Fimela.com, Jakarta - Ciri cewek yang tidak mudah terpengaruh omongan orang dapat terlihat dari cara mereka mengambil keputusan, menghadapi kritik, hingga menyikapi penilaian orang lain. Mereka bukan berarti tidak peduli terhadap lingkungan sekitar, melainkan mampu membedakan pendapat yang membangun dan komentar yang hanya menjatuhkan.
Dalam kehidupan sehari-hari, perempuan kerap menghadapi berbagai tuntutan sosial, mulai dari penampilan, pekerjaan, hubungan asmara, hingga pilihan hidup. Tidak sedikit yang merasa harus memenuhi ekspektasi orang lain agar diterima. Namun, perempuan yang memiliki kepercayaan diri dan prinsip kuat cenderung lebih mampu menentukan arah hidupnya sendiri.
Sikap tersebut bukan sesuatu yang selalu muncul sejak lahir. Kemampuan mengelola emosi, mengenali nilai diri, dan menetapkan batasan dapat dikembangkan melalui pengalaman serta kebiasaan sehari-hari. Lantas, seperti apa tanda-tandanya? Sabtu (24/10/2026).
Advertisement
Advertisement
1. Mengenal Nilai Diri dan Memiliki Prinsip yang Kuat
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5176322/original/088482600_1743079014-healthy-young-brunette-asian-woman-pants-beige-cardigan-sits-wooden-table-kitchen-smiles-holds-fresh-tasty-apple_197531-27800.jpg)
Salah satu ciri cewek yang tidak mudah terpengaruh omongan orang adalah memahami nilai diri serta prinsip yang ingin dipegang dalam hidup. Ia mengetahui hal-hal yang dianggap penting, tujuan yang ingin dicapai, dan batasan yang tidak ingin dilanggar hanya demi mendapatkan pengakuan dari orang lain.
Misalnya, seorang perempuan memilih pekerjaan yang sesuai dengan minat dan kemampuannya meskipun teman-temannya menganggap pekerjaan tersebut kurang bergengsi. Ia juga tidak merasa harus mengikuti tren tertentu hanya karena sebagian besar orang di sekitarnya melakukan hal yang sama.
Prinsip yang kuat membantunya memiliki pegangan ketika menghadapi tekanan sosial. Ia tetap terbuka terhadap saran, tetapi tidak langsung mengubah keputusan hanya karena seseorang menyampaikan pendapat yang berbeda.
Menurut pembahasan mengenai perempuan asertif yang dimuat A Conscious Rethink, mengenali nilai diri dan memahami hal yang diyakini merupakan bagian penting dari sikap asertif. Keyakinan terhadap nilai diri membuat seseorang lebih mampu menyampaikan pendapat dan mengambil keputusan secara mandiri.
2. Tidak Selalu Membutuhkan Validasi dari Orang Lain
Perempuan yang tidak mudah terpengaruh omongan orang umumnya tidak menggantungkan seluruh kebahagiaan pada pujian atau pengakuan dari lingkungan sekitarnya. Ia tentu senang ketika mendapat apresiasi, tetapi tidak menjadikan penilaian orang sebagai satu-satunya ukuran keberhasilan.
Sebagai contoh, ia tidak langsung merasa gagal ketika hasil pekerjaannya tidak mendapatkan banyak pujian. Ia tetap bisa menghargai usaha yang telah dilakukan, mengevaluasi kekurangan, dan memperbaiki hasilnya tanpa terus-menerus mempertanyakan kemampuan diri.
Hal serupa terlihat dalam kehidupan sosial. Ia tidak harus selalu menjadi pusat perhatian, mendapatkan banyak komentar positif di media sosial, atau disukai semua orang untuk merasa berharga.
Bukan berarti perempuan seperti ini tidak membutuhkan dukungan emosional. Ia tetap dapat merasa sedih ketika diabaikan atau kecewa saat usahanya tidak dihargai. Bedanya, ia berusaha tidak membiarkan respons orang lain menentukan seluruh pandangannya terhadap diri sendiri.
