Sukses

Lifestyle

Cara Menghadapi Orang yang Tidak Suka Dinasihati Tanpa Memicu Pertengkaran

Fimela.com, Jakarta - Niat baik untuk membantu orang lain terkadang tidak selalu mendapatkan respons yang diharapkan. Nasihat yang sebenarnya bertujuan memberikan solusi justru bisa dianggap sebagai kritik atau bentuk ikut campur. Dalam situasi seperti ini, mengetahui cara menghadapi orang yang tidak suka dinasihati dapat membantu kita bersikap lebih bijak.

Dalam psikologi komunikasi, penolakan terhadap nasihat bisa berkaitan dengan keinginan seseorang untuk tetap memiliki kendali atas keputusan hidupnya. Karena itu, dalam menyampaikan nasihat, jangan sampai membuat orang lain merasa diatur atau direndahkan.

Cara menghadapinya perlu dilakukan dengan memahami perasaan dan sudut pandangnya terlebih dahulu. Berikut cara menghadapi orang yang tidak suka dinasehati, dirangkum Fimela.com, Kamis (5/11/2026).

1. Pahami Alasan Mereka Tidak Suka Dinasihati

Orang yang tidak suka dinasihati belum tentu keras kepala atau tidak mau belajar. Bisa jadi mereka merasa pendapatnya tidak didengarkan, pernah mendapat nasihat dengan cara yang menyakitkan, atau ingin menyelesaikan masalah menggunakan caranya sendiri.

Sebagian orang juga merasa nasihat yang diberikan tanpa diminta seperti bentuk kritik atau upaya mengatur kehidupannya. Akibatnya, mereka cenderung membela diri meskipun saran yang disampaikan sebenarnya bertujuan membantu.

Hal ini berkaitan dengan psychological reactance, yaitu dorongan untuk mempertahankan kebebasan ketika seseorang merasa pilihannya sedang dibatasi. Meta-analisis yang diterbitkan dalam jurnal Human Communication Research pada 2026 menemukan bahwa bahasa yang terasa mengancam kebebasan dapat meningkatkan kemarahan, pikiran negatif, dan penolakan terhadap pesan. Analisis tersebut mencakup 33 studi dengan 146 ukuran efek.

Karena itu, jangan langsung menganggap penolakan mereka sebagai sikap tidak menghargai. Cobalah memahami alasan di balik respons tersebut sebelum menentukan cara berkomunikasi.

2. Dengarkan Cerita Mereka Sebelum Memberikan Saran

Ketika seseorang sedang menceritakan masalah, belum tentu ia membutuhkan solusi. Terkadang, mereka hanya ingin didengarkan dan mendapatkan ruang untuk mengungkapkan perasaan tanpa langsung dinilai.

Daripada buru-buru memberikan nasihat, berikan kesempatan kepada mereka untuk menjelaskan situasinya. Sahabat Fimela bisa mengajukan pertanyaan sederhana seperti, "Apa yang paling membuatmu kepikiran?" atau "Kamu ingin cerita saja atau ingin mencari jalan keluarnya bersama?"

Menurut Head Start, lembaga di bawah Departemen Kesehatan dan Layanan Kemanusiaan Amerika Serikat, pendekatan motivational interviewing mendorong seseorang untuk mendengarkan secara aktif dan memahami sudut pandang lawan bicara. Salah satu caranya adalah mengulang atau merangkum cerita untuk memastikan bahwa pesan yang disampaikan sudah dipahami dengan benar.

Dengan mendengarkan terlebih dahulu, Sahabat Fimela bisa mengetahui apakah orang tersebut memang membutuhkan masukan atau hanya ingin mendapatkan dukungan emosional. Cara ini juga membantu mengurangi kesan menggurui.

3. Minta Izin Sebelum Memberikan Nasihat

Salah satu cara menghadapi orang yang tidak suka dinasihati adalah meminta izin sebelum menyampaikan pendapat. Langkah sederhana ini membuat mereka merasa tetap memiliki kendali atas percakapan.

