Sukses

Lifestyle

Berani Berubah: Lepas dari Zona Nyaman Sebagai Karyawati Sebuah Media, Nissa Bangun Bisnis Sukses di Bidang Dekorasi

Fimela.com, Jakarta Kondisi terkadang membuat seseorang berani keluar dari zona nyaman dan berani melangkah untuk raih kesuksesan yang lebih dari sebelumnya. Hal ini terbukti dari kisah Nissa Pressinawangi. Seorang calon ibu muda yang kini berhasil bangun bisnis dekorasi bernama Kembang Rupa.

Berawal dari akhir tahun 2016, saat itu Nissa masih menjadi karyawan di sebuah media. Namun kondisi perekonomian kantor yang menjadi zona nyamannya sudah tidak lagi kondusif. Kala itu, selama 3 tahun Nissa sudah merasa tidak nyaman secara finansial akibat masalah internal kantor.

Kondisi tersebut bahkan sudah tak lagi kondusif. Load kerja yang semakin banyak, dengan tim yang sedikit, disertai jam kerja yang terus menuntut dirinya lembur, membuat kesehatan dirinya terkena dampak. Alhasil, Nissa mengalami Tifus dan harus istirahat hingga kesehatannya pulih.

Mulai memikirkan peluang usaha lain

Selama masa istirahat, Nissa mulai memikirkan masa depannya. "Kayaknya sudah harus mencari tempat kerja lain, tapi kalau kantoran, pasti ada up and down lagi kayak gini," ungkap Nissa kepada Tim Fimela.com.

Alhasil, ia mulai mengulik peluang yang bisa dikerjakan sesuai dengan minatnya. Bagaikan sebuah takdir, saat itu, sang sepupu yang kini menjabat sebagai Head of Finance di Kembang Rupa memperkenalkan Nissa dengan insan kreatif lainnya, yaang kini menjadi Head of Production di Kembang Rupa. Sejak saat itu, Nissa merasa langsung 'klik' dan yakin 100% untuk bisa membangun Kembang Rupa sebagai bisnis dekorasi.

Tekad resign sudah bulat dan akhirnya Nissa mengajukan pengunduran diri dari perusahaan ia bekerja. Lalu, Nissa menempuh pendidikan S2 di Magister Managemen UI, Marketing, untuk mempelajari metode bisnis yang benar dan terstruktur, guna membangun Kembang Rupa. "Biar afdol, kreatifnya sudah dapet di S1, bisnisnya juga belajar di S2." cerita Nissa.

Kecintaan Nissa pada dunia crafting sudah ada sejak ia kecil. Bahkan ia juga menempuh pendidikan S1 di ITB, Fakultas Seni Rupa dan Design (FRSD). Sejak kuliah, ia sudah terbiasa menciptakan produk, membuat moodboard, dekorasi area display sesuai ambiance, dan hal lainnya yang membuat ia paham dengan dunia dekorasi dan penciptaan produk.

Dimulai di tahun 2016 dengan tiga karyawan

Hal ini yang membuat ia semakin yakin untuk mendirikan Kembang Rupa di tahun 2016 dengan anggota tiga karyawan. Saat itu, Nissa menempati posisi sebagai marketing dan kreatif. Sang partner sebagai produksi dan kreatif, dan satu lagi adalah bagian keuangan yang bekerja remote dari Jogja.

Prosesnya cukup seru, satu tahun pertama adalah momentum untuk eksplorasi pasar dan adaptasi, dengan mencari brand image serta konsep bisnis. Klien yang datang masih personal, dimulai dari hampers, seserahan, buket bunga kertas, dan backdrop bunga yang sederhana.

"Kadang rela untung sedikit demi portofolio. Bahkan lamaran saya juga menggunakan dekorasi sendiri dari Kembang Rupa, untuk dijadikan tambahan portofolio," imbuhnya. Binis kian berkembang berkat koneksi dan dasar dekorasi yang dimiliki. Kebetulan pernah bekerja di media dan kuliah di fakultas desain, membuat Nissa memiliki koneksi dengan stylist, fotografer, sesama redaktur, brand, dan divisi kreatif lainnya. Hal ini yang membuat Kembang Rupa terus berkembang.

