Sukses

Lifestyle

Mengulik Inspirasi 3 Pebisnis Singapura yang Sukses Hidupkan Brand Lokal di Muslimah Creative Stream Fest 2021

Fimela.com, Jakarta Cerita inspiratif yang dibagikan kepada sesama perempuan selalu punya kekuatan tersendiri untuk memberikan motivasi. Hal ini juga yang bisa kamu temukan dalam gelaran Muslimah Creative Stream Fest 2021 yang hadir kembali tahun ini dengan mendapatkan dukungan penuh dari Singapore Tourism Board (STB) sebagai Official Muslim Friendly Destination Partner.Baca terus artikelnya supaya kamu bisa mendapatkan insight baru dari mereka, Sahabat Fimela!

Bagi yang mencari inspirasi tentang bisnis, kenalan dulu dengan 3 sosok perempuan inspiratif asal Singapura yang sukses membangun brand lokal mereka. Ada Denise Deanna, Oniatta Effendi, dan Fatimah Mohsin yang membagikan perjuangan dan kisah menarik selama membangun bisnisnya dalam gelaran Muslimah Creative Stream Fest 2021 yang berlangsung pada 23-25 April 2021 lalu. Seperti apa sih cerita inspiratif yang mereka bagikan? Baca terus artikelnya supaya kamu bisa mendapatkan insight baru dari mereka, Sahabat Fimela!

Berawal dari Banker, Denise Deanna Ceritakan Prawn Mee Halal Buatannya yang Populer di Singapura

Dalam Muslimah Creative Stream Fest 2021 hari pertama, Denise Deanna menceritakan jika dirinya dulu adalah seorang banker dalam kurun waktu yang lama walaupun itu bukan passion-nya. Namun, setelah mengikuti sang suami di Singapura, Denise memulai mencari pengalaman dalam bidang F&B.

"Kerja di Bank bukanlah passion utamaku, aku kerja di sana untuk mencari uang. Setelah aku mengikuti suami, aku mulai untuk mencari pengalaman dalam dunia kuliner dan menemukan sesuatu yang unik dari Prawn Mee," ungkap Denise.

Ia adalah seorang mualaf ketika memutuskan untuk menikah dengan suaminya. Hal ini menjadi salah satu aspek untuk menjadikan menu Prawn Mee ini disajikan dalam versi halal. Ia pun membangun Deanna's Kitchen, yaitu restoran seafood pilihan bersertifikat halal dari mie udang yang sudah berdiri sejak tahun 2017. Namun, bukan hal yang mudah memodifikasi resep Prawn Mee agar bisa dikonsumsi umat muslim. Butuh perjuangan panjang untuk berhasil menemukan resep yang pas.

"Bahan asli dari Prawn Mee ini terdapat bahan non-halal dalam prosesnya untuk menciptakan rasa yang khas. Namun, untuk menjadikan versi halal, aku ganti tulang babi ini dengan tulang ayam dan tambahan bumbu lainnya dan ternyata aku menemukan rasa yang unik dan enak," ujar Denise

Salah satu hal yang membuat Denise yakin dengan Prawn Mee ciptaannya bisa difavoritkan di Singapura adalah makanan halal bisa dimakan oleh siapa saja. "Membuat makanan halal membuatku merasa nyaman karena dengan adanya menu halal ini bisa menyatukan semua kalangan dan tentu saja bisa dimakan oleh semua orang," tambah Denise.

Wilayah Singapura yang dekat dengan tanah air membuat Denise Deanna sempat beberapa kali berkunjung ke Indonesia. Dia menjelaskan bahwa banyak makanan Indonesia yang sangat enak dan bikin nagih. Namun makanan lain yang membuat Denise terkesan dengan Indonesia adalah bakso. Bahkan ia menjelaskan jika ingin berkolaborasi dengan chef asal Indonesia untuk menciptakan varian Prawn Mee Bakso.

"Sebenarnya aku ingin berkolaborasi dengan chef asal Indonesia, karena aku bercita-cita untuk menciptakan menu Prawn Mee dengan Bakso," imbuh Denise.

