Sukses

Lifestyle

8 Kebiasaan Orang yang Bisa Memisahkan Pekerjaan dan Kehidupan Pribadi

ringkasan

  • Batas jelas antara kerja dan pribadi melindungi energi, fokus, dan waktu istirahat Anda setiap hari.
  • Jam kerja tegas, notifikasi senyap, dan ritual penutup hari membantu pikiran benar-benar berhenti bekerja.
  • Komunikasikan batas Anda kepada rekan dan keluarga agar kebiasaan sehat ini lebih mudah dijaga konsisten.

Fimela.com, Jakarta - Kebiasaan orang yang bisa memisahkan pekerjaan dan kehidupan pribadi sering terlihat sederhana, tetapi dampaknya besar. Mereka punya batas jelas, sehingga waktu istirahat tetap terlindungi dan pikiran bisa pulih setelah hari kerja berakhir.

Di era kerja jarak jauh dan ponsel yang selalu menyala, batas antara kantor dan rumah mudah kabur. Tanpa pemisah yang tegas, notifikasi kerja masuk kapan saja, energi terkuras, dan waktu bersama keluarga atau diri sendiri jadi berkurang.

Kabar baiknya, kemampuan ini bisa dilatih lewat kebiasaan kecil yang konsisten. Berikut sejumlah praktik yang dilakukan orang-orang dengan keseimbangan hidup yang sehat, lengkap dengan penjelasan agar mudah Anda terapkan mulai hari ini, Fimela.com, Kamis (22/10/2026).

1. Menetapkan Jam Kerja yang Tegas

Orang yang piawai memisahkan dua dunia ini biasanya punya jam mulai dan jam selesai yang jelas. Psychology Today menyebut mereka sebagai "segmenter", yaitu orang yang menetapkan batas jelas antara pekerjaan dan rumah, misalnya hanya membalas email saat berada di jam kerja.

Kebiasaan ini membuat otak paham kapan waktunya fokus dan kapan waktunya berhenti. Mulailah dengan menentukan jam pulang yang realistis, lalu patuhi sebisa mungkin. Konsistensi lebih penting daripada kesempurnaan, karena batas yang sering digeser lama-lama akan hilang maknanya.

2. Memisahkan Akun, Nomor, dan Perangkat

Satu ponsel dan satu email untuk semua urusan membuat pekerjaan mudah menyusup ke ruang pribadi. Menurut Psychology Today, mereka yang ingin memisahkan kerja dari rumah dapat memakai akun email dan nomor telepon terpisah.

Anda bisa membuat email khusus kerja, memakai fitur profil kerja di ponsel, atau bahkan membawa perangkat berbeda. Pemisahan sederhana ini mengurangi godaan membuka urusan kantor saat sedang bersantai dan membantu Anda tetap sadar sedang berada di "mode" yang mana.

3. Mematikan Notifikasi Kerja Setelah Jam Kantor

Notifikasi adalah pintu masuk paling cepat bagi pekerjaan untuk mengganggu waktu pribadi. Psychology Today juga menyarankan agar notifikasi pada perangkat kerja dimatikan ketika Anda sudah berada di rumah.

Anda bisa menjadwalkan mode senyap otomatis atau menonaktifkan aplikasi chat kantor di luar jam kerja. Jika ada urusan benar-benar darurat, tetapkan jalur khusus, misalnya panggilan telepon, sehingga Anda tidak perlu memeriksa layar setiap saat.

4. Menutup Hari Kerja dengan Ritual "Wind Down"

Orang yang sehat secara batin jarang menutup laptop begitu saja. Lembar kerja dari Therapist Aid menganjurkan langkah menutup hari, seperti merapikan meja, menuliskan tugas esok hari, dan membisukan notifikasi kerja di ponsel.

Menulis daftar tugas besok punya manfaat tambahan: pikiran tidak lagi sibuk mengingat apa yang belum selesai. Cukup lima sampai sepuluh menit, dan Anda akan lebih mudah beralih ke suasana santai.

5. Membuat Ritual Transisi yang Bermakna

Perjalanan pulang bisa menjadi "pintu" antara dua peran. Therapist Aid memberi contoh, pilih penanda yang Anda lihat setiap hari dalam perjalanan pulang, lalu ucapkan pada diri sendiri bahwa mulai saat itu Anda meninggalkan pekerjaan.

Anda juga bisa meletakkan kunci dan barang kerja di satu wadah dekat pintu. Ritual kecil seperti ini bekerja sebagai sinyal psikologis bahwa hari kerja sudah resmi berakhir.

6. Menyediakan Ruang Kerja Khusus

Bagi yang bekerja dari rumah, ruang fisik sangat menentukan. Psychology Today menyarankan agar Anda membuat area terpisah untuk bekerja dan hanya mengerjakan tugas kantor di tempat itu dalam jangka waktu yang ditentukan.

Jika rumah terbatas, gunakan sudut meja tertentu saja dan bereskan setelah selesai. Tidak bekerja di kasur atau sofa membantu otak mengasosiasikan tempat istirahat dengan istirahat sungguhan.

7. Mengomunikasikan Batas kepada Orang Sekitar

Batas yang hanya Anda ketahui sendiri mudah dilanggar. Psychology Today menekankan pentingnya menyampaikan preferensi batas antara kerja dan rumah kepada keluarga serta rekan kerja, baik sejawat maupun bawahan.

Beri tahu atasan kapan Anda bisa dihubungi, dan jelaskan kepada keluarga kapan Anda sedang bekerja. Komunikasi terbuka membuat orang lain menghargai batas tersebut, dan Anda pun tidak merasa bersalah saat menegakkannya.

8. Melakukan Aktivitas Non-Kerja yang Menyenangkan

Setelah jam kerja usai, orang yang seimbang punya sesuatu yang dinanti-nantikan. Therapist Aid menjelaskan bahwa melakukan aktivitas di luar pekerjaan membuat Anda masuk ke peran lain dan menciptakan jarak dari pikiran soal kerja.

Bentuknya bebas: olahraga ringan, memasak, membaca, berkebun, atau ngobrol bersama keluarga. Ketika hidup di luar kantor terasa kaya, godaan untuk terus-menerus memeriksa pekerjaan pun berkurang.

Pertanyaan dan Jawaban Seputar Kebiasaan Orang yang Mampu Memisahkan Pekerjaan dan Kehidupan Pribadi

Apa arti memisahkan pekerjaan dan kehidupan pribadi?

Artinya menciptakan batas waktu, tempat, dan perhatian antara urusan profesional dan urusan pribadi, sehingga keduanya tidak saling menggerus. Anda hadir penuh saat bekerja dan hadir penuh saat beristirahat.

Apakah semua orang harus memisahkan keduanya secara ketat?

Tidak. Psychology Today membedakan orang yang suka memisahkan (segmenter) dan yang nyaman memadukan keduanya (integrator). Yang terpenting adalah batas yang Anda pilih sesuai kebutuhan dan terasa sehat bagi Anda.

Bagaimana cara memisahkan keduanya saat bekerja dari rumah?

Siapkan area kerja khusus, tetapkan jam kerja tetap, matikan notifikasi kantor setelah selesai, dan buat ritual penutup seperti merapikan meja serta menulis rencana esok hari.

Bagaimana jika atasan sering menghubungi di luar jam kerja?

Bicarakan secara terbuka dan sopan. Sepakati jam yang bisa dihubungi serta jalur khusus untuk hal mendesak, misalnya telepon, agar pesan biasa bisa dibalas pada jam kerja berikutnya.

Follow Official WhatsApp Channel Fimela.com untuk mendapatkan artikel-artikel terkini di sini.

Loading