Sukses

Lifestyle

Bantu Upaya Pemerintah untuk Digitalisasi UMKM dengan Aplikasi Pembayaran DANA

Fimela.com, Jakarta Usaha Mikro Kecil Menengah atau UMKM merupakan salah satu hal yang menjadi pilar penting dalam perekonomian Indonesia. Terutama di masa pandemi ini, ketika perekonomian Indonesia secara keseluruhan sedang merosot, UMKM hadir untuk membantu membangun pertumbuhan ekonomi lagi. 

Berdasarkan peta perekonomian Indonesia, sejak April 2021 lalu, perekonomian Indonesia mulai berangsur pulih karena bantuan dari UMKM yang secara tidak langsung menjadi penggerak pemulihan ekonomi. Dalam hal ini juga dipengaruhi daya beli masyarakat yang tinggi selama masa pandemi untuk produk-produk UMKM. 

“Sejak pandemi, terjadi penurunan omzet, terutama bagi para pelaku UMKM, hal ini juga dikarenakan orang-orang tidak ingin bertransaksi secara tunai, melainkan lebih merasa safe jika bertransaksi dengan online payment untuk meminimalisir penyebaran virus. Maka dari itu, DANA hadir untuk menyediakan platform layanan pembayaran, khususnya bagi para pelaku UMKM,” ujar Luqman Ibnu selaku Head of QR Operations DANA, dalam virtual press conference “DANA Sahabat UMKM Sapa Media” pada Jumat (17/9). 

Sejak 2019, DANA telah meluncurkan fitur layanan pembayaran bagi para pemilik usaha yang memiliki bisnis online maupun offline, yakni DANA Bisnis. Saat ini, terhitung sudah ada lebih dari 300 ribu UMKM di Indonesia yang bergabung dengan DANA Bisnis.

“300 ribu UMKM tersebut tersebar di seluruh Indonesia dari wilayah barat hingga timur. Namun, sampai saat ini Jabodetabek masih menjadi wilayah dengan jumlah mitra DANA Bisnis tertinggi,” tambah Luqman.

DANA Bisnis Membantu Bisnis UMKM Beralih Menjadi Digital

Dalam hal ini DANA Bisnis merupakan salah satu cara efektif demi membantu pertumbuhan ekonomi Indonesia dan membantu memaksimalkan bisnis UMKM terutama di masa pandemi. 

Hal ini juga sejalan dengan program pemerintah, khususnya Bank Indonesia yang menargetkan digitalisasi UMKM hingga mencapai 2 juta mitra hingga akhir tahun 2021. 

“Selain menjadi platform pembayaran, keunggulan dari DANA Bisnis ini dapat dimanfaatkan sebagai sarana penarikan dana secara langsung (real-time) maupun memperoleh laporan transaksi terkini. Maka dari itu, banyak UMKM yang beralih digital dan memilih menggunakan DANA karena kemudahan-kemudahan yang diberikan,” ujar Head of Government Relations DANA Felix Sharief dalam virtual press conference.

Berkolaborasi dengan Berbagai Pihak

Felix menjelaskan bahwa saat ini DANA telah melakukan kolaborasi dan kerja sama dengan berbagai pihak, yakni pemerintah pusat dan daerah, lembaga keuangan, serta kementerian demi menyukseskan gerakan nasional digitalisasi UMKM ini. 

“DANA juga memberikan arahan kepada para pelaku UMKM sesuai dengan arahan dan anjuran pemerintah dengan melakukan berbagai aktivitas, seperti talkshow, ataupun workshop yang menghadirkan skill-skill teknis yang menunjang keberlangsungan usahanya,” tambah Felix. 

Sosialisasi dan Edukasi Secara Berkala Demi Mengatasi Kendala UMKM

Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, DANA Bisnis hadir di seluruh Indonesia, tetapi belum menjangkau daerah-daerah terpencil, khususnya daerah di luar Pulau Jawa.

Tak bisa dipungkiri, masih banyak pelaku UMKM di daerah terpencil belum terpapar teknologi seperti seperti di kota-kota besar, dan masih bersikeras untuk menggunakan cara konvensional demi memasarkan produknya. 

Maka dari itu, pihak DANA melakukan beberapa upaya untuk sosialisasi untuk orang-orang di daerah terpencil, khususnya untuk sosialisasi terkait literasi digital. 

“Yang harus kami tekankan adalah sosialisasi terkait literasi digital terlebih dahulu kepada pelaku UMKM tersebut. Hal ini tentunya tidak kami lakukan sendiri, tetapi bekerja sama dengan putra-putri daerah pula, karena mereka yang lebih mengenal karakteristik daerahnya dan bisa mengoptimalkan upaya sosialisasi kami,” tutup Felix. 

Penulis: Chrisstella Efivania

#ElevateWomen

What's On Fimela
Loading
Artikel Selanjutnya
Viral UMKM Frozen Food Terancam Denda Rp4 M Gegara Jual Makanan Tanpa Izin BPOM
Artikel Selanjutnya
Diary Fimela: Modal Rp200 Ribu, Ibu Rumah Tangga Ini Raup Omzet Ratusan Juta dari Bisnis Camilan