Dengan mengenali kelebihan dan kekurangan secara realistis, ia memiliki dasar yang lebih kuat untuk membangun kepercayaan diri tanpa harus terus mencari persetujuan dari luar.
3. Mampu Membedakan Kritik yang Membangun dan Komentar yang Menjatuhkan
Tidak semua komentar perlu ditanggapi dengan cara yang sama. Perempuan yang memiliki kematangan emosional memahami bahwa kritik bisa menjadi bahan evaluasi, sedangkan komentar yang merendahkan belum tentu mengandung sesuatu yang bermanfaat.
Ketika seseorang memberikan masukan mengenai pekerjaannya, ia bersedia mendengarkan dan memeriksa apakah masukan tersebut memang beralasan. Jika menemukan kekurangan, ia tidak segan memperbaikinya. Namun, ketika seseorang sekadar mengejek penampilan atau meremehkan pilihannya tanpa alasan yang jelas, ia tidak harus menerima perkataan tersebut sebagai kebenaran.
Kemampuan menyaring komentar membuatnya tidak mudah bereaksi secara berlebihan. Ia dapat mengambil pelajaran dari pendapat yang relevan tanpa harus memikirkan setiap perkataan orang sepanjang hari.
Pendekatan ini sejalan dengan pembahasan dalam Parade mengenai ketangguhan mental perempuan. Menghadapi tantangan dengan sikap yang berorientasi pada solusi, bukan sekadar larut dalam tekanan, dapat membantu seseorang merespons kesulitan secara lebih adaptif.
4. Berani Menyampaikan Pendapat Tanpa Merendahkan Orang Lain
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4984091/original/066941400_1730181985-pexels-ekaterina-bolovtsova-4051137.jpg)
Perempuan yang memiliki pendirian biasanya tidak merasa harus selalu menyetujui pendapat orang lain. Ia mampu menyampaikan pandangan sendiri, termasuk ketika pandangannya berbeda dari mayoritas.
Dalam diskusi, misalnya, ia dapat menjelaskan alasan di balik pilihannya tanpa merasa perlu menyerang orang yang tidak sependapat. Ia juga tidak menggunakan sindiran atau kata-kata kasar hanya untuk membuktikan bahwa dirinya benar.
Sikap ini dikenal sebagai asertivitas, yaitu kemampuan menyampaikan pikiran, kebutuhan, dan batasan secara jelas dengan tetap menghormati orang lain.
Menurut A Conscious Rethink, perempuan asertif cenderung mengomunikasikan pendapat secara lugas sekaligus memberi ruang bagi orang lain untuk menyampaikan pandangannya. Mereka memahami bahwa mempertahankan pendirian tidak harus dilakukan dengan bersikap agresif.
Kemampuan tersebut membuat seseorang lebih mudah menghadapi perbedaan pendapat. Ia tidak perlu memenangkan setiap perdebatan untuk merasa yakin terhadap dirinya sendiri.
5. Berani Mengatakan Tidak dan Menetapkan Batasan
Tidak semua permintaan harus dipenuhi, begitu pula tidak semua ajakan perlu diterima. Perempuan yang tidak mudah terpengaruh omongan orang memahami bahwa dirinya memiliki hak untuk menolak sesuatu yang tidak sesuai dengan kebutuhan, kemampuan, atau prinsipnya.
Misalnya, ia berani menolak ajakan berkumpul ketika sedang membutuhkan waktu untuk beristirahat. Ia juga tidak memaksakan diri mengikuti gaya hidup teman-temannya jika kondisi keuangan atau prioritas pribadinya berbeda.
Pada awalnya, mengatakan tidak mungkin terasa sulit karena ada kekhawatiran dianggap egois, tidak ramah, atau kurang menyenangkan. Namun, seiring waktu, ia belajar bahwa menjaga batasan merupakan bagian dari menghargai diri sendiri.
Batasan yang sehat bukan berarti menutup diri dari orang lain. Ia tetap bisa membantu, mendengarkan, dan berkompromi selama hal tersebut tidak mengorbankan kebutuhan penting atau membuatnya terus-menerus merasa tertekan.
