminasi dengan cairan sampah, oli, dan masih banyak bahan kimia lainnya.

4. Segera keringkan hewan peliharaan jika ia basah kuyup. Bulu yang terlalu lama dibiarkan basah akan menimbulkan penyakit kulit.

5. Cari tahu tempat evakuasi yang bisa menerima hewan dengan memantau media sosial komunitas pecinta hewan. Mereka akan dengan sangat terbuka membantu hewan peliharaan korban banjir.

6. Hubungi Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian Provinsi DKI Jakarta, Sudin KPKP, Pusat Pelayanan Kesehatan Hewan dan Peternakan, atau UPT Pusat Data dan Informasi Kebencanaan BPBD melalui Call Center 112.

 

Setelah banjir

1. Segera bawa ke klinik hewan untuk melakukan pemeriksaan secara menyeluruh. Hal ini untuk memastikan apakah air banjir memberikan dampak pada kesehatan hewan peliharaan.

2. Jangan biarkan hewan peliharaan jalan-jalan di sekitar rumah sebelum dibersihkan. Selain air yang masih kotor, masih ada kemungkinan puing atau pecahan kaca yang menyebar dan melukai hewan.

Simak video berikut ini

#GrowFearless with Fimela

What's On Fimela
Loading
Artikel Selanjutnya
Drainase Vertikal Bikin Jakarta Bebas dari Banjir Lokal
Artikel Selanjutnya
Banjir Jakarta Umumnya Bisa Ditangani Dalam Waktu Kurang dari Enam Jam