Fimela.com, Jakarta - Sahabat Fimela, diskusi finansial dengan orangtua yang cenderung keras kepala atau sangat menjaga privasi memang kerap terasa tidak mudah. Meski begitu, percakapan ini penting untuk memastikan kesejahteraan mereka di masa tua dan mencegah masalah yang mungkin muncul di kemudian hari. Ada beragam situasi yang bisa Anda temui saat mulai membicarakan soal uang dengan orangtua.
Rasa canggung bahkan bersalah sering muncul karena topik keuangan dianggap tabu, terutama akibat perbedaan generasi dan norma sosial. Bagi banyak orangtua, membicarakan finansial dengan anak dipandang terlalu pribadi atau tidak sopan, sehingga mudah memunculkan jarak dalam percakapan.
Di sisi lain, mereka mungkin khawatir pembahasan ini adalah upaya mengambil alih keputusan hidup atau memengaruhi cara mereka mengelola uang. Keinginan mempertahankan kemandirian pun menguat. Rasa malu atau takut juga bisa menghambat, terutama bila kondisi keuangan tidak sesuai harapan atau ada kekhawatiran akan penilaian dari anak.
Advertisement
Wajar jika Anda merasa tidak nyaman seperti “mengajari” orangtua tentang uang, karena sepanjang hidup kitalah yang belajar dari mereka. Selain itu, topik keuangan sering berbenturan dengan isu sensitif lain seperti penuaan, kesehatan, hingga rencana akhir hayat—hal-hal yang sudah sulit dibahas secara terpisah, apalagi ketika digabungkan.
Advertisement
Tabu di Sekitar Uang: Akar Masalah dalam Keluarga
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3201033/original/016077300_1596703566-pexels-andrea-piacquadio-3768146.jpg)
Tantangan membahas keuangan tidak hanya terjadi dalam relasi anak-orangtua. Pada pasangan muda yang baru memulai rumah tangga, perbedaan kebiasaan finansial—mulai dari pola belanja, cara menabung, hingga memandang utang—juga kerap memicu miskomunikasi dan ketidakselarasan bila tidak dikelola bersama.
Generasi orangtua kita tumbuh dalam kultur yang menempatkan urusan uang sebagai ranah kepala keluarga, bukan topik meja makan. Mereka diajarkan bahwa anak yang baik tidak menanyakan soal uang, dan anak yang sukses akan otomatis mengurus orangtua di hari tua. Dua keyakinan ini membuat pembicaraan uang terasa seperti ujian kesetiaan. Di saat yang sama, banyak anak kini berada pada fase generasi sandwich—memikul tanggung jawab terhadap orangtua di atas, serta anak atau adik di bawah, bersamaan dengan cicilan KPR dan kebutuhan menyiapkan dana pensiun sendiri yang mungkin belum terbentuk.
Penilaian terhadap kondisi ekonomi seseorang pun kerap dibangun dari hal-hal yang tampak: penampilan rapi, pekerjaan yang menjanjikan, atau gaya hidup di kota besar. Kesan ini bisa menimbulkan anggapan berkecukupan, padahal kenyataannya belum tentu demikian. Akibatnya, orang yang terlihat mapan justru kesulitan mengungkapkan masalah keuangan atau meminta bantuan saat benar-benar membutuhkan.
Langkah Awal Diskusi Finansial: Empati, Waktu Tepat, dan Pilihan Kata
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3194967/original/048905900_1596098765-mother-with-teen-daughter_1398-163.jpg)
Walau sulit, percakapan finansial tetap krusial. Mulailah dengan memilih momen yang tenang dan privat, bukan saat libur keluarga atau ketika orangtua sedang stres menghadapi masalah lain. Hindari melakukannya secara mendadak; beri ruang agar semua orang siap berdialog.
Tunjukkan kepedulian dan niat memahami, bukan menghakimi. Gunakan bahasa yang lembut dan tidak menyudutkan. Annisa Steviani, seorang Certified Financial Planner, menekankan perlunya melepaskan asumsi bahwa orangtua akan kecewa ketika kita membahas uang. Niatkan dalam hati bahwa yang disampaikan adalah hal baik, dan jangan takut terjadi perbedaan pendapat.
