Fimela.com, Jakarta - Bagi sebagian orang, membuka media sosial sebelum tidur terasa seperti rutinitas untuk melepas penat setelah menjalani aktivitas padat. Mereka berpindah dari satu berita ke unggahan lain, mengikuti perdebatan viral, hingga membaca berbagai kabar buruk dari berbagai penjuru dunia. Tanpa disadari, kebiasaan orang yang melakukan doomscrolling sebelum tidur dapat membuat waktu berlalu lebih cepat daripada perkiraan. Niat beristirahat sejenak pun berubah menjadi aktivitas panjang hingga larut malam.
Menariknya, dorongan untuk terus menggulir layar tidak selalu muncul akibat rasa penasaran semata. Ada orang ingin memastikan situasi terkini, mencari kepastian di tengah ketidakpastian, atau mengalihkan perhatian dari pikiran pribadi. Sayangnya, paparan informasi negatif secara berulang justru berpotensi meningkatkan rasa khawatir dan menyulitkan tubuh memasuki suasana istirahat. Kebiasaan orang yang melakukan doomscrolling sebelum tidur pun bisa menjadi pola berulang, saat seseorang merasa sulit meletakkan ponsel meskipun mata sudah lelah.
Jika berlangsung terus-menerus, kebiasaan ini dapat memengaruhi rutinitas malam dan mengurangi waktu tidur. Seseorang mungkin terbangun dalam keadaan kurang segar, sulit berkonsentrasi, atau merasa menyesal setelah kembali tidur terlalu larut. Memahami kebiasaan orang yang melakukan doomscrolling sebelum tidur menjadi langkah awal untuk mengenali pemicunya, memahami dampaknya dan menemukan cara mengurangi penggunaan ponsel secara lebih sehat.
Advertisement
Berikut ulasan lengkap yang Fimela.com rangkum dari berbagai sumber, Kamis (15/10/2026).
Advertisement
1. Selalu Berniat Membuka Ponsel Sebentar, tetapi Berakhir Berjam-jam
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9346635/original/000653700_1789187018-gilles-lambert-pb_lF8VWaPU-unsplash.jpg)
Salah satu kebiasaan paling umum adalah kehilangan kendali atas waktu saat menggunakan ponsel. Seseorang mungkin awalnya hanya ingin memeriksa satu berita atau membaca beberapa unggahan, tetapi akhirnya terus menggulir layar tanpa menyadari waktu yang berlalu.
Setiap konten baru memunculkan rasa penasaran terhadap informasi berikutnya. Akibatnya, keinginan untuk berhenti sering kali kalah oleh dorongan untuk mengetahui apa yang muncul di layar selanjutnya.
Kebiasaan ini membuat waktu tidur semakin mundur, terutama ketika seseorang tidak menetapkan batas penggunaan ponsel pada malam hari.
2. Terus Mencari Berita Buruk untuk Mengetahui Situasi Terbaru
Orang yang melakukan doomscrolling cenderung terus memeriksa perkembangan suatu peristiwa, terutama jika berita tersebut berkaitan dengan ancaman, konflik, atau ketidakpastian.
Mereka mungkin merasa perlu membaca setiap pembaruan agar tidak tertinggal informasi. Padahal, mengikuti berita secara terus-menerus belum tentu memberikan rasa aman atau membantu menyelesaikan masalah yang sedang dipikirkan.
Dalam beberapa situasi, semakin banyak informasi negatif yang dikonsumsi, semakin besar pula kekhawatiran yang dirasakan.
3. Sulit Meletakkan Ponsel meskipun Mata Sudah Lelah
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5308042/original/075054100_1754533691-sosmed_6.jpg)
Kebiasaan berikutnya adalah tetap menatap layar meskipun tubuh sudah menunjukkan tanda-tanda mengantuk. Mata terasa berat, posisi tidur mulai berubah-ubah, tetapi tangan masih terus menggulir konten.
Hal ini bisa terjadi akibat kombinasi rasa penasaran, kebiasaan otomatis, dan desain platform digital yang menyajikan konten secara berkelanjutan.
Paparan cahaya dari layar pada malam hari juga dapat memengaruhi rasa kantuk, terutama jika penggunaan perangkat berlangsung lama dan menggeser waktu tidur. Meski begitu, dampaknya bisa berbeda pada setiap orang.
