Fimela.com, Jakarta - Pernahkah kamu bertemu orang yang matanya langsung berbinar begitu ada yang memuji wajah atau tubuhnya? Karakter orang yang kecanduan pujian tentang fisiknya sebenarnya bisa dikenali dari kebiasaan sehari-hari yang terus berulang. Reaksi itu bukan kebetulan, melainkan pola yang terbentuk dari cara dia menilai diri sendiri lewat pandangan orang lain, bukan dari dalam dirinya.
Ada yang langsung minta pendapat setiap kali ganti gaya rambut. Ada juga yang terus mengecek kolom komentar setelah unggah foto, menunggu kata cantik atau ganteng muncul satu per satu. Kalau pujian tak kunjung datang, suasana hati ikut berubah, seolah hari itu jadi kurang berarti tanpa pengakuan dari orang sekitar.
Berikut ini adalah beberapa karakter orang yang kecanduan pujian soal fisiknya yang perlu kamu tahu, dirangkum Fimela.com dari berbagai sumber, Jumat (2/10/2026). Yuk lihat penjelasan lengkapnya di bawah ini.
Advertisement
Advertisement
Selalu Mencari Validasi Lewat Komentar Orang Lain
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9363655/original/022171000_1790910170-b3abe22e-bdb8-42f1-a08d-a4d96ae92193.jpg)
Orang dengan karakter ini terbiasa menilai penampilannya dari reaksi orang lain, bukan dari penilaian diri sendiri. Setiap foto yang diunggah ke media sosial selalu disertai harapan mendapat komentar soal wajah atau bentuk tubuh. Tanpa validasi semacam itu, dia merasa ada yang kurang dari dirinya hari itu.
Kebiasaan ini membuatnya sering bertanya langsung kepada orang di sekitarnya, seperti menanyakan apakah penampilannya terlihat bagus hari itu. Pertanyaan itu bukan sekadar basa-basi, melainkan cara untuk memastikan dirinya masih dianggap menarik oleh orang-orang terdekat, termasuk teman, keluarga, dan rekan kerja di sekitarnya.
Semakin sering validasi itu didapat, semakin besar juga kebutuhan untuk terus mengulanginya di kemudian hari. Pola ini membuat rasa percaya diri bergantung penuh pada penilaian orang lain, bukan tumbuh dari pemahaman dan penerimaan terhadap diri sendiri secara utuh dari waktu ke waktu.
Gelisah saat Tidak Ada yang Memuji
Ada masa ketika unggahan di media sosial sepi komentar soal penampilan, padahal biasanya ramai dipuji. Bagi orang dengan karakter ini, situasi tersebut bisa memicu rasa gelisah yang cukup kuat. Dia mulai bertanya-tanya apakah ada yang salah dengan fotonya hari itu.
Kegelisahan itu kadang berlanjut jadi kebiasaan menghapus foto yang dianggap kurang mendapat respons, lalu menggantinya dengan foto lain yang dianggap lebih baik. Harapannya, foto baru itu bisa mendatangkan lebih banyak pujian dibanding foto sebelumnya yang sudah dihapus dari akun media sosialnya.
Pola ini menunjukkan bahwa suasana hatinya sangat bergantung pada respons orang lain di media sosial setiap harinya. Ketika pujian tidak datang, bukan hanya rasa percaya diri yang goyah, tapi juga semangat menjalani aktivitas sehari-hari ikut menurun drastis sepanjang hari itu.
Advertisement
Sering Membandingkan Diri dengan Orang Lain
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9363656/original/028812400_1790910170-114569__1_.jpg)
Karakter ini juga terlihat dari kebiasaan membandingkan wajah, bentuk tubuh, atau gaya penampilan dengan orang lain, terutama yang sering mendapat banyak pujian di media sosial. Perbandingan itu dilakukan hampir setiap hari, bahkan tanpa disadari olehnya sendiri setiap kali membuka aplikasi.
Setiap kali melihat orang lain dipuji soal penampilannya, muncul dorongan untuk tampil lebih menarik lagi dari sebelumnya. Dorongan ini bisa berujung pada usaha mengubah penampilan secara terus-menerus, mulai dari gaya rambut sampai cara berpakaian sehari-hari agar terlihat lebih baik lagi.
Sayangnya, kebiasaan membandingkan diri ini jarang membuahkan rasa puas yang bertahan lama. Begitu satu standar tercapai, muncul standar baru dari orang lain yang dianggap lebih menarik, sehingga perbandingan ini terasa tidak pernah benar-benar selesai meski sudah berusaha keras setiap hari.
Terlalu Fokus pada Penampilan Fisik
Waktu dan perhatian banyak dihabiskan untuk urusan penampilan setiap hari, mulai dari perawatan kulit, pemilihan pakaian, sampai mencari pose terbaik untuk difoto. Semua dilakukan dengan harapan mendapat pujian dari orang yang melihatnya di media sosial setiap harinya tanpa henti sepanjang waktu.
