Sukses

Lifestyle

5 Alasan Usia Bukan Satu-satunya Tolok Ukur Kedewasaan Seseorang

Fimela.com, Jakarta Bertambahnya usia seringkali dikaitkan dengan bertambahnya kedewasaan seseorang. Ada yang menganggap usia sebagai satu-satunya tolok ukur kedewasaan, tapi nyatanya seseorang yang lebih tua belum tentu lebih dewasa dari seseorang yang lebih muda. Kedewasaan bukan hanya perkara patokan angka dalam usia.

Kita semua berproses dan terus bertumbuh dalam hidup. Kedewasaan bahkan menjadi hal yang terus kita tingkatkan dari waktu ke waktu. Dari ragam pengalaman, pemahaman, dan pelajaran yang kita dapat, sebentuk kedewasaan bisa hadir dengan sendirinya.

1. Keberanian dalam Membuat Perubahan Memengaruhi Kedewasaan

“Maturity is when you stop complaining and making excuses, and start making changes.”― Roy T. Bennett, The Light in the Heart

Kedewasaan seseorang bisa sangat dipengaruhi dalam keberaniannya dalam membuat perubahan dalam hidup. Tidak lagi protes atau membuat alasan yang mengada-ada ketika dihadapkan pada situasi sulit. Namun, punya kemampuan dan keberanian untuk membuat perubahan yang lebih baik.

2. Pengalaman Hidup Membentuk Tingkat Kedewasaan Seseorang

“Maturity is when your world opens up and you realize that you are not the center of it.”― M.J. Croan

Ada yang usianya masih muda tapi sudah sangat bijak dalam memahami kehidupan. Dari sisi usia, dia mungkin lebih muda dibandingkan orang-orang dis sekitarnya tapi dia bisa lebih tenang ketika dihadapkan pada permasalahan hidup. Pengalamannya yang sudah banyak dalam menghadapi jatuh bangun hidup telah membentuk tingkat kedewasaannya. Seringkali yang membuat seseorang lebih dewasa adalah karena banyaknya pengalaman yang ia dapatkan semasa hidupnya. 

3. Kemampuan Membuat Pilihan Bisa Membuat Seseorang Lebih Dewasa

“Maturity is when you stop complaining and making excuses in your life; you realize everything that happens in life is a result of the previous choice you’ve made and start making new choices to change your life.”― Roy T. Bennett

Saat seseorang sudah lebih berani dalam membuat pilihan-pilihan hidup, saat itulah dia sudah lebih dewasa. Dia menyadari ada tanggung jawab yang harus ia emban dari setiap pilihan itu. Sehingga ketika sudah membuat pilihan, dia memberikan prioritasnya pada hal itu. Tak lagi bermain-main atau malah cuek dengan pilihan yang sudah dibuat.

4. Kebijaksaan Bisa Jadi Parameter Kedewasaan

“Maturity is achieved when a person accepts life as full of tension.”― Joshua Loth Liebman

Kedewasaan bisa diperoleh saat seseorang menerima hidup seutuhnya. Menyadari bahwa ada hal-hal yang tak bisa dikendalikan, sehingga tidak mudah stres ketika tidak mendapat yang diinginkan. Cara seseorang memandang sesuatu dengan kerendahan hati dan dan kebijaksanaan dapat menjadi parameter kedewasaannya.

5. Kedewasaan Bisa Tersusun dari Luka dan Kecewa

Tak jarang seseorang yang pernah terluka dan kecewa begitu dalam akan menjadi sosok yang paling dewasa dalam menyikapi  kehidupan. Pengalaman dan pelajaran pahit menempanya menjadi pribadi yang lebih kuat. Sebab seringkali satu-satunya orang yang bisa membuat kita bangkit dari keadaan terpuruk adalah diri kita sendiri. 

Kalau menurut Sahabat Fimela sendiri, apa faktor yang memengaruhi kedewasaan seseorang? 

#ElevateWomen

What's On Fimela
Loading
Artikel Selanjutnya
5 Sikap yang Membuatmu Jadi Perempuan Menjengkelkan, Hindari ya!
Artikel Selanjutnya
5 Cara agar Tidak Menjadi Perempuan yang Membosankan