Sukses

Lifestyle

5 Cara Peregangan Betis untuk Mengurangi Rasa Pegal setelah Seharian Beraktivitas

Fimela.com, Jakarta - Sahabat Fimela, aktivitas yang padat bisa menyebabkan tubuh kita pegal-pegal. Salah satu bagian tubuh yang sering merasa pegal adalah betis kaki. Itulah sebabnya, kita perlu untuk mengatasi rasa pegal pada betis dengan peregangan sehingga kegiatan sehari-hari berjalan lancar tanpa hambatan.

Rasa pegal pada betis kaki bisa berkurang dengan melakukan peregangan sederhana. Dilansir dari medicalnewstoday.com, meregangkan otot betis secara efektif dapat membantu mengurangi ketegangan, pegal, dan nyeri pada area tersebut. Oleh sebab itu, bagi Sahabat Fimela yang sering merasa pegal di area betis, sangat dianjurkan untuk melakukan peregangan.

Gerakan peregangan sederhana untuk betis ini bisa dilakukan dengan mudah oleh Sahabat Fimela. Lalu, apa saja jenis peregangan betis yang bisa membantu mengurangi rasa pegal dan nyeri? Yuk simak pembahasan berikut agar Sahabat Fimela tidak merasa pegal-pegal pada area betis.

Jenis Peregangan Betis untuk Mengurasi Rasa Pegal

1. Peregangan betis dengan dinding 

Sahabat Fimela, ini adalah gerakan paling klasik dan mudah dilakukan di mana saja. Hanya perlu berdiri menghadap dinding, satu kaki di depan dan satu di belakang, lalu dorong tubuh ke depan sambil menjaga tumit kaki belakang tetap menempel di lantai. Selain itu, gerakan ini efektif untuk meregangkan otot betis utama (gastrocnemius) sekaligus membantu mengurangi rasa tegang setelah aktivitas seperti berjalan jauh atau olahraga. Selain itu, peregangan ini juga membantu meningkatkan fleksibilitas dan mencegah kram otot.

2. Peregangan Betis dengan lutut ditekuk

Gerakan ini mirip dengan peregangan betis dengan dinding, tetapi dengan sedikit perbedaan, yaitu lutut kaki belakang ditekuk. Posisi ini membuat peregangan terasa lebih dalam pada bagian bawah betis.Peregangan ini bermanfaat untuk menargetkan otot soleus (lapisan otot betis yang lebih dalam), sehingga membantu meredakan ketegangan yang sering muncul setelah berdiri lama atau aktivitas intens. Cocok untuk mengurangi kekakuan yang terasa “lebih dalam” di kaki.

3. Peregangan dengan handuk

Dilakukan dengan posisi duduk, kaki lurus ke depan, lalu handuk dililitkan pada telapak kaki dan ditarik perlahan ke arah tubuh. Gerakan ini membantu meregangkan betis secara lembut dan terkontrol, sehingga cocok untuk pemula atau saat otot terasa sangat kaku. Selain mengurangi ketegangan, peregangan ini juga membantu meningkatkan rentang gerak tanpa memberi tekanan berlebih.

4. Angkat tumit

Meski terlihat seperti latihan kekuatan, gerakan ini juga berfungsi sebagai peregangan dinamis. Kamu berdiri lalu mengangkat tumit setinggi mungkin dan menurunkannya kembali secara perlahan. Selain meregangkan, gerakan ini memperkuat otot betis sehingga lebih tahan terhadap kelelahan. Otot yang kuat dan fleksibel akan membantu mengurangi risiko cedera serta ketegangan setelah aktivitas fisik.

5. Peregangan dengan resistance band

Gerakan ini menggunakan resistance band untuk melatih gerakan kaki ke depan (plantarflexion) dan ke arah tubuh (dorsiflexion). Peregangan ini tidak hanya merilekskan otot betis, tetapi juga memperkuat area pergelangan kaki dan meningkatkan stabilitas. Hasilnya, kaki terasa lebih ringan dan tidak mudah tegang setelah aktivitas berat.

Sahabat Fimela, betis yang terasa pegal akibat aktivitas padat memang bisa mengganggu kenyamanan, tetapi kabar baiknya kondisi ini dapat diatasi dengan peregangan sederhana yang dilakukan secara rutin. Berbagai gerakan dan latihan dinamis lainnya tidak hanya membantu meredakan ketegangan dan nyeri, tetapi juga meningkatkan fleksibilitas serta kekuatan otot betis. Dengan membiasakan peregangan setelah beraktivitas, kaki akan terasa lebih ringan, rileks, dan siap kembali mendukung aktivitas harian tanpa rasa tidak nyaman.

Follow Official WhatsApp Channel Fimela.com untuk mendapatkan artikel-artikel terkini di sini.

Loading