Sukses

Lifestyle

Diary Fimela: Kisah Ibu Rumah Tangga yang Sukses Menjual hingga 2 Ton Alpukat per Minggu

Fimela.com, Jakarta Ide sebuah bisnis kadang hadir ketika berawal dari sebuah kebutuhan. Seperti kisah Karlina Kurniawati, ibu rumah tangga sekaligus pendiri Avocradron yang sukses berjualan alpukat berkualitas tinggi di kawasan Jakarta Barat. Ide berjualan alpukat ini sebenarnya berawal dari kondisi anak pertamanya yang lahir secara prematur 7 bulan, dengan berat 1,7 kg. 

Hingga memasuki usia 6 bulan, beratnya masih juga kurang. Bahkan, berat puteranya masih jauh dari batas normal anak ideal di usia 6 bulan. Usai berkonsultasi dengan dokter, Karlina disarankan untuk memberikan sang buah hati makanan-makanan sehat yang bisa mendorong pertumbuhan berat badan anak, terutama alpukat. 

Sayangnya, alpukat di Jakarta jarang yang memiliki daging tebal dan berkualitas. Alih-alih mendapatkan alpukat yang tidak pahit, justru dagingnya busuk ataupun berulat. Berangkat dari kendala ini, Karlina dan keluarganya kemudian mengunjungi keluarganya di Yogyakarta, pada 2016 lalu. Di sana, sang tetangga ternyata berjualan alpukat mentega. 

"Setiap kali beli dari sana, saya melihat belum pernah ada alpukat yang busuk atau berulat. Akhirnya, saya berpikir untuk membawa alpukat tersebut ke Jakarta," cerita Karlina kepada tim Fimela.com. 

Untuk menghemat ongkos kirim dari Yogyakarta ke Jakarta, akhirnya Karlina menawarkan teman-teman lain di Jakarta untuk ikut jasa pre-order (PO) alpukat. Karlina mengiklankan lewat Path untuk memasarkan usaha kecilnya tersebut. Ternyata, karena kualitas alpukatnya juga sangat baik dan sistem PO itu disambut hangat banyak kenalannya, pelanggan pun akhirnya bermunculan. 

Hingga tahun 2017, dia kemudian resmi membuka usahanya berjualan alpukat lewat media sosial. Usahanya ini pun diberinama Avocadron, sebuah gabungan nama yang juga diambil dari nama putranya, Ron. 

Binsis Semakin Besar hingga Mampu Menjual 2 Ton per Minggu

Menjaga kualitas alpukat tidak mudah. Apalagi, jika harus melayani pembeli yang lokasinya cukup jauh dari Jakarta. Keberhasilan Karlina berjualan alpukat tentu diwarnai berbagai kendala, kegagalan, dan juga pelajaran. Pada awalnya, alpukat yang sampai ke Jakarta sempat busuk. Ternyata, usai Karlina pelajari, kendalanya ada pada pengemasan. 

Sejak itu, Karlina dan tim Avocadron mengganti kemasan pengiriman dengan kardus untuk menjaga kualitas buah. Karena begitu banyaknya pesanan, Avocadron kini juga menjula alpukat yang berasal dari Lampung. Jumlah pesanan dan berat seluruh buah yang dijual pun meningkat. 

Dari yang hanya 9-18 kg per minggu, kini Avocadron berhasil menjual 1.250-2.000 kg per minggu! Keberhasilannya ini juga didukung oleh peran e-commerce seperti Tokopedia dan Shopee. Tidak lagi hanya mengandalkan media sosial, e-commerce berperan penting dalam kesuksesan Avocadron. 

Berbeda dengan toko buah lainnya, Avocadron juga kerap kali memberikan berbagai informasi dan tips seputar alpukat. Mulai dari tanda-tanda alpukat matang, hingga informasi tentang nutrisi yang terkandung dalam alpukat. Meski namanya Avocadron, Karlina kini juga menjual mangga sebagai jenis buah tambahan. 

"Iya, sekarang juga ada buah mangga. Awalnya karena banyak orang yang bertanya, ada buah apa saja?" ungkap Karlina. 

 

Menjaga Kualitas Buah

Pelanggan Avocadron hingga kini berasal dari Jabodetabek. Karlina merasa belum bisa untuk melayani pembeli yang berada di luar pulau Jawa. Pasalnya, tidak mudah untuk menjaga kesegaran dan kualitas buah pada saat pengiriman. 

"Pernah ke Papua, tapi kami harus bersepakat. Kita kasih tahu risikonya apa saja jika tetap ingin buahnya dikirim ke luar pulau Jawa. Kalau mereka setuju, baru kami akan proses pengirimannya," jelas Karlina. 

Meskipun begitu, Karlina tetap berharap dapat melebarkan sayap hingga bisa menyentuh berbagai wilayah di Indonesia. Selain itu, Avocadron juga terbuka bagi reseller. 

#ChangeMaker

Simak Video Berikut

What's On Fimela
Loading
Artikel Selanjutnya
Kombinasi Bahan Alami untuk Meluruskan Rambut Mengembang