4. Merasa Harus Selalu Mengetahui Apa yang Sedang Terjadi
Sebagian orang merasa tidak tenang jika belum mengetahui kabar terbaru. Mereka takut melewatkan informasi penting, perkembangan peristiwa besar, atau pembicaraan yang sedang ramai di media sosial.
Perasaan ini dapat mendorong seseorang terus memeriksa ponsel, bahkan ketika tidak ada kebutuhan mendesak untuk melakukannya.
Keinginan untuk selalu mendapatkan informasi sebenarnya bisa dimengerti. Namun, ketika dorongan tersebut mengganggu waktu istirahat dan sulit dikendalikan, kebiasaan ini perlu mulai diperhatikan.
Advertisement
5. Membaca Konten Negatif meskipun Membuat Perasaan Semakin Buruk
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4994598/original/041007300_1730952632-pexels-cottonbro-6963611.jpg)
Orang yang mengalami doomscrolling terkadang menyadari bahwa konten yang dibaca membuat dirinya semakin cemas, sedih, marah, atau takut. Meski demikian, mereka tetap melanjutkan aktivitas tersebut.
Salah satu alasannya adalah keinginan untuk memperoleh kepastian. Seseorang mungkin berharap bahwa membaca lebih banyak informasi akan membuatnya memahami situasi dan merasa lebih siap menghadapi kemungkinan buruk.
Sayangnya, pencarian informasi tanpa batas justru bisa memperpanjang paparan terhadap hal-hal yang memicu stres. Alih-alih merasa lega, pikiran malah semakin dipenuhi berbagai skenario negatif.
6. Menggunakan Media Sosial untuk Menghindari Pikiran Sendiri
Menjelang tidur, suasana yang lebih tenang terkadang membuat seseorang mulai memikirkan pekerjaan, masalah hubungan, kondisi keuangan, atau kekhawatiran mengenai masa depan.
Untuk menghindari pikiran tersebut, sebagian orang memilih membuka media sosial dan terus menggulir layar. Aktivitas ini memberikan rangsangan baru sehingga perhatian sementara beralih dari masalah pribadi.
Namun, ketika konten yang muncul justru memicu kecemasan, cara mengalihkan perhatian tersebut bisa membuat pikiran semakin penuh. Masalah awal pun belum terselesaikan, sementara waktu istirahat ikut berkurang.
7. Menyesal Setelah Begadang akibat Terlalu Lama Menggulir Layar
Kebiasaan doomscrolling sering diikuti penyesalan ketika seseorang menyadari bahwa waktu tidurnya sudah berkurang. Mereka mungkin merasa kesal karena kembali tidur larut malam, padahal sebelumnya sudah berjanji untuk berhenti menggunakan ponsel lebih awal.
Pada keesokan harinya, kurang tidur dapat membuat tubuh terasa lelah dan konsentrasi menurun. Jika pola ini terus berulang, seseorang bisa terjebak dalam rutinitas malam yang kurang sehat.
Memahami pola tersebut merupakan langkah awal untuk mengubah kebiasaan, tanpa harus menyalahkan diri sendiri setiap kali mengalami kesulitan berhenti.
Apa Dampak Doomscrolling terhadap Kualitas Tidur?
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5127514/original/070009600_1739174878-pexels-olly-3807535.jpg)
Doomscrolling tidak selalu menyebabkan gangguan tidur pada setiap orang. Namun, kebiasaan ini dapat memengaruhi kualitas istirahat melalui beberapa mekanisme.
1. Waktu tidur menjadi lebih singkat: Terlalu lama menggunakan ponsel dapat menunda waktu tidur, terutama ketika seseorang tidak menyadari berapa lama dirinya sudah menggulir layar.
2. Pikiran lebih sulit tenang: Konten yang memicu takut, marah, atau cemas dapat membuat seseorang tetap memikirkan informasi tersebut setelah ponsel diletakkan.
3. Rutinitas menjelang tidur terganggu: Waktu yang seharusnya digunakan untuk melakukan aktivitas menenangkan justru habis untuk membaca berita atau melihat media sosial.
4. Kelelahan pada keesokan hari: Jika doomscrolling mengurangi durasi tidur secara berulang, seseorang dapat merasa lebih mengantuk, sulit berkonsentrasi, atau kurang berenergi saat menjalani aktivitas.
