Sukses

Lifestyle

Jangan Sampai Salah, Ini 5 Fakta Mengenai Depresi yang Penting Diketahui

Fimela.com, Jakarta Depresi adalah penyakit mental kompleks yang dapat mempengaruhi cara berpikir, merasakan, dan aktivitas sehari-hari bagi penderitanya. Depresi sering disalahartikan sebagai perasaan sedih saja. Padahal depresi adalah kondisi medis yang kompleks yang diduga disebabkan oleh kombinasi faktor seperti genetik, biologis, psikologis, dan lingkungan.

Depresi bukanlah penyakit mental yang dapat disepelekan. Walaupun membutuhkan beberapa pengobatan khsus tergantung pada diagnosanya, depresi dapat diobati. Untuk memahami depresi lebih jauh, berikut 5 fakta mengenai depresi melansir dari Verywell Mind.

1. Disebabkan Oleh Banyak Faktor

Penyebab depresi tidak sepenuhnya dipahami. Kondisi kesehatan mental ini dipercayai merupakan kombinasi dari lima faktor, antara lain:

Genetika

Lebih dari 80 varian genetik telah diidentifikasi terkait dengan depresi. Penelitian menemukan bahwa ketika orang tua mengalami depresi, risiko anak mengalami depresi akan meningkat selama masa remaja dan berlanjut hingga dewasa. 

Hormon

Setiap fluks dalam produksi atau fungsi hormon seperti yang berhubungan dengan kehamilan, menstruasi, menopause, atau tiroid dapat menyebabkan depresi. Suatu penelitian menemukan bahwa perempuan yang ada dalam fase pra menopause memiliki kadar hormon testosteron yang lebih tinggi menyebabkan mereka mengalami gejala depresi yang lebih banyak.

Perubahan Musim

Perubahan musim dapat mengganggu ritme sirkadian tubuh. Hal ini dapat mengganggu tidur yang berkontribusi pada timbulnya perasaan tertekan. 

Stres dan Trauma

Mengalami kejadian traumatis, stres kronis, patah hati, hingga mengalami perubahan besar dalam hidup dapat memicu depresi. Peneliti mengatakan hal ini disebabkan tingkat hormon kortisol yang tinggi dan berpengaruh pada stres.

Zat pada Obat

Orang-orang dengan riwayat penggunaan obat yang mengandung zat tertentu lebih berisiko mengalami depresi. Penyebab potensial lain dari depresi termasuk adanya kondisi kesehatan fisik seperti penyakit ini kanker, diabetes, atau parkinson di mana obat yang diminum memiliki efek samping depresi. 

2. Depresi Lebih dari Perasaan Sedih

Merasakan sedih adalah hal normal dan merupakan bagian dari menjadi manusia. Namun, depresi adalah keadaan yang melampaui suasana hati yang tidak bahagia. Tanda-tanda depresi meliputi :

  • Perubahan nafsu makan, berat badan, dan pola tidur
  • Kesulitan dengan konsentrasi, memori, dan mengambil keputusan
  • Merasa cemas, putus asa, atau tidak berdaya
  • Perasaan sedih terus menerus dan hampa
  • Gejala fisik seperti sakit kepala, masalah pencernaan, dan nyeri tubuh yang tidak mereda dengan pengobatan
  • Lain sebagainya

3. Anak-anak dapat Mengalami Depresi

Tidak hanya pada remaja dan orang dewasa, anak-anak pun dapat mengalami depresi. Masa kanak-kanak membawa serangkaian stresornya sendiri seperti intimidasi oleh orang sekitar, perjuangan untuk penerimaan teman sebaya, stres dengan keadaan sekolah, hingga situasi orang tua. Beberapa tanda depresi pada anak meliputi :

  • Perubahan kebiasaan makan
  • Perubahan pola tidur dan suasana hati
  • Tidak lagi menikmati aktivitas yang mereka sukai
  • Tidak berenergi dan lain sebagainya

 

4. Depresi adalah Penyakit Nyata

Beberapa orang yang mengalami depresi merasa bahwa diri mereka lemah atau gila. Mereka mungkin bertanya-tanya apakah yang mereka rasakan adalah nyata. Apalagi bila depresi muncul tanpa dipicu oleh peristiwa negatif. Perlu diketahui bahwa depresi adalah kondisi kesehatan mental yang nyata. Para ahli bahkan menganggap depresi sebagai penyakit sistemik atau penyakit yang mempengaruhi seluruh tubuh bukan hanya otak. Faktanya, 16 juta orang dewasa mengalami depresi tanpa mengalami peristiwa negatif atau perubahan hidup.Individu-individu ini mengalami gangguan pada tingkat neurotransmiter normal dapat berkontribusi pada timbulnya episode depresi.

5. Depresi dapat Diobati

Ada beberapa pilihan pengobatan efektif yang tersedia untuk depresi. Perawatan bagi pengidap depresi harus disesuaikan dengan gejala dan kesehatan masing-masing orang. Kombinasi psikoterapi, pengobatan, dan perubahan gaya hidup sering digunakan untuk membantu meringankan gejala depresi.

Bila mengalami situasi, perubahan kontrol emosi, dan kondisi lainnya jangan ragu untuk periksakan pada ahlinya. Penanganan lebih cepat akan memberi pengobatan yang lebih optimal.

Penulis : Mufiidaanaiilaa Alifah S.

Loading