Fimela.com, Jakarta - Baper atau terbawa perasaan bisa muncul saat kamu menghadapi komentar, pesan yang belum dibalas, perubahan sikap seseorang, hingga persoalan pekerjaan. Ketika perasaan mengambil alih, hal kecil bisa terus dipikirkan dan membuat seseorang sulit melihat situasi secara utuh. Kondisi seperti ini juga bisa memengaruhi cara seseorang berbicara dan mengambil keputusan.
Sahabat Fimela, American Psychological Association (APA) melalui studi berjudul "Targeting Perseveration to Reduce Distress" membahas rumination atau pikiran yang terus berputar pada suatu masalah mengungkapkan bahwa pola pikiran seperti ini bisa membuat seseorang tetap berada dalam tekanan tanpa menghasilkan penyelesaian.
Karena itu, menghadapi situasi dengan lebih tenang bukan berarti harus mengabaikan perasaan. Ada kebiasaan yang bisa membantu kamu memberi jarak sebelum bereaksi, memahami apa yang sedang terjadi, lalu menentukan tindakan. Lantas, kebiasaan apa saja yang bisa mulai diterapkan dalam kehidupan sehari-hari? Yuk simak jawabannya, kami hadirkan, Selasa (29/9).
Advertisement
Advertisement
1. Tidak Langsung Membalas Saat Emosi
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4834818/original/036313500_1715931417-Ilustrasi_tenang__kalem__diri_sendiri.jpg)
Saat menerima ucapan yang membuat hati tidak nyaman, kamu tidak harus langsung memberikan jawaban. Memberi waktu beberapa menit atau beberapa jam bisa membantu perasaan turun sebelum kamu menentukan kata yang ingin disampaikan.
Kebiasaan ini juga bisa diterapkan ketika membaca pesan yang terasa menyindir. Baca kembali setelah pikiran lebih tenang agar kamu tidak menjawab berdasarkan dugaan.
Dari sini, kamu bisa mulai membedakan antara apa yang benar-benar dikatakan seseorang dan apa yang kamu rasakan setelah membacanya.
2. Membiasakan Diri Memeriksa Fakta
Tidak semua perubahan sikap seseorang berarti ada masalah dengan kamu. Ketika teman menjadi lebih pendiam atau pasangan belum membalas pesan, hindari langsung membuat kesimpulan.
Coba lihat keadaan yang terjadi sebelum memberi arti pada tindakan tersebut. Bisa saja orang itu sedang bekerja, memiliki urusan keluarga, atau membutuhkan waktu sendiri.
Kebiasaan memeriksa fakta membantu kamu keluar dari dugaan. Setelah itu, kamu bisa menentukan apakah persoalan tersebut memang perlu dibicarakan atau cukup dilewati.
Advertisement
3. Tidak Membaca Pikiran Orang Lain
Kamu mungkin pernah merasa tahu apa yang dipikirkan orang lain hanya dari ekspresi atau satu kalimat. Padahal, pikiran seseorang tidak bisa diketahui hanya dari tanda tersebut.
Daripada bertanya dalam hati mengapa seseorang berubah, kamu bisa menunggu informasi yang lebih lengkap atau bertanya secara langsung.
Cara ini membuat perhatian tidak habis untuk menebak. Kebiasaan tersebut kemudian membantu kamu menghadapi hubungan dengan lebih tenang tanpa membawa dugaan ke persoalan berikutnya.
4. Memberi Jeda Sebelum Mengambil Keputusan
Keputusan yang dibuat saat emosi sedang naik bisa berbeda dari keputusan setelah pikiran kembali tenang. Karena itu, tidak semua masalah harus selesai pada saat yang sama.
Jika persoalan tidak mendesak, kamu bisa memberi waktu untuk berpikir sebelum berbicara atau menentukan sikap.
Jeda bukan berarti menghindar. Kamu tetap menghadapi persoalan, tetapi memilih waktu ketika pikiran sudah lebih siap. Kebiasaan ini kemudian berkaitan dengan kemampuan menjaga batas dalam hubungan.
Advertisement
5. Berani Mengatakan Tidak
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9349737/original/030727900_1789542248-1.jpg)
Banyak persoalan muncul karena seseorang menerima terlalu banyak hal meski sebenarnya tidak sanggup. Kamu tidak harus selalu mengatakan iya agar hubungan tetap berjalan.
Menolak ajakan, permintaan, atau tugas bisa dilakukan dengan kalimat sederhana tanpa perlu memberikan penjelasan panjang.
Ketika kamu mulai mengenali batas, perhatian tidak lagi habis untuk memikirkan apakah orang lain akan kecewa. Dari kebiasaan ini, kamu bisa belajar bahwa menjaga diri juga bagian dari menjalani hubungan.
