Sukses

Lifestyle

Care, Pameran Tunggal Patricia Piccinini di Museum MACAN Ceritakan Soal Hubungan dan Keintiman

Fimela.com, Jakarta Museum MACAN mengumumkan pameran tunggal perupa ternama asal Australia, Patricia Piccinini untuk pertama kalinya di Indonesia, yang akan dibuka untuk umum pada 25 Mei 2024. Berjudul CARE, pameran ini akan dikurasi oleh Tobias Berger, yang akan menampilkan lebih dari 40 patung ukuran hidup, 3 instalasi video berukuran besar, serta Celestial Field (2021), sebuah instalasi spektakuler yang terdiri dari ribuan bunga.

Museum of Modern and Contemporary Art in Nusantara (Museum Seni Modern dan Kontemporer di Nusantara – Museum MACAN) adalah museum seni modern dan kontemporer terdepan di Indonesia. Berlokasi di Jakarta, Museum MACAN adalah institusi yang memberikan akses publik terhadap koleksi seni modern dan kontemporer yang signifikan dan terus berkembang dari Indonesia dan seluruh dunia. Museum ini memiliki program pameran dan program publik yang aktif di fasilitas seluas 7.100 meter persegi.

Venus Lau, Direktur Museum MACAN, mengatakan, “Kami dengan bangga mempersembahkan CARE, pameran tunggal besar pertama Patricia Piccinini di Indonesia. Sebagai seorang perupa yang diakui secara global, Piccinini dikenal dengan visinya yang dapat menjelajahi isu-isu kritis dalam masyarakat kontemporer kita. Kami juga sangat senang dapat bekerja dengan Tobias Berger sebagai kurator untuk proyek ini.”

Patricia Piccinini membahas hubungan dan keintiman sebagai perasaan yang universal dalam pameran tunggalnya di Indonesia

Pameran tunggal besar pertama Patricia Piccinini yang berjudul CARE, merupakan pameran yang membahas mengenai hubungan dan keintiman sebagai perasaan yang universal dan terhubung dengan audiens dari mana saja, termasuk di Indonesia. Isu-isu global terkini mengenai ekologi dan hubungannya dengan keanekaragaman hayati serta bioteknologi juga menjadi gagasan utama dalam pameran ini.

Dikenal dengan karya patung makhluk khayali alami dan mekanis yang bergaya hiperealistis, praktik artistik Patricia Piccinini mengeksplorasi bentuk-bentuk baru mengenai tubuh, seksualitas, dan rasa welas asih. Karya-karyanya merefleksikan batas-batas yang semakin samar antara yang artifisial dan yang alami; mempertanyakan pemahaman kita mengenai hubungan dengan dunia sekitar dan memperlihatkan masa depan di mana manusia dan makhluk lain dapat hidup berdampingan, bukan hanya di ruang yang sama, tetapi juga dalam bentuk tubuh yang sama.

Piccinini memadukan material sintetis, seperti silikon dan serat kaca (fiberglass), serta plastik ABS, dengan bahan organik, termasuk rambut serta hewan taksidermi ke dalam patung-patungnya, untuk menghasilkan makhluk imajiner yang tampak surealis.

Pameran CARE mengajak pengunjung untuk melihat persilangan dari bentuk-bentuk kehidupan imajiner, menyentuh isu-isu berkelanjutan mengenai spesies yang terancam punah di Indonesia. Pameran ini juga akan diperkaya dengan konteks lokal lainnya.

Pemegang kunci seni kontemporer seantero Asia Pasifik, Tobias Berger, merupakan kurator dalam Pameran CARE mendatang

 

Tobias Berger memiliki latar pendidikan yang berakar pada sejarah seni dan ekonomi dari Ruhr-University Bochum, Jerman, diperkaya dengan pelatihan kuratornya di De Appel, Amsterdam, ikut berpartisipasi dan menjadi kurator dalam Pameran CARE.

CARE di MACAN adalah pengalaman seni visual yang imersif dalam berbagai aspek, sebuah perjalanan melalui ruang-ruang imajinatif, alam, dan ide-ide yang dihidupkan oleh sang perupa,” ucap Tobias Berger, kurator.

Patricia Piccinini, menambahkan, “Saya sudah lama memiliki impian untuk bekerja sama dengan Museum MACAN, dan tentunya sangat senang dapat membawa pameran yang luar biasa ini ke Jakarta. CARE adalah pameran besar pertama saya di Indonesia, dan Museum MACAN adalah tempat yang tepat untuk pameran ini karena ruangnya yang tidak hanya indah namun MACAN juga memiliki audiens yang beragam. Saya merasa CARE adalah sebuah kesempatan yang sangat baik untuk bisa terhubung dengan para pengunjung mengenai isu-isu yang mempengaruhi kita semua, mulai dari lingkungan hingga kehidupan urban kontemporer. Saya rasa, akan sangat menarik melihat bagaimana intensitas dari kota Jakarta bertaut dengan intensitas dari karya-karya yang akan ditampilkan nanti.”

 

 

 

Penulis: Miftah DK

#Unlocking The Limitless

Follow Official WhatsApp Channel Fimela.com untuk mendapatkan artikel-artikel terkini di sini.

What's On Fimela
Loading