Sukses

Lifestyle

7 Ciri Perempuan Bungsu yang Sebenarnya Lebih Mandiri daripada Dugaan Orang, Bukan Manja

Fimela.com, Jakarta - Selama ini, anak bungsu sering dicap manja dan selalu bergantung pada kakak atau orang tua. Padahal, ada banyak ciri perempuan bungsu yang sebenarnya lebih mandiri daripada dugaan orang, dan ciri itu sering terbentuk dari pengalaman tumbuh bersama kakak.

Namun, Sahabat Fimela perlu tahu bahwa urutan lahir bukan satu-satunya penentu watak seseorang. Penelitian Julia Rohrer, Boris Egloff, dan Stefan Schmukle berjudul "Examining the Effects of Birth Order on Personality" (2015) di jurnal PNAS, terhadap lebih dari 20.000 orang dewasa di Jerman, Amerika Serikat, dan Inggris, tidak menemukan pengaruh urutan lahir yang berarti pada sifat kepribadian utama.

Melansir dari Healthline, para psikolog berteori bahwa orang tua cenderung memanjakan anak bungsu, tetapi sindrom anak bungsu bisa saja hanya mitos. Lalu, seperti apa gambaran perempuan bungsu yang tampak santai, tetapi ternyata tangguh?

Mengapa Anak Bungsu Sering Dicap Manja?

Cap manja biasanya lahir dari anggapan bahwa bungsu selalu dilindungi. Sebagai anak terakhir, ia dianggap paling kecil sehingga urusannya sering dibantu orang lain.

Padahal, anggapan itu hanya melihat sisi luar. Melansir dari Psych Central, hasil penelitian tentang urutan lahir sangat beragam dan banyak dikritik, sebab kepribadian dipengaruhi banyak hal, mulai dari sifat bawaan sampai pengalaman hidup.

1. Belajar Cepat dari Pengalaman Kakak

Perempuan bungsu tumbuh sambil mengamati kakak-kakaknya. Ia melihat keputusan mana yang berbuah baik dan mana yang berujung masalah, lalu belajar tanpa harus mengalami semuanya sendiri.

Sebuah kajian di repositori Universitas Leiden, Belanda, menjelaskan bahwa adik mempelajari keterampilan baru dari kakak dan menjadi pembelajar aktif ketika dibimbing kakaknya. Kebiasaan menyerap pelajaran dari orang lain ini membuat bungsu lebih siap melangkah sendiri.

2. Mudah Beradaptasi dengan Banyak Karakter

Bungsu terbiasa hidup bersama orang-orang yang lebih tua dengan sifat berbeda. Ia belajar membaca suasana, menyesuaikan diri, dan mencari jalan tengah.

Menurut Healthline, anak bungsu bisa lebih kreatif dan sosial. Karena itu, wajar bila banyak perempuan bungsu cepat akrab dengan orang baru di sekolah, kampus, maupun tempat kerja.

3. Terbiasa Mengambil Keputusan Sendiri

Pada banyak keluarga, aturan terasa lebih longgar ketika anak terakhir tumbuh. Penelitian V. Joseph Hotz dan Juan Pantano berjudul "Strategic Parenting, Birth Order, and School Performance" (2015) di Journal of Population Economics menemukan bahwa ketatnya aturan disiplin orang tua menurun seiring urutan lahir.

Kelonggaran ini sering dianggap tanda dimanja. Padahal, ruang tersebut bisa melatih perempuan bungsu memilih jurusan, teman, hingga cara memakai waktunya, sehingga ia terbiasa menanggung akibat dari pilihannya sendiri.

4. Cekatan Mengurus Kebutuhan Sendiri

Saat perhatian orang tua terbagi untuk beberapa anak, bungsu bisa terbiasa menyiapkan keperluannya sendiri. Kebiasaan kecil ini sering terlihat sejak remaja, misalnya:

  • menyiapkan perlengkapan sekolah atau kuliah sendiri,
  • mengatur uang saku dan jadwal harian,
  • mencari tahu rute atau tempat baru tanpa diantar.

Melansir dari materi PAUD di laman SPADA Kemendikbud, kemandirian termasuk salah satu asas pembelajaran anak usia dini, yakni mengembangkan kemampuan anak memecahkan masalahnya sendiri. Latihan sederhana di rumah menjadi bekal kemandirian itu.