Perempuan seperti ini juga tidak selalu menjelaskan keputusan secara berlebihan hanya untuk mendapatkan persetujuan. Ia dapat menyampaikan penolakan dengan sopan dan menerima bahwa orang lain mungkin merasa kecewa.
6. Tidak Terjebak dalam Kebiasaan Membandingkan Diri
Kebiasaan membandingkan diri dengan orang lain dapat membuat seseorang merasa tertinggal, bahkan ketika sebenarnya ia sudah berkembang dengan baik. Perempuan yang memiliki kepercayaan diri cenderung berusaha melihat perjalanan hidupnya berdasarkan tujuan dan kemampuan sendiri.
Ia tidak langsung menganggap dirinya kurang menarik karena melihat perempuan lain memiliki penampilan berbeda. Ia juga tidak merasa gagal hanya karena teman sebayanya sudah menikah, memiliki rumah, atau mencapai jenjang karier tertentu lebih dahulu.
Sebaliknya, ia memahami bahwa setiap orang mempunyai kondisi, kesempatan, dan waktu perkembangan yang berbeda. Pencapaian orang lain dapat menjadi inspirasi, tetapi tidak harus dijadikan standar mutlak untuk menilai kehidupannya.
Hal ini bukan berarti ia tidak memiliki ambisi. Ia tetap dapat menetapkan target dan berusaha meningkatkan kualitas hidup. Namun, dorongan untuk berkembang muncul karena ingin menjadi lebih baik, bukan semata-mata untuk mengalahkan orang lain atau membuktikan sesuatu kepada mereka.
Dengan cara pandang tersebut, ia dapat menikmati proses pertumbuhan tanpa terus-menerus merasa kurang.
Advertisement
7. Tidak Takut Berbeda dari Lingkungan Sekitar
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9373215/original/027669100_1791959914-pexels-starshine-13293943.jpg)
Perempuan yang tidak mudah terpengaruh omongan orang biasanya mampu menerima bahwa pilihannya tidak selalu sama dengan pilihan orang lain. Ia tidak merasa harus mengikuti kebiasaan kelompok hanya agar tidak terlihat berbeda.
Contohnya, ia memilih gaya berpakaian yang nyaman meskipun tidak sedang populer. Ia mungkin memiliki hobi yang tidak banyak diminati teman-temannya atau memilih jalur karier yang berbeda dari harapan keluarga setelah mempertimbangkan berbagai konsekuensinya.
Keputusan tersebut bukan dilakukan semata-mata untuk melawan arus. Ia tetap mempertimbangkan dampak pilihan, tanggung jawab, serta keadaan yang dihadapi. Hanya saja, ia tidak menjadikan perbedaan pendapat sebagai alasan untuk langsung meninggalkan hal yang diyakininya tepat.
Perempuan seperti ini juga memahami bahwa menjadi berbeda bukan berarti selalu lebih baik. Ada kalanya pendapat mayoritas memang memiliki alasan yang masuk akal. Karena itu, ia tetap bersedia belajar dari orang lain tanpa kehilangan kemampuan untuk berpikir secara mandiri.
Sikap tersebut membantu seseorang menjalani kehidupan yang lebih sesuai dengan kebutuhan dan nilai pribadinya, bukan sekadar mengikuti ekspektasi sosial.
8. Mampu Mengelola Emosi ketika Mendapat Komentar Negatif
Mendengar komentar yang menyakitkan tentu dapat menimbulkan perasaan marah, sedih, malu, atau kecewa. Perempuan yang kuat secara mental bukan berarti tidak pernah mengalami emosi tersebut. Ia hanya berusaha agar perasaan sesaat tidak langsung menentukan respons atau keputusan yang diambil.
Ketika menerima kritik yang terasa menyakitkan, ia mungkin memilih diam sejenak sebelum menjawab. Ia mencoba memahami maksud perkataan tersebut, mempertimbangkan situasi, lalu menentukan apakah perlu memberikan penjelasan, meminta klarifikasi, atau mengakhiri percakapan.