Menginjak bulan Ramadan seperti sekarang ini, menurutnya momen tersebut adalah masa-masa yang paling menyenangkan saat berada di Singapura. "Banyak sekali street food hingga restoran yang menyajikan makanan halal. Kamu bisa menemukan nasi ayam, makanan India, kari, dan semua makanan khas yang muncul saat Ramadan. Inilah yang paling aku suka ketika Ramadan tiba," ungkap Denise bahagia.

Selain kuliner, Denise Deanna juga mengatakan jika destinasi wisata di Singapura menjadi sangat indah jika dikunjungi saat Ramadan. Dirinya menjelaskan jika Kampong Gelam dan Geylang Serai menjadi yang paling favorit.

"Hal yang paling aku suka dari Ramadan adalah banyaknya kebahagiaan yang hadir di bulan ini. Terlebih Kampong Gelam dan Geylang Serai yang sungguh indah dengan suasana kampong yang khas, seperti keramahan warga, banyaknya kuliner. Suasana ini bahkan bisa membuat agenda ibadah tetap khusyuk dengan kehangatan yang hadir di setiap tempat," tutup Denise.

Jatuh Cinta pada Batik Nusantara, Oniatta Effendi Membawanya hingga ke Singapura

Hari kedua Muslimah Creative Stream Fest 2021 nggak kalah menarik dan inspiratif. Ada sesi talkshow bersama pebisnis asal Singapura, Oniatta Effendi, yang memberikan banyak insight baru buat para Muslimah pecinta fashion. Oniatta adalah pendiri brand Baju by Onitta dan Galeri TokoKita. Produk yang ia kembangkan ternyata istimewa banget, yaitu batik yang berasal dari Indonesia!

Meskipun lahir dan besar di Singapura, tapi Oniatta ternyata punya ikatan batin yang cukup kuat dengan Indonesia, khususnya batik. Ia sendiri memiliki darah keturunan Semarang dan Medan yang berasal dari kakek dan neneknya. Meskipun begitu, memulai bisnis batik ternyata bukan hal yang mudah bagi pebisnis yang sudah mencetak banyak prestasi tersebut.

“Baju by Oniata mulai di tahun 2016. Saya suka sekali sama batik dan terobsesi. Saya membeli batik untuk menyatukan potongan-potongan batik untuk membuat pakaian. Dan saya mulai dengan 12 batik yang saya buat menjadi Celana Utama, karena ini adalah first design ya. Nah, dalam 7 hari itu saya menjual semuanya dan masih belum tahu harus bagaimana selanjutnya. Saya naik pesawat ke Jakarta lalu melakukan road trip ke Cirebon. Ini menjadi perjalanan yang menarik karena sekarang saya nggak beli di toko batik lagi, saya langsung ke pengrajin,” cerita Oniatta dalam event live streaming tersebut.

Ia pun mengembangkan bisnisnya berdasarkan passion dan kecintaannya terhadap kain tradisional. Saat ditanya kenapa memilih batik, perempuan yang juga bekerja sebagai dosen jurusan teater ini sebenarnya juga sering melontarkan pertanyaan yang sama kepada diri sendiri. Tapi, ia kemudian menemukan jawabannya mungkin kecintaan ini merupakan warisan dari kedua orang tuanya.

Rasa cinta yang ia rasakan terhadap batik bersifat universal. Ia menyukai banyak motif batik yang kaya akan filosofi, hal ini juga yang ingin diusung ke dalam usaha yang sedang dibangunnya tersebut.

"Tren fashion sekarang berubah menjadi fashion revolution, mengalami revolusi. Fast fashion mungkin akan tetap ada, tapi slow fashion seperti batik ini menemukan suaranya. Saya pikir inilah suara yang ingin saya berikan kepada brand saya. Saya ingin bercerita tentang motifnya, simbolismenya, dan saya senang sekali membaca dan mempelajarinya. Itu akan membuat batik lebih dihargai karena orang-orang akan jatuh cinta dengan cerita dan pengetahuan tersebut," lanjutnya.