Fokus yang berlebihan ini membuat aspek lain dalam hidup, seperti hubungan dengan keluarga atau perkembangan diri, kadang jadi terabaikan begitu saja. Perhatian utama tertuju sepenuhnya pada bagaimana dirinya terlihat di mata orang lain setiap waktu, bahkan saat sedang bersama orang terdekat.
Ketika penampilan dianggap sebagai sumber utama nilai diri, muncul tekanan untuk selalu tampil sempurna setiap saat tanpa jeda. Tekanan ini bisa melelahkan karena standar kesempurnaan terus berubah mengikuti pendapat orang di sekitarnya dari hari ke hari tanpa henti dan sulit dikendalikan.
Advertisement
Mudah Tersinggung dengan Kritik soal Penampilan
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9363657/original/037601800_1790910170-18155.jpg)
Satu komentar kecil soal penampilan bisa memicu reaksi yang cukup besar pada orang dengan karakter ini. Kritik, meski disampaikan dengan cara yang halus dan penuh maksud baik, tetap terasa seperti serangan terhadap dirinya secara pribadi, bukan sekadar masukan biasa semata.
Reaksi yang muncul biasanya berupa pembelaan diri atau justru menghindar dari orang yang memberi kritik tersebut. Hal ini terjadi karena penampilan sudah menjadi bagian penting dari cara dia memandang dirinya sendiri selama ini, bahkan sejak lama tanpa disadari sepenuhnya oleh dirinya.
Sensitivitas semacam ini membuat hubungan dengan orang lain kadang jadi renggang dari waktu ke waktu. Orang di sekitarnya pun mulai berhati-hati saat membicarakan penampilan, karena khawatir responsnya akan berlebihan dan sulit diprediksi sebelumnya oleh orang lain di sekitarnya setiap harinya.
Rajin Memamerkan Penampilan di Media Sosial
Media sosial menjadi panggung utama untuk menampilkan diri. Foto dan video diunggah hampir setiap hari, dengan sudut pengambilan gambar dan pencahayaan yang diperhitungkan agar terlihat maksimal di mata orang lain yang melihatnya setiap kali ia mengunggah sesuatu yang baru setiap harinya.
Setiap unggahan biasanya disertai harapan mendapat banyak tanda suka dan komentar soal penampilan. Jumlah respons itu seringkali dijadikan tolok ukur, apakah dirinya masih dianggap menarik oleh orang-orang di sekitarnya hingga saat ini, bahkan dari hari ke hari tanpa henti setiap minggunya.
Kebiasaan ini bisa terus berlanjut karena rasa senang yang didapat dari pujian bersifat sementara dan cepat memudar. Begitu rasa senang itu hilang, muncul dorongan untuk mengunggah foto baru demi mendapat pujian berikutnya dari orang lain yang melihatnya di media sosial.
Advertisement
Harga Diri Naik Turun Mengikuti Pujian yang Diterima
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9363658/original/041637500_1790910170-95bf03a7-6882-401b-a0bb-fcec63564d39.jpg)
Tanda terakhir dari karakter ini adalah suasana hati yang naik turun mengikuti ada atau tidaknya pujian yang diterima. Hari yang dipenuhi pujian terasa menyenangkan, sementara hari tanpa pujian terasa berat dan membuat murung, bahkan hingga malam hari itu juga.
Kondisi ini membuat rasa percaya diri menjadi tidak stabil dari hari ke hari. Sumber kebahagiaan sepenuhnya berasal dari luar dirinya, bukan dari penerimaan terhadap diri sendiri apa adanya tanpa syarat apa pun dari orang lain di sekitarnya setiap harinya tanpa henti.
Memahami pola ini penting sebagai langkah awal untuk membangun rasa percaya diri yang lebih stabil dari waktu ke waktu. Rasa percaya diri yang sehat sebaiknya tumbuh dari dalam diri, bukan bergantung sepenuhnya pada penilaian orang lain semata, melainkan dari diri sendiri.
Tanya Jawab Seputar Karakter Orang yang Kecanduan Pujian Fisik
Apa penyebab seseorang kecanduan pujian tentang fisiknya? Penyebabnya bisa berasal dari rasa percaya diri yang rendah, sehingga penilaian dari orang lain dianggap sebagai satu-satunya cara untuk merasa berharga.
Apakah kecanduan pujian fisik termasuk gangguan psikologis? Kecanduan pujian lebih tepat disebut sebagai pola perilaku, bukan diagnosis resmi. Jika pola ini sudah mengganggu keseharian, berkonsultasi dengan psikolog bisa membantu.
Bagaimana cara mengurangi kebiasaan mencari pujian soal penampilan? Salah satu caranya adalah mulai mengenali kelebihan diri di luar penampilan fisik, lalu membiasakan diri memberi apresiasi pada diri sendiri tanpa menunggu komentar orang lain.
Apakah wajar jika sesekali senang saat dipuji soal fisik? Wajar. Yang perlu diperhatikan adalah ketika suasana hati sepenuhnya bergantung pada pujian tersebut, sampai mengganggu aktivitas atau hubungan dengan orang lain.