Jika komentar tersebut memang tidak pantas, ia dapat menyampaikan keberatan dengan tegas. Jika perkataan itu mengandung masukan yang relevan, ia bisa mengambil pelajaran tanpa harus membenci orang yang menyampaikannya.
Parade menekankan bahwa ketangguhan mental tidak berarti menghindari emosi negatif. Mengelola emosi dapat melibatkan strategi untuk menenangkan diri maupun langkah praktis untuk menghadapi sumber masalah.
Karena itu, perempuan yang tidak mudah terpengaruh omongan orang tetap boleh menangis, merasa kecewa, atau membutuhkan waktu untuk memulihkan diri. Kekuatan justru terlihat ketika ia mampu mengenali perasaan tersebut dan memilih respons yang lebih sehat.
9. Tidak Berusaha Menyenangkan Semua Orang
Keinginan untuk diterima merupakan hal yang wajar. Namun, jika seseorang terus berusaha menyenangkan semua orang, ia berisiko mengabaikan kebutuhan sendiri dan merasa bersalah setiap kali mengambil keputusan yang tidak disukai orang lain.
Perempuan yang memiliki pendirian memahami bahwa setiap orang mempunyai selera, harapan, dan sudut pandang berbeda. Keputusan yang dianggap tepat oleh satu orang mungkin tidak disukai orang lain.
Misalnya, ia tidak merasa wajib menjelaskan alasan belum menikah kepada setiap orang yang bertanya. Ia juga tidak harus mengubah pilihan hidup hanya karena mendapat komentar bahwa keputusannya tidak sesuai dengan kebiasaan masyarakat.
Meski begitu, tidak berusaha menyenangkan semua orang bukan berarti mengabaikan perasaan orang lain. Ia tetap menjaga kesopanan, menghormati kesepakatan, dan bersedia meminta maaf jika melakukan kesalahan.
Perbedaannya terletak pada kemampuan membedakan tanggung jawab pribadi dan keinginan untuk mendapatkan persetujuan. Ia berusaha menjadi orang yang baik tanpa menuntut dirinya agar selalu disukai.
10. Mau Belajar dari Kesalahan dan Tetap Terbuka terhadap Perubahan
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4933089/original/043171700_1725089474-pexels-karolina-grabowska-8546593.jpg)
Memiliki prinsip kuat tidak berarti seseorang harus mempertahankan semua pendapatnya selamanya. Perempuan yang tidak mudah terpengaruh omongan orang justru dapat mengubah pandangan ketika menemukan informasi baru atau menyadari bahwa keputusan sebelumnya kurang tepat.
Ia tidak merasa harga dirinya hancur hanya karena melakukan kesalahan. Sebaliknya, ia berusaha memahami penyebabnya, memperbaiki hal yang bisa diperbaiki, dan menggunakan pengalaman tersebut sebagai bekal untuk mengambil keputusan berikutnya.
Misalnya, ia pernah memilih pekerjaan berdasarkan saran orang lain, tetapi kemudian menyadari bahwa pekerjaan itu tidak sesuai dengan kemampuan dan kebutuhannya. Setelah mengevaluasi situasi, ia berani mempertimbangkan pilihan lain meskipun harus menghadapi komentar dari lingkungan sekitar.
Sikap terbuka ini juga membuatnya tidak mudah terjebak dalam keyakinan bahwa dirinya selalu benar. Ia bersedia mendengarkan kritik yang masuk akal, meminta bantuan ketika diperlukan, dan belajar dari pengalaman orang lain.
Pembahasan Cottonwood Psychology mengenai kecerdasan perempuan turut menyoroti pentingnya kesediaan mengakui hal yang belum diketahui dan keterbukaan terhadap pembelajaran. Kemampuan tersebut membantu seseorang berpikir lebih fleksibel ketika menghadapi persoalan.
Pada akhirnya, memiliki pendirian bukan tentang menolak semua masukan. Justru, seseorang perlu mampu memilah informasi, mempertimbangkan konsekuensi, dan mengambil keputusan berdasarkan penilaian yang matang.