5. Kekhawatiran semakin sulit dikelola: Paparan informasi negatif secara terus-menerus dapat membuat sebagian orang semakin terpaku pada kemungkinan buruk, terutama ketika mereka sudah mengalami stres.
Karena itu, penting untuk memperhatikan bukan hanya jumlah waktu yang dihabiskan di depan layar, tetapi juga jenis konten yang dikonsumsi dan perasaan setelah mengaksesnya.
Advertisement
Cara Menghentikan Kebiasaan Doomscrolling Sebelum Tidur
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4564076/original/015546700_1693902888-unnamed__67_.jpg)
Mengurangi doomscrolling tidak harus dimulai melalui perubahan besar. Beberapa langkah sederhana berikut bisa membantu membangun rutinitas malam yang lebih sehat.
1. Tetapkan Waktu Berhenti Menggunakan Ponsel
Tentukan waktu khusus untuk mengakhiri aktivitas digital sebelum tidur. Sebagai langkah awal, cobalah berhenti menggunakan ponsel sekitar 30 menit sebelum waktu tidur, lalu sesuaikan secara bertahap jika diperlukan.
Tujuannya bukan menetapkan aturan yang kaku, melainkan memberi tubuh dan pikiran kesempatan untuk beralih ke suasana yang lebih tenang.
2. Matikan Notifikasi yang Tidak Mendesak
Notifikasi berita dan media sosial dapat memicu keinginan untuk kembali membuka ponsel. Menonaktifkan pemberitahuan yang tidak penting pada malam hari bisa mengurangi gangguan dan dorongan untuk memeriksa informasi terbaru.
Jika membutuhkan ponsel untuk keadaan darurat, atur pengecualian bagi kontak atau panggilan penting.
3. Hindari Membaca Berita Berat Tepat sebelum Tidur
Bukan berarti kamu harus menghindari berita sepenuhnya. Cobalah mengatur waktu khusus untuk membaca informasi pada siang atau sore hari, ketika kamu masih memiliki waktu untuk memprosesnya.
Pilih sumber berita tepercaya dan batasi pemeriksaan berulang terhadap peristiwa yang sama apabila tidak ada pembaruan penting.
4. Ganti Kebiasaan Menggulir Layar dengan Aktivitas Menenangkan
Alihkan perhatian ke aktivitas yang tidak terlalu merangsang pikiran, seperti membaca buku cetak, menulis jurnal, melakukan peregangan ringan, atau mendengarkan musik yang menenangkan.
Pilih kegiatan yang terasa realistis dan menyenangkan. Rutinitas baru akan lebih mudah dipertahankan jika tidak terasa seperti hukuman.
Pertanyaan Seputar Kebiasaan Orang yang Melakukan Doomscrolling Sebelum Tidur
1. Apa itu doomscrolling sebelum tidur?
Doomscrolling sebelum tidur adalah kebiasaan terus-menerus menggulir layar ponsel untuk membaca berita negatif, konflik, kabar buruk, atau konten pemicu kecemasan menjelang waktu istirahat. Aktivitas ini sering berlangsung lebih lama dari rencana awal dan membuat seseorang sulit berhenti meskipun sudah merasa lelah.
2. Mengapa banyak orang melakukan doomscrolling sebelum tidur?
Kebiasaan ini bisa muncul akibat rasa penasaran, keinginan mengikuti perkembangan terbaru, kebutuhan mencari kepastian, atau upaya mengalihkan pikiran dari masalah sehari-hari. Suasana malam yang lebih tenang juga dapat membuat seseorang lebih mudah mengambil ponsel sebagai hiburan sebelum tidur.
