Sukses

Lifestyle

7 Kebiasaan Unik Orang yang Terlihat Santai Tetapi Sebenarnya Sangat Perfeksionis

ringkasan

  • Perfeksionis terselubung tampak santai namun memiliki standar internal sangat tinggi.
  • Mereka cenderung merevisi pekerjaan diam-diam dan mengatur segala sesuatu dari jauh.
  • Sering menunda pekerjaan karena takut hasilnya tidak sempurna dan sulit menerima pujian.

Fimela.com, Jakarta - Tidak semua orang yang memiliki standar tinggi akan terlihat serius, terburu-buru, atau selalu sibuk memastikan segala sesuatu berjalan sempurna. Ada pula yang justru tampak santai, tenang, dan seolah mudah menerima keadaan, meski sebenarnya cukup keras dalam menilai diri sendiri.

Sikap seperti ini terkadang terlihat dari kebiasaan kecil dalam keseharian, terutama ketika berhadapan dengan pekerjaan, kesalahan, atau hasil yang belum sesuai harapan. Meski begitu, beberapa kebiasaan tersebut tidak serta-merta membuktikan seseorang adalah perfeksionis karena kecenderungan perfeksionisme dapat muncul dalam bentuk yang berbeda pada setiap orang.

Sahabat Fimela, berikut kebiasaan unik orang yang terlihat santai tetapi sebenarnya sangat perfeksionis, dilansir Fimela.com dari berbagai sumber, Selasa (15/9).

1. Terlihat Tidak Terburu-buru, tetapi Sering Menunda Memulai

Dari luar, orang ini mungkin terlihat santai ketika mendapatkan pekerjaan atau tanggung jawab baru. Namun, sikap tersebut terkadang bukan berarti tidak peduli terhadap hasil, melainkan bisa muncul karena terlalu memikirkan kemungkinan kesalahan atau kegagalan.

Melansir laman Verywell Mind, perfeksionisme dapat berkaitan dengan kebiasaan menunda pekerjaan (procrastination). Rasa takut gagal atau kekhawatiran bahwa sesuatu tidak akan dikerjakan dengan sempurna dapat membuat seseorang terlalu banyak berpikir hingga akhirnya sulit mulai mengerjakannya.

Karena itu, seseorang yang tampak santai dan tidak terburu-buru belum tentu benar-benar tidak memiliki tekanan dalam dirinya. Pada sebagian orang, penundaan justru dapat menjadi cara untuk menghindari kemungkinan mendapatkan hasil yang menurut mereka belum cukup baik.

2. Mengatakan Sudah Cukup, tetapi Diam-Diam Memeriksa Ulang

Orang dengan kecenderungan perfeksionis tidak selalu menunjukkan kegelisahan saat menyelesaikan sesuatu. Mereka bisa saja mengatakan pekerjaan sudah selesai dan terlihat santai, tetapi kemudian kembali memeriksa detail yang sebelumnya sudah dianggap beres.

Kebiasaan memeriksa ulang dapat muncul karena adanya dorongan untuk memastikan tidak ada kesalahan yang terlewat. Hal kecil yang mungkin tidak diperhatikan orang lain terkadang tetap terasa penting bagi mereka.

Dari luar, perilaku ini mungkin terlihat seperti ketelitian biasa. Namun, ketika pemeriksaan dilakukan berulang kali karena sulit merasa hasilnya sudah cukup baik, kebiasaan tersebut dapat berkaitan dengan kecenderungan perfeksionisme.

3. Terlihat Mudah Menerima Pujian, tetapi Lebih Mengingat Kekurangannya

Ketika mendapatkan pujian, mereka mungkin bisa tersenyum dan mengucapkan terima kasih tanpa menunjukkan keraguan. Meski begitu, setelahnya perhatian mereka justru dapat tertuju pada satu bagian yang menurut mereka masih kurang.

Misalnya, seseorang mendapat apresiasi karena menyelesaikan pekerjaan dengan baik, tetapi yang terus dipikirkannya justru kesalahan kecil yang terjadi selama prosesnya. Fokus terhadap kekurangan seperti ini dapat membuat pencapaian yang sebenarnya sudah baik terasa kurang berarti bagi dirinya sendiri.

Pola tersebut tidak selalu terlihat oleh orang di sekitarnya karena proses evaluasinya lebih banyak terjadi di dalam diri. Karena itu, seseorang bisa tampak percaya diri dan santai, padahal sebenarnya cukup kritis terhadap hasil yang dibuatnya.

4. Terlihat Fleksibel, tetapi Diam-Diam Memiliki Standar Pribadi yang Tinggi

Tidak semua orang yang perfeksionis akan menyampaikan standar mereka secara terbuka. Ada yang tetap bisa bersikap fleksibel dalam berbagai situasi, tetapi memiliki gambaran tertentu tentang seperti apa hasil yang menurut mereka benar-benar memuaskan.

Standar tersebut bisa berkaitan dengan pekerjaan, penampilan, hubungan dengan orang lain, maupun target pribadi. Ketika hasil akhirnya tidak sesuai dengan gambaran yang sudah terbentuk di pikirannya, rasa tidak puas dapat muncul meskipun orang lain menganggap hasil tersebut sudah sangat baik.

