Sukses

Lifestyle

Ahli Ungkap Kapan Sebaiknya Pohon Natalmu Diturunkan, Ada Faktor Keselamatan

ringkasan

  • Secara tradisional, pohon Natal sebaiknya diturunkan pada Malam Kedua Belas (5 Januari) untuk menghindari nasib buruk dan menandai berakhirnya musim perayaan.
  • Pohon Natal asli yang dibiarkan terlalu lama berisiko tinggi menyebabkan kebakaran karena mengering dan mudah terbakar oleh percikan kecil atau bohlam panas.
  • Pohon asli dapat dibuang melalui program daur ulang atau dikomposkan, sementara pohon buatan harus disimpan di tempat sejuk dan kering dalam tas pelindung untuk mencegah kerusakan.

Fimela.com, Jakarta - Musim liburan telah usai, namun pertanyaan klasik selalu muncul: kapan waktu ideal untuk menyingkirkan pohon Natal? Tradisi kuno dan pertimbangan praktis seringkali menjadi panduan utama bagi banyak orang. Ini bukan hanya soal keindahan, tetapi juga keamanan dan kepercayaan.

Sahabat Fimela, keputusan ini ternyata memiliki dasar yang beragam, mulai dari kepercayaan turun-temurun hingga saran para ahli keamanan. Memahami kapan sebaiknya pohon Natal diturunkan, menurut para ahli, penting untuk menjaga semangat liburan tetap positif. Mari kita telusuri lebih dalam panduan ini.

Artikel ini akan membahas secara tuntas kapan sebaiknya pohon Natal Anda diturunkan, menurut para ahli. Kita akan melihat panduan berdasarkan tradisi, alasan keamanan, serta tips praktis untuk pembuangan dan penyimpanan yang tepat. Informasi ini disadur dari Independent.co.uk.

Tradisi Malam Kedua Belas: Akhir Musim Perayaan

Menurut kepercayaan yang telah dipegang teguh selama berabad-abad, dekorasi Natal, termasuk pohon yang megah, sebaiknya diturunkan pada Malam Kedua Belas (Twelfth Night). Tanggal ini secara tradisional jatuh pada 5 Januari setiap tahunnya. Ini menandai penutupan resmi musim perayaan Natal.

Tradisi ini bukan sekadar kebiasaan biasa, Sahabat Fimela. Banyak yang percaya bahwa menunda penurunan dekorasi setelah Malam Kedua Belas dapat membawa nasib buruk. Oleh karena itu, tanggal 5 Januari menjadi patokan penting bagi mereka yang ingin mengikuti jejak leluhur.

"Tradisi menetapkan bahwa dekorasi Natal, termasuk pohon Natal, harus diturunkan pada Malam Kedua Belas, biasanya tanggal 5 Januari, untuk menandai berakhirnya musim perayaan dan menghindari nasib buruk." Ini menunjukkan betapa kuatnya pengaruh tradisi dalam menentukan kapan kamu harus menurunkan pohon Natal.

Dengan mematuhi tradisi ini, kita tidak hanya menghormati warisan budaya tetapi juga secara simbolis mengakhiri periode kemeriahan. Jadi, jika kamu bertanya kapan sebaiknya menurunkan pohol Natal, para ahli yang mempertimbangkan tradisi akan menjawab adalah Malam Kedua Belas.

Pertimbangan Keamanan: Bahaya Kebakaran Pohon Asli

Selain aspek tradisi, ada alasan yang sangat krusial terkait keselamatan, terutama bagi Sahabat Fimela yang menggunakan pohon Natal asli. Pohon-pohon pinus atau cemara asli cenderung mengering seiring berjalannya waktu setelah dipotong. Kondisi ini meningkatkan risiko bahaya secara signifikan.

Para ahli keamanan secara konsisten memperingatkan tentang potensi bahaya kebakaran yang serius. "Membiarkan pohon Natal asli berdiri terlalu lama menimbulkan bahaya kebakaran yang signifikan karena pohon tersebut mengering, dan para ahli memperingatkan bahwa pohon yang rapuh dapat terbakar dengan cepat bahkan hanya dari percikan api kecil atau bohlam yang terlalu panas." Ini adalah pengingat penting bagi kita semua.

Pohon yang kering dan rapuh bisa dengan sangat cepat terbakar hanya karena percikan api kecil atau bohlam lampu yang terlalu panas. Oleh karena itu, mempertimbangkan kapan sebaiknya menurunkan pohon Natal dari sudut pandang keamanan sangatlah vital. Keamanan keluarga harus selalu menjadi prioritas utama.

Semakin lama pohon asli dibiarkan berdiri di dalam rumah, semakin tinggi pula risiko kebakaran yang mengintai. Oleh karena itu, penurunan pohon Natal asli yang tepat waktu bukan hanya soal estetika, melainkan juga langkah preventif yang sangat penting.

Panduan Praktis Pembuangan dan Penyimpanan Pohon Natal

Langkah selanjutnya adalah bagaimana cara membuang atau menyimpan pohon tersebut dengan benar. Baik pohon asli maupun buatan memiliki metode penanganan yang berbeda dan perlu diperhatikan.

Untuk pohon Natal asli, program daur ulang dan dewan lokal biasanya menyediakan layanan khusus. "Dewan lokal dan program daur ulang biasanya menyediakan jangka waktu khusus untuk pengumpulan atau pengantaran pohon Natal, umumnya dari akhir Desember hingga pertengahan Januari, yang harus dipatuhi untuk pembuangan yang tepat." Manfaatkan fasilitas ini untuk pembuangan yang bertanggung jawab.

Jika kamu melewatkan jadwal pengumpulan, pohon asli masih bisa dimanfaatkan. "Jika waktu pengumpulan sampah oleh dewan kota terlewatkan, pohon asli dapat dikomposkan di kebun dengan memotongnya menjadi potongan-potongan kecil, sehingga secara alami dapat memberi nutrisi pada tanah dan satwa liar." Ini adalah cara ramah lingkungan untuk mengakhiri siklus hidup pohon.

Sementara itu, untuk pohon Natal buatan, penyimpanan yang tepat akan memperpanjang masa pakainya. "Untuk pohon buatan, disarankan untuk memadatkan dedaunan, mengikat bagian-bagiannya menjadi satu, dan menyimpannya dalam tas nilon tahan sobek yang tahan lama di tempat yang sejuk dan kering untuk mencegah kerusakan dan kelembapan." Pastikan pohon disimpan di tempat yang sejuk dan kering agar tidak rusak.

Follow Official WhatsApp Channel Fimela.com untuk mendapatkan artikel-artikel terkini di sini.

What's On Fimela
Loading