5. Kreatif Mencari Jalan Keluar

Ketika kakak lebih dulu bisa dan lebih kuat, bungsu belajar mencari cara lain agar tetap ikut berperan. Ia bisa bernegosiasi, mencari alternatif, atau menemukan akal yang tidak terpikir oleh orang lain.

Kreativitas ini sejalan dengan catatan Healthline bahwa anak bungsu dapat tumbuh kreatif. Di dunia dewasa, kemampuan tersebut berguna saat ia menghadapi masalah kerja, keuangan, atau hubungan.

6. Tahu Kapan Perlu Meminta Bantuan

Mandiri tidak berarti menolak bantuan. Perempuan bungsu yang terbiasa dibantu cenderung tidak gengsi bertanya atau berdiskusi ketika menemui jalan buntu.

Sikap ini justru tanda kedewasaan, sebab ia mampu menimbang kemampuannya sendiri. Dengan begitu, keputusan yang diambil biasanya lebih matang.

7. Gigih Membuktikan Diri

Melansir dari BusinessDay, psikiater Boluwatife Alarape menyebut anak bungsu sering merasa tidak ditanggapi serius dan belum diberi kebebasan yang mereka inginkan. Rasa ingin diakui itu dapat menjadi bahan bakar bagi perempuan bungsu untuk menunjukkan kemampuannya.

Namun, Sahabat Fimela perlu ingat bahwa tidak semua bungsu sama. Ada yang memang masih banyak bergantung, dan itu wajar selama ia mau terus belajar.

Faktor Lain yang Lebih Menentukan Kemandirian

Studi PNAS tadi hanya menemukan efek kecil urutan lahir pada kecerdasan dan kemampuan intelektual yang dilaporkan sendiri, bukan pada sifat kepribadian utama. Artinya, pola asuh, dukungan keluarga, pengalaman hidup, dan sifat bawaan ikut berperan besar.

Agar lebih jelas, berikut perbandingan antara dugaan umum dan kemungkinan yang sering terjadi.

Dugaan Orang Kemungkinan yang Sering Terjadi
Selalu bergantung pada kakak Belajar dari kakak, lalu bertindak sendiri
Dimanja dalam segala hal Diberi ruang lebih longgar untuk memilih
Tidak dianggap serius Berusaha membuktikan kemampuannya
Sulit mengurus diri Terbiasa menyiapkan keperluan sendiri

Cara Mendukung Kemandirian Perempuan Bungsu

Keluarga dapat membantu dengan memberi kepercayaan. Melansir dari Healthline, orang tua sebaiknya tidak membuat anak bungsu berebut perhatian dan tidak mengukur capaiannya dengan standar kakaknya.

Bagi perempuan bungsu sendiri, mulailah dari keputusan kecil, tanggung hasilnya, lalu naikkan tingkat tantangannya. Sahabat Fimela juga boleh meminta saran, sebab mandiri bukan berarti harus selalu sendirian.

Pertanyaan dan Jawaban Seputar Ciri Perempuan Bungsu yang Sebenarnya Lebih Mandiri daripada Dugaan Orang

1. Apakah semua perempuan bungsu pasti mandiri?

Tidak. Urutan lahir bukan penentu tunggal sifat seseorang. Pola asuh, dukungan keluarga, dan pengalaman hidup ikut menentukan tingkat kemandirian.

2. Mengapa anak bungsu sering dianggap manja?

Karena orang tua dianggap cenderung memanjakan anak terakhir. Melansir dari Healthline, anggapan ini berasal dari teori psikolog dan sindrom anak bungsu bisa saja hanya mitos.

3. Apakah urutan lahir memengaruhi kepribadian?

Penelitian Rohrer, Egloff, dan Schmukle (2015) di jurnal PNAS tidak menemukan pengaruh urutan lahir pada sifat kepribadian utama. Efek kecil hanya ditemukan pada kecerdasan dan kemampuan intelektual.

4. Bagaimana kakak memengaruhi kemandirian adik?

Adik dapat mempelajari keterampilan baru dari kakak dan menjadi pembelajar aktif ketika dibimbing kakaknya, sehingga lebih siap mengambil langkah sendiri.

5. Bagaimana cara melatih kemandirian anak bungsu?

Beri kepercayaan lewat tugas sesuai usia, libatkan dalam keputusan keluarga, dan hindari membandingkan capaiannya dengan kakak.

Follow Official WhatsApp Channel Fimela.com untuk mendapatkan artikel-artikel terkini di sini.

Loading