Sukses

Lifestyle

Dompet Menipis Akibat Doom Spending? Ini Tips Makan Enak dan Hemat di Akhir Bulan

Fimela.com, Jakarta - Pernah merasa uang bulanan cepat habis, padahal rasanya tidak banyak membeli barang besar? Coba ingat kembali pengeluaran selama beberapa minggu terakhir. Mulai dari mencoba makanan viral, memesan minuman yang sedang tren, hingga membeli barang karena takut ketinggalan momen, pengeluaran kecil yang dilakukan berulang kali ternyata bisa membuat anggaran membengkak.

Kebiasaan ini kerap dikaitkan dengan fenomena doom spending, yaitu perilaku berbelanja sebagai respons terhadap kecemasan atau ketidakpastian mengenai kondisi masa depan. Bagi sebagian anak muda, berbelanja atau menikmati sesuatu yang sedang populer bisa memberikan kepuasan sesaat. Namun, jika tidak dikendalikan, kebiasaan tersebut dapat membuat pengeluaran sehari-hari sulit terkontrol.

Salah satu pos yang sering terdampak adalah biaya makan. Keinginan mencoba menu baru atau memesan makanan melalui aplikasi bisa terasa sepele, tetapi jika dilakukan terlalu sering, total pengeluarannya dapat menjadi cukup besar.

Kabar baiknya, menghemat biaya makan tidak harus berarti mengorbankan kenikmatan. Dengan sedikit perencanaan dan kreativitas di dapur, kamu tetap bisa menikmati hidangan lezat tanpa harus terus mengikuti tren kuliner di luar rumah.

1. Cek Pengeluaran dan Tentukan Anggaran Makan

Langkah pertama untuk menghemat adalah mengetahui ke mana uang pergi. Coba periksa riwayat transaksi selama satu minggu, termasuk pengeluaran untuk kopi, camilan, pesan antar makanan, dan jajan spontan.

Dari sana, tentukan anggaran makan yang realistis sesuai pemasukan dan kebutuhan. Pisahkan bujet untuk bahan makanan harian, makan di luar, serta camilan agar pengeluaran lebih mudah dipantau.

Bukan berarti kamu harus berhenti menikmati makanan favorit. Justru, dengan anggaran yang jelas, kamu bisa menentukan kapan ingin mencoba makanan viral dan kapan sebaiknya memasak sendiri.

 

2. Rencanakan Menu Sebelum Belanja

Belanja bahan makanan tanpa rencana sering kali membuat pengeluaran bertambah karena membeli bahan yang sebenarnya tidak diperlukan. Agar lebih hemat, susun menu untuk beberapa hari ke depan sebelum pergi ke pasar atau supermarket.

Pilih bahan yang dapat digunakan untuk beberapa hidangan sekaligus. Misalnya, ayam bisa diolah menjadi ayam goreng mentega, ayam tumis, atau lauk untuk bekal. Telur, sayuran, dan nasi juga dapat dikreasikan menjadi berbagai menu sederhana.

Cara ini tidak hanya membantu mengurangi pembelian impulsif, tetapi juga meminimalkan bahan makanan yang terbuang karena tidak sempat diolah.

3. Manfaatkan Bahan yang Ada di Rumah

Sebelum membeli bahan baru, periksa kembali isi kulkas dan lemari penyimpanan. Bisa jadi, kamu sudah memiliki cukup banyak bahan untuk membuat hidangan yang lezat.

Nasi sisa yang disimpan dengan benar, misalnya, dapat diolah menjadi nasi goreng. Telur bisa menjadi lauk praktis, sedangkan sayuran yang tersedia dapat ditambahkan untuk melengkapi hidangan.

Kunci memasak hemat bukan terletak pada banyaknya bahan yang digunakan, melainkan kemampuan memanfaatkan bahan secara maksimal. Dengan begitu, kamu tidak perlu selalu berbelanja setiap kali ingin makan sesuatu yang berbeda.

4. Gunakan Bumbu Serbaguna agar Menu Tidak Membosankan

Salah satu alasan seseorang kembali memesan makanan dari luar adalah rasa bosan dengan masakan rumahan yang itu-itu saja. Padahal, bahan yang sama bisa menghasilkan hidangan dengan karakter berbeda jika dipadukan dengan bumbu yang tepat.

Untuk memperkaya cita rasa masakan sehari-hari, kamu bisa menggunakan Kecap Asin Asia Harum Sedap sebagai pelengkap rasa gurih pada nasi goreng, tumisan sayuran, atau olahan ayam. Sementara itu, Kecap Inggeris Asia Harum Sedap dapat dimanfaatkan untuk memberikan karakter rasa khas pada hidangan seperti ayam goreng mentega maupun aneka tumisan.

Keduanya dapat menjadi pilihan bumbu pendukung untuk berbagai kreasi masakan di rumah. Dengan memanfaatkan bumbu yang sudah tersedia, kamu bisa mengeksplorasi rasa tanpa harus membeli terlalu banyak bahan tambahan setiap kali memasak.

 

5. Kreasikan Satu Bahan Menjadi Berbagai Menu

Supaya kegiatan memasak tetap menyenangkan, coba terapkan konsep satu bahan untuk beberapa menu. Selain membantu menghemat biaya belanja, cara ini juga membuat persediaan bahan makanan lebih mudah dikelola.

Ayam yang dibeli untuk beberapa kali makan, misalnya, bisa diolah menjadi ayam goreng mentega dengan Kecap Inggeris Asia Harum Sedap pada satu kesempatan, lalu menjadi tumisan ayam dengan sayuran di hari berikutnya. Sementara itu, nasi, telur, dan sayuran dapat dikreasikan menjadi nasi goreng dengan tambahan Kecap Asin Asia Harum Sedap sesuai selera.

Variasi menu tersebut membuat makan di rumah terasa lebih menarik. Kamu pun bisa menyesuaikan bumbu dan cara pengolahan berdasarkan bahan yang tersedia, tanpa perlu membeli bahan baru untuk setiap hidangan.

6. Tetap Boleh Jajan, tetapi Lebih Terencana

Hidup hemat bukan berarti harus menolak semua kesenangan. Mencoba makanan viral atau menikmati kopi favorit tetap boleh dilakukan selama sesuai dengan anggaran.

Alih-alih membeli secara spontan setiap kali melihat tren baru di media sosial, buat alokasi khusus untuk jajan. Kamu juga bisa memilih satu atau dua makanan yang benar-benar ingin dicoba dalam sebulan, sehingga pengeluaran terasa lebih terkendali.

Sementara itu, memasak sendiri bisa menjadi rutinitas yang membantu mengurangi ketergantungan pada pesan antar makanan. Selain lebih mudah disesuaikan dengan anggaran, kamu juga dapat menentukan bahan dan porsi sesuai kebutuhan.

Follow Official WhatsApp Channel Fimela.com untuk mendapatkan artikel-artikel terkini di sini.

What's On Fimela
Loading