3. Apa saja tanda seseorang sering melakukan doomscrolling sebelum tidur?
Beberapa tandanya meliputi terus menggulir layar tanpa tujuan jelas, membaca berita negatif secara berulang, kehilangan kesadaran terhadap waktu, sulit meletakkan ponsel, dan merasa menyesal setelah tidur terlalu larut. Kebiasaan ini juga bisa disertai perasaan cemas setelah membaca berbagai informasi.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9358362/original/059433400_1790335091-medium-shot-suffering-teenager-being-cyberbullied.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9371179/original/053679700_1791773935-f2422a4a-459c-40db-a0a9-2aba9b219497.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9374374/original/035024500_1792048279-LC_BINUS_BKS_4.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9374379/original/078126200_1792048620-healthy-beautiful-young-asian-runner-woman-sports-clothing-running-jogging__1_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9374145/original/035621000_1792038554-pexels-ivan-s-7394474.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9374135/original/098355000_1792037662-b722a26c-f27d-45f7-be2e-b4d16b7ff2fa.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5572813/original/016259900_1777870791-medium-shot-kid-with-tablet-plane_1_.jpg)
![Tidak sedikit anak yang tiba-tiba rewel, menangis, marah, atau bahkan mengalami meltdown saat berada di tempat wisata karena kelelahan itu. [Dok/freepik.com]](https://cdn1-production-images-kly.akamaized.net/jxPB5TNH0nn8re8DCFOsQg_YQkw=/320x217/smart/filters:quality(75):strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7254711/original/003125400_1780040631-2149599412.jpg)
![Sahabat Fimela, yuk simak tips traveling dengan anak picky eater. [Dok/freepik.com/pvproductions]](https://cdn0-production-images-kly.akamaized.net/BOaSn6x3gTIoUHDPu2cZgnZ0Cqg=/320x217/smart/filters:quality(75):strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7255394/original/047151500_1780041531-13552.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5569544/original/098163400_1777445637-pexels-luisbecerrafotografo-35659780.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5569519/original/039377400_1777444700-pexels-steffan-wiliams-2148064025-30895054.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5564262/original/049314900_1776931762-flat-lay-hands-holding-notebook-cash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4847216/original/065253100_1717033085-pexels-liza-summer-6347538.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5537423/original/021121200_1774423642-pexels-yankrukov-5791251.jpg)
![Sahabat Fimela, terdepan cara sederhana untuk membersihkan kompor, yaitu dengan menggunakan racikan baking soda dan cuka. [Dok/freepik.com]](https://cdn1-production-images-kly.akamaized.net/b5j_UycbiR6Uyj6fghEUoPdfem0=/320x217/smart/filters:quality(75):strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7163473/original/028995400_1779953328-2148563321.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9324526/original/017892800_1786715976-WhatsApp_Image_2026-08-14_at_20.34.49.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5691408/original/040891300_1778567403-pexels-denisenys-14824327.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9317739/original/021174400_1786068843-SukkhaCitta_Plaza_Indonesia_Opening_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5183320/original/007994800_1744178860-Depositphotos_543464536_S.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5125290/original/051027900_1738924822-portrait-young-mindful-woman-practice-yoga-exercising-inhale-exhale-fresh-air-park-sitt.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5154770/original/056213600_1741416037-OOTD_Sabrina_Chairunnisa.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5428478/original/091892000_1764510239-jam_tangan_1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4496554/original/003697800_1688957184-syahrul-alamsyah-wahid-h0KrcWloXsE-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5420028/original/017091900_1763718438-Sediakan_Tempat_Sampah_Terpisah_dengan_Label_Jelas.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5501289/original/065172500_1770892932-medium-shot-woman-working-from-home.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5441751/original/077518700_1765516997-medium-shot-woman-girl-playing-memory-game.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5547486/original/041802400_1775460284-prostooleh.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9314373/original/019217700_1785744561-pexels-dmitry-rodionov-30680377.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9354984/original/074492100_1790068177-pexels-pavel-danilyuk-7938005.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4496723/original/082498100_1688964288-sylwia-bartyzel-m7HrMJJ0bW0-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4694903/original/007311700_1703210739-WhatsApp_Image_2023-12-22_at_08.09.41__1_.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9374480/original/015950400_1792052559-WhatsApp_Image_2026-10-15_at_15.16.58.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9371917/original/010688900_1791854261-IMG-20261012-WA0045.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9374392/original/084480100_1792049097-WhatsApp_Image_2026-10-15_at_14.18.19__1_.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9374189/original/088514200_1792039660-132095.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9374156/original/087453600_1792038656-WhatsApp_Image_2026-10-15_at_11.24.11.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9374783/original/060788600_1792066896-Peresmian_Yayasan_TSKM_3.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9374749/original/042759100_1792063302-images__70_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9374221/original/018904300_1792040527-IMG_2925.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9374213/original/078184200_1792040261-WhatsApp_Image_2026-10-15_at_11.56.34.jpeg)