Pendekatan empati sangat membantu. Alih-alih berkata, “Kenapa keuangan kita selalu sulit?”, cobalah, “Aku ingin memahami bagaimana kita bisa mengatur keuangan dengan lebih baik.”
Sampaikan bahwa Anda ingin mengetahui keinginan orangtua untuk masa depan. Hindari penggunaan kata “membantu” bila berpotensi terdengar meragukan kemampuan mereka; mintalah izin untuk mendampingi. Misalnya, “Bolehkah kita duduk bersama dan memastikan semuanya rapi serta terorganisir?”
Bila ada kekhawatiran spesifik, utarakan secara langsung sekaligus tawarkan dukungan. Contohnya, “Saya khawatir Anda mungkin telah dimanfaatkan secara finansial. Saya ingin membantu agar hal seperti ini tidak terjadi lagi di masa depan. Bagaimana menurut Anda?”
Advertisement
Rencana Berkelanjutan dan Bantuan Ahli
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3120423/original/031297400_1588700584-joyful-adult-daughter-greeting-happy-surprised-senior-mother-3768131.jpg)
Untuk menjaga percakapan tetap sehat dan produktif, ada beberapa strategi yang dapat diikuti saat memulai pembahasan finansial dengan orangtua. Langkah-langkah ini membantu menata alur dialog, memperjelas peran tiap anggota keluarga, serta memastikan kebutuhan jangka panjang tetap terakomodasi.
-
Awali dengan pertanyaan ringan
Mulailah lebih awal dan lakukan secara bertahap—jangan menunggu krisis atau penurunan kognitif baru mulai berbicara. Anggap proses ini sebagai rangkaian percakapan kecil; lebih baik memiliki tiga diskusi 30 menit daripada satu diskusi 90 menit. Anda bisa membuka dengan hal sederhana, seperti menanyakan lokasi dokumen penting atau siapa penasihat tepercaya mereka.
-
Ajak pihak profesional bila perlu
Jika suasana mulai terlalu emosional, libatkan profesional netral seperti penasihat keuangan atau konsultan kekayaan keluarga. Mereka membantu memisahkan dinamika emosional dari perencanaan teknis. Konsultan kekayaan keluarga juga berperan sebagai mediator dan penghubung komunikasi antarangota keluarga, memfasilitasi diskusi terbuka tentang tujuan serta ekspektasi keuangan, dan menangani konflik yang mungkin muncul.
-
Jadwalkan pertemuan keluarga berkala
Adakan pertemuan rutin agar semua pihak memiliki pemahaman yang sama dan tanggung jawab yang jelas. Momen ini juga bisa dimanfaatkan orangtua untuk memperkenalkan penasihat keuangan mereka kepada anak-anak. Jika Anda memiliki saudara kandung, libatkan mereka untuk berbagi tugas—baik finansial maupun nonfinansial.
-
Kenali kondisi keuangan orangtua secara menyeluruh
Pahami gambaran lengkap keuangan orangtua, termasuk lokasi dokumen krusial seperti surat wasiat, surat kuasa (Power of Attorney/POA), polis asuransi, dan informasi rekening. Ketahui sumber pendapatan serta utang mereka, serta siapa penasihat keuangan, akuntan, atau pengacara yang selama ini mendampingi. Anda bahkan bisa menawarkan diri untuk bertemu bersama penasihat mereka. Pastikan juga akses digital yang diperlukan telah tersedia, karena akses biometrik dapat menjadi kendala bagi kerabat yang masih hidup.