6. Tidak Menjadikan Respons Orang Sebagai Ukuran Diri
Pesan yang tidak dibalas, kritik dari rekan kerja, atau perubahan perhatian seseorang tidak selalu menggambarkan nilai dirimu. Respons orang lain dipengaruhi banyak keadaan yang tidak selalu berkaitan dengan kamu.
Karena itu, hindari menjadikan satu kejadian sebagai kesimpulan tentang diri sendiri.
Kamu tetap bisa menerima masukan tanpa mengubahnya menjadi penilaian terhadap seluruh dirimu. Cara berpikir ini membantu kamu menghadapi kritik dan kemudian membawa kita pada kebiasaan berikutnya, yaitu belajar dari kesalahan.
Advertisement
7. Mau Mengakui Kesalahan Tanpa Terus Menyalahkan Diri
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5189972/original/082677700_1744818712-woman-going-through-abortion-process_23-2149518186.jpg)
Setiap orang bisa salah dalam berbicara, bekerja, atau mengambil keputusan. Mengakui kesalahan penting, tetapi terus mengulang kejadian tersebut dalam pikiran tidak selalu membantu.
Kamu bisa melihat bagian yang perlu diperbaiki, meminta maaf jika diperlukan, lalu menentukan tindakan berikutnya.
Dengan begitu, kesalahan menjadi bahan belajar, bukan alasan untuk terus menyudutkan diri. Kebiasaan ini juga membuat kamu lebih siap menerima masukan tanpa langsung menganggapnya sebagai serangan pribadi.
8. Memilih Orang yang Bisa Diajak Bicara
Saat menghadapi masalah, kamu tidak harus menyimpannya sendiri. Namun, memilih orang untuk bercerita juga perlu diperhatikan agar pembicaraan membantu kamu melihat persoalan dari sisi lain.
Pilih orang yang bisa mendengarkan tanpa langsung membuat kesimpulan untukmu. Kamu tetap menjadi pihak yang menentukan langkah berikutnya.
Kebiasaan berbicara dengan orang yang tepat dapat membantu pikiran tidak terus berputar pada masalah. Setelah itu, kamu bisa belajar mengarahkan perhatian kembali pada kehidupan sehari-hari.
Advertisement
9. Mengalihkan Perhatian saat Pikiran Terus Berputar
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5325397/original/068672900_1755968306-happy-woman-enjoying-idyllic-nature-celebrating-freedom-rising-her-arms_11zon.jpg)
Ada saatnya masalah sudah selesai dibicarakan, tetapi pikiran masih kembali ke kejadian tersebut. Jika ini terjadi, kamu bisa mengalihkan perhatian melalui kegiatan yang membuat pikiran kembali pada saat ini.
Berjalan, membaca, membereskan rumah, menulis, atau berbicara dengan orang terdekat bisa menjadi pilihan.
Tujuannya bukan melupakan masalah, melainkan memberi ruang bagi pikiran untuk berhenti mengulang hal yang sama. Kebiasaan ini membantu kamu menjaga perhatian sebelum kembali menghadapi persoalan lain.
10. Belajar Menerima Hal yang Tidak Bisa Dikendalikan
Tidak semua keadaan bisa kamu ubah. Kamu tidak bisa mengatur ucapan, pilihan, atau respons orang lain, tetapi kamu masih bisa menentukan cara merespons keadaan tersebut.
Ketika hal itu dipahami, energi tidak terus digunakan untuk mencari jawaban dari sesuatu yang berada di luar kendali.
Kebiasaan menerima batas tersebut menjadi bagian penting dari ketenangan. Kamu tetap boleh merasa kecewa, sedih, atau marah, tetapi perasaan itu tidak harus menentukan seluruh tindakanmu.
Advertisement
Pertanyaan dan Jawaban Seputar Kebiasaan Wanita yang Tidak Mudah Baper
Apa arti baper dalam kehidupan sehari-hari?
Baper merupakan istilah sehari-hari untuk kondisi ketika seseorang terlalu membawa perasaan dalam menghadapi suatu kejadian. Istilah ini bukan diagnosis medis.
Apakah baper selalu berarti terlalu sensitif?
Tidak. Setiap orang memiliki respons emosi yang berbeda. Persoalan muncul ketika respons tersebut membuat seseorang sulit menjalankan aktivitas atau mengambil keputusan.
Bagaimana cara agar tidak mudah baper?
Kamu bisa memberi jeda sebelum bereaksi, memeriksa fakta, menghindari dugaan, berbicara dengan orang yang dipercaya, serta mengalihkan perhatian ketika pikiran terus berputar.
Mengapa seseorang sering memikirkan masalah yang sama?
Pikiran yang terus kembali pada masalah disebut rumination. APA menjelaskan bahwa pola pikiran berulang dapat membuat seseorang tetap berada dalam tekanan tanpa menghasilkan penyelesaian.