Cara Melatih Diri agar Tidak Mudah Terpengaruh Omongan Orang
Kemampuan untuk tidak mudah terpengaruh komentar orang lain dapat dibangun secara bertahap. Langkah pertama adalah mengenali nilai dan prioritas pribadi. Cobalah menuliskan hal-hal yang penting dalam hidup, tujuan yang ingin dicapai, serta alasan di balik keputusan yang diambil.
Kedua, latih kebiasaan mengevaluasi komentar sebelum mempercayainya. Tanyakan kepada diri sendiri apakah perkataan tersebut berdasarkan fakta, disampaikan dengan niat membantu, dan relevan dengan situasi yang sedang dihadapi.
Ketiga, bangun kebiasaan menyampaikan pendapat secara tegas tetapi tetap sopan. Mulailah dari hal sederhana, seperti menolak ajakan yang tidak sesuai dengan kebutuhan atau menjelaskan preferensi pribadi tanpa meminta maaf secara berlebihan.
Keempat, berikan ruang bagi diri sendiri untuk merasakan emosi. Tidak perlu memaksa diri agar selalu terlihat kuat ketika menerima kritik. Beristirahat, berbicara dengan orang tepercaya, atau menuliskan perasaan dapat membantu menata pikiran.
Terakhir, ingat bahwa kepercayaan diri tidak harus berarti melakukan semuanya sendiri. Meminta bantuan, menerima saran, dan mengakui kesalahan merupakan bagian dari proses bertumbuh.
Cewek yang tidak mudah terpengaruh omongan orang terlihat dari kemampuannya mengenali nilai diri, menyaring kritik, menetapkan batasan, serta mengambil keputusan secara mandiri. Ia tetap menghargai pendapat orang lain, tetapi tidak membiarkan semua komentar menentukan harga dirinya. Sikap ini bukan tentang menjadi kebal terhadap perkataan orang, melainkan belajar menempatkan setiap pendapat secara proporsional.
Advertisement
Tanya Jawab Seputar Terpengaruh Omongan Orang
1. Apa ciri cewek yang tidak mudah terpengaruh omongan orang?
Ciri-cirinya antara lain memiliki prinsip yang kuat, percaya diri, mampu menyaring kritik, berani menetapkan batasan, dan tidak selalu membutuhkan validasi dari orang lain. Ia juga bersedia mengubah pendapat jika menemukan alasan yang masuk akal.
2. Mengapa seseorang mudah terpengaruh omongan orang lain?
Hal ini dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor, seperti rasa tidak aman, pengalaman mendapat penolakan, kebiasaan membandingkan diri, atau kebutuhan untuk diterima dalam kelompok sosial. Namun, penyebabnya berbeda-beda pada setiap orang.
3. Bagaimana cara agar tidak terlalu memikirkan perkataan orang lain?
Cobalah membedakan kritik yang bermanfaat dari komentar yang tidak relevan. Fokus pada hal yang dapat dikendalikan, seperti sikap dan keputusan pribadi. Jika komentar tertentu terus mengganggu pikiran, berbicara dengan orang terpercaya juga dapat membantu.
4. Apakah tidak peduli omongan orang berarti egois?
Tidak. Menjaga pendirian berbeda dari bersikap egois. Seseorang tetap dapat menghormati perasaan orang lain, menerima kritik, dan bertanggung jawab atas tindakannya tanpa harus mengikuti semua keinginan atau penilaian orang.