Baju by Oniatta sendiri sudah melahirkan berbagai koleksi sejak pertama kali berdiri. Yang terbaru mengusung tema Lingkaran, terinspirasi dari kepindahan tokonya ke Kampong Gelam. Oniatta pun bercerita bahwa kehadiran batik di Kampong Gelam cukup kuat di masa lalu sehingga membawa tokonya ke tempat tersebut seperti membawa pulang batik ke tempat asalnya. Koleksi ini sendiri menampilkan batik nitik dari para pengrajin di Bantul, Yogyakarta.

Menariknya, saat ditanya tentang siapa sosok yang ingin ia lihat menggunakan koleksinya, ada 2 tokoh asli Indonesia yang disebutkan. Yang pertama adalah Menteri Keuangan Republik Indonesia, Sri Mulyani. Oniatta sangat kagum pada sosoknya yang menjadi salah satu tokoh paling berpengaruh dalam bidang keuangan. Selain itu, Oniatta juga ingin melihat aktris sekaligus penyanyi Bunga Citra Lestari menggunakan koleksi batik dari brand-nya sendiri.

Terakhir, saat ditanya tentang rekomendasi Oniatta buat masyarakat Indonesia yang ingin pelesir ke Singapura setelah pandemi berakhir, ia berharap orang-orang mampir ke Galeri TokoKita.

"Saat Anda sudah bisa ke sini, saya harap Anda bisa ke Galeri TokoKita. Saya selalu senang bertemu orang Indonesia di toko saya. Selain itu silakan ke Kampong Gelam karena ini merupakan area luar biasa. Kita bisa minum-minum di kafe terdekat karena banyak rekomendasi tempat makan halal di sini. Sebut saja mau makan apa, nanti saya secara personal akan mengantar Anda ke sana," pungkasnya.

Dari Bridal hingga Kuliner, Fatimah Mohsin Bagikan Inspirasi Sukses Jadi Pebisnis Hebat di Singapura

Di hari ketiga, Muslimah Creative Stream Fest 2021 menghadirkan sosok inpiratif lain yang juga sama hebatnya dari Singapura, yaitu Fatimah Mohsin. Ia merupakan pemilik Fatimah Mohsin The Wedding Gallery dan perusahaan dekorasi rumah Propupstore. Hadir secara virtual, Fatimah pun membagikan perjalanan bisnisnya selama 20 tahun terakhir.

"Hampir 20 tahun lamanya saya menjadi pengusaha, mulanya sebagai make-up artist, walau lulusan fashion merchandising and design. Selama 20 tahun lamanya saya menekuni bisnis bridal dengan mendirikan Fatimah Mohsin The Wedding Gallery, kemudian 5 tahun terakhir saya merambah bisnis Home Décor dengan mendirikan Propupstore, lalu sejak 6 bulan belakangan saya juga membuka bisnis Food & Beverage (F&B) dengan membuat 555 Halal Thai yang fokus ke makanan khas Thailand halal di Gallop Kranji Farm Resort," jelas Fatimah.

Lebih lanjut, Fatimah menjelaskan jika kunci kesuksesannya sebagai pengusaha terletak pada berani membangun koneksi dan relasi bisnis. "Saya percaya pada marketing, sekalipun dulu nggak ada media sosial, tetapi saya aktif membangun koneksi dengan bersosialisasi, terutama pada setiap oang yang saya temui, lalu saya ajak ngobrol dan tanya satu-satu. Bahkan, selama menjadi make-up artist saya juga sering menjalin relasi dengan program televisi, baik di Singapura, Malaysia dan Indonesia. Sosialisasi ini pun tetap saya pertahankan, bedanya kalau sekarang lewat media sosial. Saya banyak menjalin interaksi untuk membangun bisnis dengan para follower di media sosial," imbuhnya.