Standar tinggi sendiri bukan sesuatu yang otomatis menunjukkan perfeksionisme. Hal yang lebih perlu diperhatikan adalah ketika standar tersebut terasa sangat sulit dicapai dan membuat seseorang terus-menerus menilai dirinya berdasarkan kekurangan.

5. Terlihat Tenang Saat Melakukan Kesalahan, tetapi Terus Memikirkannya

Di depan orang lain, seseorang mungkin terlihat cukup tenang ketika melakukan kesalahan. Ia bahkan bisa mengatakan bahwa kesalahan tersebut bukan masalah besar, tetapi pikirannya masih terus kembali pada kejadian tersebut setelah situasinya berlalu.

Orang dengan kecenderungan perfeksionis dapat memiliki penilaian diri yang sangat kritis ketika sesuatu tidak berjalan sesuai harapan. Kesalahan kecil pun bisa menjadi bahan untuk mengevaluasi diri secara berlebihan.

Inilah yang membuat sikap luar dan pengalaman di dalam diri terlihat berbeda. Seseorang dapat tampak santai bagi orang lain, sementara dirinya sendiri masih sibuk memikirkan apa yang seharusnya dilakukan dengan lebih baik.

6. Tidak Banyak Mengeluh, tetapi Mudah Kecewa pada Hasil Sendiri

Sikap tenang tidak selalu berarti seseorang tidak memiliki ekspektasi tinggi. Ada orang yang jarang mengeluh atau menunjukkan tekanan kepada orang lain, tetapi diam-diam merasa kecewa ketika hasil yang diperoleh tidak sesuai dengan standar pribadinya.

Kekecewaan tersebut biasanya bukan semata-mata karena hasilnya buruk. Bisa jadi hasilnya sudah mendapatkan apresiasi dari orang lain, tetapi tetap terasa kurang bagi dirinya karena ada jarak antara pencapaian nyata dan hasil yang ia bayangkan sebelumnya.

Kecenderungan terlalu berfokus pada hasil dapat membuat seseorang sulit menikmati proses maupun pencapaian yang sudah diperoleh. Namun, pola ini tetap perlu dilihat secara menyeluruh dan tidak cukup digunakan untuk menyimpulkan bahwa seseorang pasti memiliki sifat perfeksionis.

7. Terlihat Tidak Ambisius, tetapi Diam-Diam Sangat Takut Gagal

Orang yang tampak santai tidak selalu benar-benar tidak peduli terhadap hasil. Pada sebagian orang, sikap tenang justru bisa berjalan berdampingan dengan kekhawatiran yang cukup besar terhadap kegagalan atau kemungkinan membuat kesalahan.

Ketakutan tersebut dapat membuat seseorang berusaha menghindari hasil yang dianggap tidak sempurna. Dalam situasi tertentu, hal ini bahkan dapat memengaruhi keberanian untuk mencoba, terutama ketika standar pribadi yang ditetapkan terasa sangat tinggi.

Karena itu, perfeksionisme tidak selalu tampak sebagai ambisi yang besar atau keinginan untuk menjadi nomor satu. Pada sebagian orang, kecenderungan tersebut justru dapat terlihat melalui kehati-hatian, keraguan, atau usaha menghindari kegagalan.

Di Balik Sikap yang Terlihat Santai

Sikap santai ternyata tidak selalu menunjukkan bahwa seseorang tidak terlalu memikirkan hasil. Pada sebagian orang, ketenangan yang terlihat dari luar justru berjalan bersama standar pribadi yang tinggi, kebiasaan mengevaluasi diri, dan kekhawatiran melakukan kesalahan.

Meski begitu, beberapa kebiasaan tersebut tidak bisa langsung dijadikan patokan untuk menyebut seseorang perfeksionis. Yang lebih penting adalah melihat pola secara keseluruhan serta apakah kecenderungan tersebut membuat seseorang sulit merasa puas dengan dirinya atau menikmati proses yang sedang dijalani.

Pertanyaan dan Jawaban Seputar Kebiasaan Unik Orang yang Terlihat Santai Tetapi Sebenarnya Sangat Perfeksionis

Apakah orang yang terlihat santai bisa memiliki kecenderungan perfeksionis?

Bisa. Perfeksionisme tidak selalu terlihat dari sikap serius atau keinginan untuk mengontrol segala sesuatu. Pada sebagian orang, kecenderungan tersebut justru terlihat dari cara mereka menetapkan standar tinggi, mengkritik diri sendiri, atau khawatir terhadap kesalahan.

Apakah kebiasaan menunda pekerjaan berarti seseorang perfeksionis?

Tidak selalu. Menunda pekerjaan bisa disebabkan oleh berbagai hal. Namun, jika penundaan muncul karena takut gagal, takut melakukan kesalahan, atau khawatir hasilnya tidak cukup baik, hal tersebut dapat berkaitan dengan kecenderungan perfeksionisme.

Apakah memiliki standar tinggi selalu berarti perfeksionis?

Tidak. Memiliki standar tinggi dapat menjadi hal yang positif selama masih realistis dan tidak membuat seseorang terus merasa gagal atau tidak pernah puas dengan pencapaiannya. Perfeksionisme lebih berkaitan dengan pola standar dan penilaian diri yang sangat tinggi hingga dapat mengganggu keseharian.

Follow Official WhatsApp Channel Fimela.com untuk mendapatkan artikel-artikel terkini di sini.

Loading