Bagaimana cara menghadapi teman yang kecanduan pujian soal penampilannya? Memberi dukungan tanpa berlebihan memuji fisik bisa membantu. Ajak dia melihat kelebihan lain pada dirinya, seperti sikap atau kemampuan, bukan hanya penampilan.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9363654/original/017365800_1790910170-5404.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5242713/original/083033500_1749039369-child-with-social-media-addiction.jpg)
![Ciri orang yang selalu mengingat ulang tahun orang lain. [AI Generated]](https://cdn1-production-images-kly.akamaized.net/eu4J8OnvNcHJcwCtdekj5i5ZvBE=/200x200/smart/filters:quality(75):strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9362827/original/035754800_1790831385-e0687696-8e9c-4777-83a2-e6f8dea46161.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9362931/original/037343000_1790835462-pexels-jacky-xing-776569260-29132146.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9358683/original/050164000_1790403316-6.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9295636/original/019443400_1783935300-IMG_1294.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5572813/original/016259900_1777870791-medium-shot-kid-with-tablet-plane_1_.jpg)
![Tidak sedikit anak yang tiba-tiba rewel, menangis, marah, atau bahkan mengalami meltdown saat berada di tempat wisata karena kelelahan itu. [Dok/freepik.com]](https://cdn1-production-images-kly.akamaized.net/jxPB5TNH0nn8re8DCFOsQg_YQkw=/320x217/smart/filters:quality(75):strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7254711/original/003125400_1780040631-2149599412.jpg)
![Sahabat Fimela, yuk simak tips traveling dengan anak picky eater. [Dok/freepik.com/pvproductions]](https://cdn0-production-images-kly.akamaized.net/BOaSn6x3gTIoUHDPu2cZgnZ0Cqg=/320x217/smart/filters:quality(75):strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7255394/original/047151500_1780041531-13552.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5569544/original/098163400_1777445637-pexels-luisbecerrafotografo-35659780.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5569519/original/039377400_1777444700-pexels-steffan-wiliams-2148064025-30895054.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5564262/original/049314900_1776931762-flat-lay-hands-holding-notebook-cash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5537423/original/021121200_1774423642-pexels-yankrukov-5791251.jpg)
![Sahabat Fimela, terdepan cara sederhana untuk membersihkan kompor, yaitu dengan menggunakan racikan baking soda dan cuka. [Dok/freepik.com]](https://cdn1-production-images-kly.akamaized.net/b5j_UycbiR6Uyj6fghEUoPdfem0=/320x217/smart/filters:quality(75):strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7163473/original/028995400_1779953328-2148563321.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9324526/original/017892800_1786715976-WhatsApp_Image_2026-08-14_at_20.34.49.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5691408/original/040891300_1778567403-pexels-denisenys-14824327.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9317739/original/021174400_1786068843-SukkhaCitta_Plaza_Indonesia_Opening_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5261782/original/054643400_1750688856-portrait-woman-cooking-home-kitchen-holding-tomatoes-preparing-delicious-fresh-meal.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5183320/original/007994800_1744178860-Depositphotos_543464536_S.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5125290/original/051027900_1738924822-portrait-young-mindful-woman-practice-yoga-exercising-inhale-exhale-fresh-air-park-sitt.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5154770/original/056213600_1741416037-OOTD_Sabrina_Chairunnisa.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5428478/original/091892000_1764510239-jam_tangan_1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4496554/original/003697800_1688957184-syahrul-alamsyah-wahid-h0KrcWloXsE-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5420028/original/017091900_1763718438-Sediakan_Tempat_Sampah_Terpisah_dengan_Label_Jelas.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5547486/original/041802400_1775460284-prostooleh.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9314373/original/019217700_1785744561-pexels-dmitry-rodionov-30680377.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9354984/original/074492100_1790068177-pexels-pavel-danilyuk-7938005.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4496723/original/082498100_1688964288-sylwia-bartyzel-m7HrMJJ0bW0-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9111664/original/072805600_1783064065-IMG_1262.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9111187/original/023809800_1783063078-IMG_1258.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9362730/original/097901200_1790828258-Screenshot_2026-10-01_at_10.17.53.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9363982/original/040549400_1790927473-WhatsApp_Image_2026-10-02_at_2.22.32_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9363626/original/051425000_1790907708-WhatsApp-Image-2026-10-02-at-6.38.53-AM-768x432.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9363599/original/030267400_1790905796-518274.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9363376/original/017062200_1790855124-IMG_5344.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9363574/original/090178800_1790897642-1211207.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5547486/original/041802400_1775460284-prostooleh.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9364091/original/046734600_1790930760-klpb-2026-bakal-hadir-di-sman-5-jakarta-d64361.jpg)
![Lihat di sini tampilan Kim Ji Won di event BVLGARI Hong Kong. [@geewonii].](https://cdn0-production-images-kly.akamaized.net/zIuv-Jhhq7ZBh7evqSWKyVzmV1U=/80x80/smart/filters:quality(75):strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5172810/original/078278400_1742793301-Snapinst.app_485648698_18402177973101904_3475621419707077215_n_1080.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9363873/original/026767200_1790923989-WhatsApp_Image_2026-10-02_at_12.33.54__4_.jpeg)