Apakah perasaan harus diabaikan agar tidak baper?
Tidak. Perasaan tetap perlu dikenali. Yang bisa dilakukan adalah memberi jarak sebelum bereaksi agar keputusan tidak hanya mengikuti emosi yang sedang muncul. Kemampuan mengelola emosi dapat membantu seseorang menghadapi perubahan dan tekanan sehari-hari.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9360462/original/005335100_1790648090-45f239d1-d8bb-4e8f-9810-c47473a01d29.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9354388/original/086599900_1790049774-cnc_2026_09_22_1790046555874435_qvc2oLVOF4.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9360110/original/044592000_1790590430-WhatsApp_Image_2026-09-28_at_17.12.55.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9359800/original/083671600_1790576597-people-traveling-subway-winter-time.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9293957/original/052956700_1783765345-pexels-timur-weber-8560383.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5572813/original/016259900_1777870791-medium-shot-kid-with-tablet-plane_1_.jpg)
![Tidak sedikit anak yang tiba-tiba rewel, menangis, marah, atau bahkan mengalami meltdown saat berada di tempat wisata karena kelelahan itu. [Dok/freepik.com]](https://cdn1-production-images-kly.akamaized.net/jxPB5TNH0nn8re8DCFOsQg_YQkw=/320x217/smart/filters:quality(75):strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7254711/original/003125400_1780040631-2149599412.jpg)
![Sahabat Fimela, yuk simak tips traveling dengan anak picky eater. [Dok/freepik.com/pvproductions]](https://cdn0-production-images-kly.akamaized.net/BOaSn6x3gTIoUHDPu2cZgnZ0Cqg=/320x217/smart/filters:quality(75):strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7255394/original/047151500_1780041531-13552.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5569544/original/098163400_1777445637-pexels-luisbecerrafotografo-35659780.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5569519/original/039377400_1777444700-pexels-steffan-wiliams-2148064025-30895054.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5564262/original/049314900_1776931762-flat-lay-hands-holding-notebook-cash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5537423/original/021121200_1774423642-pexels-yankrukov-5791251.jpg)
![Sahabat Fimela, terdepan cara sederhana untuk membersihkan kompor, yaitu dengan menggunakan racikan baking soda dan cuka. [Dok/freepik.com]](https://cdn1-production-images-kly.akamaized.net/b5j_UycbiR6Uyj6fghEUoPdfem0=/320x217/smart/filters:quality(75):strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7163473/original/028995400_1779953328-2148563321.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9324526/original/017892800_1786715976-WhatsApp_Image_2026-08-14_at_20.34.49.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5691408/original/040891300_1778567403-pexels-denisenys-14824327.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9317739/original/021174400_1786068843-SukkhaCitta_Plaza_Indonesia_Opening_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5261782/original/054643400_1750688856-portrait-woman-cooking-home-kitchen-holding-tomatoes-preparing-delicious-fresh-meal.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5183320/original/007994800_1744178860-Depositphotos_543464536_S.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5125290/original/051027900_1738924822-portrait-young-mindful-woman-practice-yoga-exercising-inhale-exhale-fresh-air-park-sitt.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5154770/original/056213600_1741416037-OOTD_Sabrina_Chairunnisa.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5428478/original/091892000_1764510239-jam_tangan_1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4496554/original/003697800_1688957184-syahrul-alamsyah-wahid-h0KrcWloXsE-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5420028/original/017091900_1763718438-Sediakan_Tempat_Sampah_Terpisah_dengan_Label_Jelas.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9314373/original/019217700_1785744561-pexels-dmitry-rodionov-30680377.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9354984/original/074492100_1790068177-pexels-pavel-danilyuk-7938005.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4496723/original/082498100_1688964288-sylwia-bartyzel-m7HrMJJ0bW0-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9111664/original/072805600_1783064065-IMG_1262.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9111187/original/023809800_1783063078-IMG_1258.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7241807/original/019116900_1780027083-front-view-woman-kid-relaxing-home_1_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9360683/original/074476500_1790661538-IMG_20260929_105600_9.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9322675/original/060409200_1786557522-WhatsApp_Image_2026-08-13_at_00.50.56.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5192712/original/033885500_1745198851-1000004621.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1423352/original/083386900_1480598110-20161201-M-Haniv-KPK-HA1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9360395/original/074944600_1790644628-IMG_4268.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9360389/original/052087800_1790643259-WhatsApp_Image_2026-09-29_at_07.08.10.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9360848/original/076093600_1790667233-656582.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9360618/original/022374500_1790657638-putting-money-coins-saving-glass-bottle-concept-investment-mutual-fund-finance-business-placed-textbook-content-money-saving-education.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9294508/original/006323900_1783840826-pexels-hamidoffstudio-18809905.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9294480/original/014472300_1783839455-pexels-mart-production-8076091.jpg)