5. Apakah perempuan yang percaya diri tidak pernah merasa insecure?
Tidak. Perempuan yang percaya diri tetap bisa merasa ragu, sedih, atau tidak aman dalam situasi tertentu. Perbedaannya, ia berusaha mengenali perasaan tersebut dan tidak menjadikannya satu-satunya dasar untuk menilai diri atau mengambil keputusan.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4948537/original/079557100_1726804807-pexels-hiday-t-i-sg-nd-rsoy-1178625345-23092150.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5293274/original/079922200_1753325194-6252.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9381376/original/005260100_1792812424-Gemini_Generated_Image_6ah04e6ah04e6ah0.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5292292/original/054933100_1753249946-mie_4.jpg)
![Kreasi mie goreng untuk bekal piknik. [AI Generated]](https://cdn0-production-images-kly.akamaized.net/4UA2TvrGQ9N3s80l9QgLinPz_dc=/200x200/smart/filters:quality(75):strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9381112/original/099265000_1792754780-j.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9381033/original/043774800_1792750611-homemade-snowball-cookies-plate-top-Depositphotos_696460392_L.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5572813/original/016259900_1777870791-medium-shot-kid-with-tablet-plane_1_.jpg)
![Tidak sedikit anak yang tiba-tiba rewel, menangis, marah, atau bahkan mengalami meltdown saat berada di tempat wisata karena kelelahan itu. [Dok/freepik.com]](https://cdn1-production-images-kly.akamaized.net/jxPB5TNH0nn8re8DCFOsQg_YQkw=/320x217/smart/filters:quality(75):strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7254711/original/003125400_1780040631-2149599412.jpg)
![Sahabat Fimela, yuk simak tips traveling dengan anak picky eater. [Dok/freepik.com/pvproductions]](https://cdn0-production-images-kly.akamaized.net/BOaSn6x3gTIoUHDPu2cZgnZ0Cqg=/320x217/smart/filters:quality(75):strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7255394/original/047151500_1780041531-13552.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5569544/original/098163400_1777445637-pexels-luisbecerrafotografo-35659780.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5569519/original/039377400_1777444700-pexels-steffan-wiliams-2148064025-30895054.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5564262/original/049314900_1776931762-flat-lay-hands-holding-notebook-cash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9379363/original/097715300_1792594745-people-meeting-barter-event-exchange-goods.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4847216/original/065253100_1717033085-pexels-liza-summer-6347538.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5537423/original/021121200_1774423642-pexels-yankrukov-5791251.jpg)
![Sahabat Fimela, terdepan cara sederhana untuk membersihkan kompor, yaitu dengan menggunakan racikan baking soda dan cuka. [Dok/freepik.com]](https://cdn1-production-images-kly.akamaized.net/b5j_UycbiR6Uyj6fghEUoPdfem0=/320x217/smart/filters:quality(75):strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7163473/original/028995400_1779953328-2148563321.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9324526/original/017892800_1786715976-WhatsApp_Image_2026-08-14_at_20.34.49.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5691408/original/040891300_1778567403-pexels-denisenys-14824327.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5183320/original/007994800_1744178860-Depositphotos_543464536_S.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5125290/original/051027900_1738924822-portrait-young-mindful-woman-practice-yoga-exercising-inhale-exhale-fresh-air-park-sitt.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5154770/original/056213600_1741416037-OOTD_Sabrina_Chairunnisa.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5428478/original/091892000_1764510239-jam_tangan_1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4496554/original/003697800_1688957184-syahrul-alamsyah-wahid-h0KrcWloXsE-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5420028/original/017091900_1763718438-Sediakan_Tempat_Sampah_Terpisah_dengan_Label_Jelas.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5501289/original/065172500_1770892932-medium-shot-woman-working-from-home.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5441751/original/077518700_1765516997-medium-shot-woman-girl-playing-memory-game.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5547486/original/041802400_1775460284-prostooleh.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9314373/original/019217700_1785744561-pexels-dmitry-rodionov-30680377.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9354984/original/074492100_1790068177-pexels-pavel-danilyuk-7938005.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4496723/original/082498100_1688964288-sylwia-bartyzel-m7HrMJJ0bW0-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9321823/original/039525400_1786505831-pal3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7186959/original/042884900_1779983531-IMG_0027.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9381242/original/001440900_1792772123-IMG_0465.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9377611/original/065727200_1792471085-IMG_5844.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9381217/original/038803100_1792767568-Screenshot__381_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9381216/original/013515900_1792767021-WhatsApp_Image_2026-10-23_at_21.38.17.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2843891/original/018274600_1562156772-boy-child-childhood-235554.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9380918/original/010286700_1792744395-Untitled_Project__6_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9381368/original/082349600_1792811119-43974D01-1D5F-49D6-A612-D234A5978733.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5497306/original/043235700_1770623463-2148982546.jpg)