Sukses

Lifestyle

5 Cara Lebih Nyaman dan Bahagia Menjadi Diri Sendiri

Fimela.com, Jakarta Dalam keseharian, mudah bagi kita untuk memakai "topeng" atau berpura-pura jadi orang lain supaya bisa diterima dan bisa memudahkan kita untuk berbaur dengan orang lain. Hanya saja kalau terlalu sering berpura-pura jadi orang lain, itu bisa membuat kita lelah sendiri. Bahkan merenggut kebahagiaan kita.

Belum terlambat untuk berupaya menghadirkan kenyamanan dan kebahagiaan dengan menjadi diri sendiri. Ada sejumlah upaya sederhana yang bisa kita coba agar kita bisa lebih bahagia menjadi diri sendiri apa adanya. Berikut uraiannya.

 

 

1. Rawat Diri dengan Baik

Mulai dari tidur yang cukup, pola makan sehat, kebiasaan olahraga rutin, dan sejumlah kebiasaan baik dan sehat bisa kita lakukan sebagai bagian dari upaya merawat diri. Merawat diri dengan baik akan membuat kita lebih nyaman dengan diri kita sendiri apa adanya. Makin kita memberi perhatian yang cukup untuk kondisi kesehatan kita, makin mudah kita mendapatkan kebahagiaan yang kita inginkan.

 

2. Ikuti Kata Hati

Mengikuti kata hati di sini adalah mencoba untuk melakukan hal-hal yang bisa membuat kita bahagia. Kita tak harus selalu mengikuti tren terbaru atau meniru orang lain untuk bahagia. Ada kalanya kita menemukan kebahagiaan terbesar justru saat kita melakukan hal-hal sederhana yang kita sukai.

3. Apresiasi Penampilan Sendiri

Merasa punya kekurangan fisik? Merasa ada fitur wajah yang tak sempurna? Apa pun penampilan kita yang merupakan bawaan dari lahir, kita perlu menerima dan mensyukuri semuanya. Tiap kali menatap cermin, apresiasi semua hal yang terpantul dari cermin. Memeluk dan menerima penampilan sendiri juga merupakan salah satu bentuk mencintai diri sendiri.

 

 

4. Nikmati Waktu Sendirian

Menyepi atau menyendiri bisa menjadi aktivitas yang menghadirkan kebahagiaan dan ketenangan. Apalagi bagi para introver, meluangkan waktu sendiri bisa bantu mengisi ulang energi. Marti Olsen Laney, Psy.D. dalam buku The Introvert Advantage mengungkapkan bahwa perbedaan mendasar antara kaum introver dan ekstrover terletak pada cara mereka mengisi ulang “baterai” yang mereka miliki. Kebanyakan ekstrover sangat senang berbicara, melakukan aktivitas, dan bekerja sama dengan orang lain. Sementara itu, kaum introver mengisi ulang tenaga dari dunianya sendiri—dunia yang berisi ide, emosi, dan kesan yang mereka terima. Baik introver maupun ekstrover bisa memanfaatkan waktu sendirian untuk rehat dan menghadirkan kenyamanan dalam diri.

 

5. Berdamai dengan Keunikan Diri

Kita mungkin berbeda dari orang lain. Ada hal-hal yang tak sama dengan orang-orang di sekitar kita. Daripada merasa kesal, marah, atau kecewa, mending kita berdamai dengan keunikan diri kita apa adanya. Kita diciptakan berbeda-beda, maka terima dan syukuri saja semua keunikan yang ada.

Semoga kita semua bisa merasa nyaman dan bahagia dengan menjadi diri sendiri, ya. Terima kasih sudah berusaha melakukan yang terbaik hingga saat ini.

#WomenforWomen

Loading