Fatimah kemudian menjelaskan tren bisnis bridal di Singapura selama pandemi ini. "Pandemi membuat tren bisnis bridal kembali lagi seperti di awal. Maksudnya begini, sebelum pandemi photoshoot biasanya banyak dilakukan di luar negeri, seperti Bandung dan Bali yang jadi lokasi favorit, tetapi karena pandemi tak bisa ke mana-mana, jadi trennya kembali ke foto studio. Selain itu, tren pernikahan di Singapura sekarang ini juga lebih ke intimate wedding dengan 100 tamu undangan dari orang terdekat serta tempat yang cantik. Ini karena larangan mengadakan acara dengan tamu undangan dalam jumlah besar masih berlaku akibat pandemi, tetapi tak memutus asa untuk lanjut resepsi di tengah pandemi," ungkap Fatimah menjelaskan.

Bicara tentang bisnis Home Décor, Fatimah mengungkapkan jika awalnya bersifat musiman saat Ramadan, "Awalnya fokus pada musim Ramadan saja karena biasanya orang suka menghias rumah jelang hari raya, ternyata peminatnya besar, baru kemudian fokus lebih serius dengan membuka ecommerce di Propupstore.sg. Alhamduillah, bisnis ini pun bisa membuat bisnis saya bertahan, ketika bisnis bridal sedang lesu selama pandemi."

 

Sementara untuk bisnis F&B ia menjelaskan kenapa namanya 555 Halal Thai termasuk alasan memilih membuka restoran di Gallop Kranji Farm Resort. "Nama 555 dalam bahasa Thai artinya HaHaHa, jadi harapannya pengunjung yang datang ke sana selalu happy. Lokasi memilih Kranji, karena nuansa countryside sangat kental, sejuk dan bisa bikin mood kembali membaik dengan alam yang hijau. Kami juga menghadirkan juru masak asal Thailand, sehingga makanan Thailand yang disajikan benar-benar khas, tetapi terjamin kehalalannya," imbuh Fatimah.

Tak lupa Fatimah juga membagikan tips bagaimana sukses berbisnis seperti dirinya, "Di awal-awal tentu ada saja tantangannya, terutama sulitnya membagi waktu dengan keluarga. Bahkan saya sempat break 2 tahun demi fokus ke keluarga. Namun, pada akhirnya keluarga bisa memahami saya seorang pebisnis, sehingga memberikan dukungan penuh. Yang paling penting selalu ambil sisi positifnya, agar selalu bersemangat berbisnis."

Fatimah juga menambahkan agar tak mudah berpuas diri. Jika mampu mengembangkan bisnis seperti dirinya, maka lakukan. Kemudian, untuk pegawai, selalu bangun relasi kerja yang baik. "Selalu ciptakan suasana kekeluargaan, jangan merasa bos lalu semena-mena kepada para pegawai. Jika perlu ajak traveling bersama, makan-makan bersama, sekaligus libatkan keluarga mereka yang potensial untuk direkrut sebagai pegawai baru," ungkapnya menambahkan.

Selain itu, untuk bisnisnya ke depan, Fatimah berharap bisa memperluas pangsa pasar dari brandnya ke Indonesia. Apalagi ia tengah menjajaki kerjasama dengan para perajin Home Décor di Bandung dan Yogyakarta juga. Hanya memang perlu menunggu pandemi reda untuk merealisasikan rencananya.

Di akhir segmen, Fatimah juga merekomendasikan bagi wisatawan Indonesia yang ingin berwisata ke Singapura usai pandemi nanti. "Cobalah datang ke Kranji, karena suasana pedesaan di sana sangat damai. Lalu, mampirlah ke 555 Halal Thai di Gallop Kranji Farm Resort, karena kami menyediakan makanan khas Thailand seperti steam fish dan lainnya, lengkap dengan suasana yang sama. Bahkan, sambil tutup mata terasa liburan di Thailand," pungkasnya.

Itulah berbagai kisah inspiratif yang dibagikan oleh 3 perempuan hebat asal Singapura di acara Muslimah Creative Stream Fest 2021. Melalui kisah inspiratif para pebisnis wanita dari Singapura ini, semoga dapat menginspirasi passion-mu dan menghidupkan kembali impianmu untuk bisa berlibur kembali ke Singapura. Kamu dapat menonton siaran ulangnya melalui kanal Youtube SCARF Media.

#SingapoReimagine #PassionMadePossible #VisitSingapore

What's On Fimela
Loading