Sukses

Lifestyle

Solo adalah Awal Kebahagian yang Kuimpikan

Fimela.com, Jakarta Setiap kali kita melakukan perjalanan, selalu ada cerita yang berkesan. Bepergian atau mengunjungi sebuah tempat memberi kenangan tersendiri di dalam hati. Tiap orang pastinya punya pengalaman atau kisah tak terlupakan tentang sebuah perjalanan, seperti tulisan Sahabat Fimela yang diikutsertakan dalam Lomba My Trip Story: Setiap Perjalanan Selalu Memiliki Cerita berikut ini.

***

Oleh:  Meliana Aryuni

Siapa sangka saya bisa sampai ke Solo. Bahkan berpikir memiliki pasangan orang Solo pun tidak pernah ada dalam benak saya. Nyatanya, pria idaman yang sekarang menjadi pendamping hidup saya ada orang Solo.

Saya belum pernah melihat secara langsung wajah calon suami saya. Wajah ibu dan bapak pun baru terlihat jelas ketika akad nikah. Setelah itu, saya tidak pernah lagi berjumpa dengan mereka. Setahun menikah, saya berniat untuk mengunjungi keluarga di Solo. Saya kumpulkan pundi-pundi uang gaji hanya untuk menjalani niat itu. 

Liburan kerja tiba, saya dan suami pulang ke Solo dengan bekal secukupnya. Perjalanan panjang yang melelahkan harus kami lalui selama 2 hari 2 malam melalui bus antarprovinsi. Kondisi bus menjadi tidak nyaman lagi. Bagian badan bus diisi dengan penumpang yang baru ketemu di jalan.

Betapa gerahnya saya saat itu. Satu baris ditempati oleh 3 orang. Saya duduk di dekat jendela dengan suami di tengah antara saya dan penumpang lain. Saya mau marah saat itu dan protes dengan kebijakan yang dilakukan oleh sopir dan kernet bus. Namun, apa daya, saya hanya pasrah sampai Solo.

Pertemuan saya dengan keluarga besar di Solo membuat saya melupakan kejadian di bus. Rasa penat dan rasa kecewa tadi berubah menjadi rasa terharu dan gembira. Akhirnya saya bisa bertatapan langsung dengan sanak saudara di sana.

Setiba di Solo, saya tidak membiarkan sehari pun tanpa jalan-jalan. Ternyata banyak tempat yang harus dikunjungi di Solo ini. Dengan berbekal keinginan yang kuat untuk mengunjungi setiap objek wisata, saya dan suami berjalan setiap hari. Perjalanan dimulai sejak pukul 8 pagi. Dengan menaiki motor butut milik bapak, saya diajak menaiki bukit, melewati sungai dengan udara khasnya. 

Dari cerita suami, saya tergugah untuk melihat Candi Ceto. Alangkah susahnya bagi saya untuk mencapai gerbang candi. Saya harus mendaki bukit, sedangkan motor butut bapak tidak bisa membawa kami ke atas. Alhasil, saya berjalan kaki  dari bawah ke puncak. Candi Ceto terletak di puncak bukit. Rasa lelah yang saya rasakan tadi tergantikan dengan melihat keindahan alam dari atas bukit. 

Bertemu dengan Keluarga

Perjalanan demi perjalanan harus saya resapi dan semuanya penuh makna. Apalagi saat berada di atas awan. Suami menyebutnya sebagai negeri di atas awan. Saat itu saya merasakan betul-betul berada di atas awan. Itu karena posisi tempatnya begitu tinggi sehingga kami seolah-olah ada di atas awan.

Bagi saya 10 hari untuk mengunjungi tempat-tempat di Solo masih terasa kurang. Ada satu daerah yang masih ingin saya kunjungi sampai ke bawah, yaitu Telaga Sarangan. Kami hanya bisa melihat birunya telaga dari atas karena kanpas rem motor bapak tidak cukup baik untuk melakukan perjalanan yang menukik tajam.

Sebenarnya masih banyak tempat yang belum saya kunjungi, tetapi waktu berlibur sudah habis. Saya pun harus merelakan pulang. Seperti halnya pergi, perjalanan pulang melalui mobil travel sama tidak menyenangkan dengan bus. Akhirnya kami  harus berhenti dan singgah ke Jakarta selama sehari. Mungkin karena perut saya merasa tidak enak selama perjalanan. 

Perjalanan dilanjutkan dengan menggunakan bus Damri. Ternyata, saya mendapatkan kenyamanan menaiki bus ini. Bus pemerintah yang tidak menaiki penumpang di tengah jalan. Pemandangan selama perjalanan pun bisa saya nikmati dari dalam bus.

Kapal besar yang mengangkut bus kami akhirnya berjalan. Kami keluar dari bus, lalu menuju geladak kapal. Perut saya terasa terguncang hingga membuat mual dan ingin muntah. Saya tidak menyangka bahwa itu adalah pertanda di rahim saya sudah ada janin.

Perjalanan berlibur ke Solo betul-betul membekas di hati saya. Bukan hanya pemandangannya, pertemuan dengan keluarga besar pun sangat menyenangkan. Namun, yang paling menyenangkan adalah hadirnya janin yang setahun lebih kami tunggu kehadirannya.

#ElevateWomen

What's On Fimela
Loading