Hingga di tahun 2017 Kembang Rupa memantapkan diri sebagai 'paper artisan' sehingga beda dengan kreasi bunga kertas lainnya. Dan kesempatan emas datang dari kantor tempat Nissa pernah bekerja. Saat itu, dibutuhkan properti bunga peony untuk pemotretan cover dengan selebriti Dian Sastrowardoyo.

Kesempatan emas datang

Dan sejak saat itu brand awareness terhadap Kembang Rupa meningkat dan tawaran kerjasama dengan brand mulai berdatangan bahkan mall bergengsi di jakarta juga mulai melirik Kembang Rupa. Tantangan semakin seru dengan konsep-konsep yang lebih artsy dan tidak biasa, dengan model bunga berukuran besar, yang akhirnya Kembang Rupa memiliki ciri khas dan identitas brand yang kuat.

Saat ditanya tentang kunci kesuksesan? Nissa menjawab jika menciptakan kreasi “PALUGADA” alias "apa lu mau gua ada," jawabnya. Ia tidak pernah menolak permintaan klien dan selalu berusaha mewujudkannya dengan sebaik mungkin dan tetap relate dengan konsep Kembang Rupa.

Di tengah berkembangnya bisnis di era digital, Kembang Rupa fokus memanfaatkan untuk platform digital yang paling efektif untuk menjangkau segmentasi pasar sebagai tools marketing. Hingga saat ini, Kembang Rupa menggunakan Instagram sebagai media komunikasi, branding, dan digital WOM Marketing utama untuk menampilkan portofolio kreasi yang disusun secara terstruktur, menarik dari segi caption. Ia juga tak lupa menggunakan tagar, tag, dan mention pihak terkait guna menyebarluaskan kreasi dan penggunaan Ads secara berkala. 

Mengalami banyak hal tidak terlupakan

Saat ditanya pengalaman berkesan, Nissa menjawab banyak kejadian yang membuat pekerjaan di Kembang Rupa selalu seru dan menantang. Di saat belum memiliki karyawan, ia harus mengerjakan klien di sebuah Mall di Jakarta. Menafaatkan pacar masing-masing untuk dikerahkan sebagai bala bantuan, dan pernah juga memasang isntalasi mulai dari jam 10 malam hingga 04.30 pagi, lalu ia harus lanjut kuliah, dan yang lainnya lanjut bekerja.

Namun kesuksesan tersebut tentu menjadi pemanis dalam pengalamannya membangun Kembang Rupa. Begitu juga mengenai hal tersulit. Menurut Nissa mencari SDM adalah hal tersulit mengingat bisnis yang dijalankan di jasa 100% handmade. Menurutnya, kesabaran adalah kunci. "Patience is the key!."Pungkasnya.

Tips memulai bisnis dari Nissa

Bagi Sahabat Fimela yang baru menjalani bisnis, Nissa berbagi tips agar bisnis yang kamu jalani bisa berkembang.

1. Mulai saja dulu.

2. Jalani bisnis sesuai minat biar tidak menjadi beban.

3. Temukan core bisnis agar lebih terarah.

4. Kelola dan sejahterakan SDM.

5. Hindari zona nyaman dengan terus bereksplorasi dan berinovasi.

6. Jangan takut unutuk expand dan kuasai segmen pasar secara bertahap.

7. Jalin relasi dengan segmen sesama pebisnis kreatif, dengan mengusung konsep simbiosis mutualisme.

Dengan cara di atas, maka kamu bisa menjalani bisnis dengan lebih baik dan kesuksesaan tak hanya sekedar impian. Penasaran degan kreasi-kreasi dari Kembang Rupa? Cek akun Instagram Kembang Rupa di @kembangrupa.

#ChangeMaker

What's On Fimela
Loading
Artikel Selanjutnya
Diary Fimela: Cerita Fresh Graduate Membangun Bisnis Lokal Sepatu Bersama Sang Ayah di Masa Pandemi
Artikel Selanjutnya
Bicara tentang Pentingnya Inovasi untuk UMKM di IdeaFest 2021