-
Pertahankan kendali di tangan orangtua
Berikan ruang kendali sebesar mungkin pada orangtua. Yakinkan bahwa tujuan Anda bukan mengambil alih hidup mereka, melainkan mendukung kebutuhan seiring bertambahnya usia. Undang orangtua untuk menentukan topik apa yang dibahas dan kapan waktunya. Sarankan menambahkan Anda sebagai “kontak terpercaya” pada rekening investasi dan bank—mirip kontak darurat, tanpa wewenang transaksi. Jaga komunikasi tetap terbuka dan lakukan pemeriksaan rutin; kebutuhan finansial di usia 60-an tentu berbeda dengan usia 90-an.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3120425/original/076650000_1588700587-woman-in-blue-long-sleeve-shirt-beside-her-mother-3893528.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4952367/original/031623500_1727231762-pexels-ketut-subiyanto-4245930.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5226645/original/090977500_1747751182-steptodown.com301570.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9383040/original/047296100_1793065361-Gemini_Generated_Image_u0dv4gu0dv4gu0dv.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9382481/original/079496000_1792997455-cnc_2026_10_26_1792995759623220_SGS3tgLP4M.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9382479/original/088764700_1792997297-cnc_2026_10_26_1792995759623151_rNmvWoGqiq.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5562886/original/096890400_1776842271-little-boy-playing-with-toys.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5572813/original/016259900_1777870791-medium-shot-kid-with-tablet-plane_1_.jpg)
![Tidak sedikit anak yang tiba-tiba rewel, menangis, marah, atau bahkan mengalami meltdown saat berada di tempat wisata karena kelelahan itu. [Dok/freepik.com]](https://cdn1-production-images-kly.akamaized.net/jxPB5TNH0nn8re8DCFOsQg_YQkw=/320x217/smart/filters:quality(75):strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7254711/original/003125400_1780040631-2149599412.jpg)
![Sahabat Fimela, yuk simak tips traveling dengan anak picky eater. [Dok/freepik.com/pvproductions]](https://cdn0-production-images-kly.akamaized.net/BOaSn6x3gTIoUHDPu2cZgnZ0Cqg=/320x217/smart/filters:quality(75):strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7255394/original/047151500_1780041531-13552.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5569544/original/098163400_1777445637-pexels-luisbecerrafotografo-35659780.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5569519/original/039377400_1777444700-pexels-steffan-wiliams-2148064025-30895054.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8673798/original/057009200_1782714868-IMG_1232.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9379363/original/097715300_1792594745-people-meeting-barter-event-exchange-goods.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4847216/original/065253100_1717033085-pexels-liza-summer-6347538.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5537423/original/021121200_1774423642-pexels-yankrukov-5791251.jpg)
![Sahabat Fimela, terdepan cara sederhana untuk membersihkan kompor, yaitu dengan menggunakan racikan baking soda dan cuka. [Dok/freepik.com]](https://cdn1-production-images-kly.akamaized.net/b5j_UycbiR6Uyj6fghEUoPdfem0=/320x217/smart/filters:quality(75):strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7163473/original/028995400_1779953328-2148563321.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5183320/original/007994800_1744178860-Depositphotos_543464536_S.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5125290/original/051027900_1738924822-portrait-young-mindful-woman-practice-yoga-exercising-inhale-exhale-fresh-air-park-sitt.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5154770/original/056213600_1741416037-OOTD_Sabrina_Chairunnisa.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5428478/original/091892000_1764510239-jam_tangan_1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4496554/original/003697800_1688957184-syahrul-alamsyah-wahid-h0KrcWloXsE-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5420028/original/017091900_1763718438-Sediakan_Tempat_Sampah_Terpisah_dengan_Label_Jelas.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5501289/original/065172500_1770892932-medium-shot-woman-working-from-home.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5441751/original/077518700_1765516997-medium-shot-woman-girl-playing-memory-game.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5547486/original/041802400_1775460284-prostooleh.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9314373/original/019217700_1785744561-pexels-dmitry-rodionov-30680377.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9354984/original/074492100_1790068177-pexels-pavel-danilyuk-7938005.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4496723/original/082498100_1688964288-sylwia-bartyzel-m7HrMJJ0bW0-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9382859/original/018476900_1793014643-248903.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9382841/original/099018500_1793012597-1315167.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9381978/original/020745200_1792916852-Detik-detik_byd_lindas_driver_ojol_di_kawasan_blok-m.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9382772/original/013226500_1793009078-1001795506.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4439890/original/058272000_1684940355-348237169_599185758943490_3150403143734906669_n.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9382612/original/003792000_1793003234-IMG_6107.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9309220/original/062251400_1785221309-WhatsApp_Image_2026-07-28_at_13.45.09.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9382582/original/065202500_1793001503-pexels-ketut-subiyanto-4474038.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9382948/original/037877300_1793032408-No_Na.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9382433/original/071102600_1792995757-pexels-helenalopes-27177232.jpg)