Sahabat Fimela bisa menggunakan kalimat seperti:

  • "Boleh aku kasih pendapat sedikit?"
  • "Kalau kamu berkenan, aku punya saran yang mungkin bisa membantu."
  • "Mau dengar sudut pandang lain atau belum ingin membahas solusinya?"

Menurut panduan Effective Motivational Interviewing Practices dari Head Start, percakapan mengenai topik sensitif sebaiknya diawali dengan meminta izin. Panduan tersebut juga menekankan pentingnya menghormati kebebasan seseorang untuk menentukan pilihan sendiri.

Penelitian Jihyun Esther Paik yang diterbitkan dalam jurnal Communication Monographs pada 2020 juga menemukan bahwa orang yang menerima nasihat tanpa memintanya cenderung menilai saran tersebut kurang bermanfaat dan lebih kecil kemungkinannya untuk menerapkannya, terutama ketika mereka memang belum terbuka terhadap masukan.

4. Kendalikan Ekspektasi dan Emosi Anda

Saat menghadapi orang yang tidak suka dinasihati, penting untuk mengendalikan ekspektasi agar tidak berharap mereka langsung menerima setiap masukan. Setiap orang memiliki cara berpikir dan kesiapan yang berbeda dalam menyikapi saran dari orang lain. Karena itu, jangan menganggap penolakan mereka sebagai bentuk ketidakhormatan atau tanda bahwa nasihat Anda tidak berguna.

Anda juga perlu menjaga emosi ketika pendapat yang disampaikan justru dibantah atau ditanggapi dengan kurang menyenangkan. Hindari membalas dengan nada tinggi, menyindir, atau terus memaksakan argumen karena hal tersebut bisa membuat percakapan semakin memanas.

Cobalah memberi jeda ketika mulai merasa kesal. Anda bisa mengalihkan pembicaraan atau melanjutkannya saat suasana sudah lebih tenang. Dengan mengelola ekspektasi dan emosi, Anda dapat menjaga hubungan tetap baik tanpa harus merasa bertanggung jawab atas keputusan yang diambil orang lain.

5. Gunakan Bahasa yang Tidak Terkesan Menggurui

Cara menyampaikan nasihat sama pentingnya dengan isi saran yang diberikan. Kalimat yang terdengar memerintah atau menyalahkan bisa membuat seseorang merasa direndahkan dan semakin sulit menerima pendapat.

Hindari ungkapan seperti "Kamu seharusnya begini" atau "Dari awal sudah kubilang". Sebagai gantinya, gunakan kalimat yang lebih terbuka, misalnya "Pernah terpikir mencoba cara lain?" atau "Menurutku, ada pilihan lain yang mungkin bisa dipertimbangkan."

Head Start menjelaskan bahwa pendekatan motivational interviewing perlu dilakukan dengan menunjukkan empati, menghargai kebebasan pribadi, dan tidak memaksakan nasihat. Dalam panduannya, terdapat anjuran: "hindari terburu-buru memberikan nasihat dan berikan kesempatan kepada orang lain untuk menyampaikan pemikirannya sendiri”.

Selain itu, sampaikan satu atau dua saran yang paling relevan terlebih dahulu. Hindari memberikan terlalu banyak masukan sekaligus karena hal tersebut bisa membuat lawan bicara merasa kewalahan.

6. Berikan Pilihan, Bukan Memaksakan Keputusan

Orang yang tidak suka dinasihati biasanya lebih nyaman ketika tetap diberi kesempatan untuk menentukan pilihannya sendiri. Karena itu, sampaikan saran sebagai bahan pertimbangan, bukan sesuatu yang wajib mereka ikuti.

Misalnya, jika teman sedang menghadapi masalah pekerjaan, Sahabat Fimela bisa menyampaikan beberapa kemungkinan jalan keluar tanpa menentukan mana yang harus dipilih. Biarkan mereka mempertimbangkan risiko dan manfaat dari setiap pilihan sesuai kondisi yang dihadapi.

Menurut Head Start, pendekatan motivational interviewing menekankan bahwa seseorang perlu didukung untuk mengambil keputusan sendiri. Panduan tersebut menyebutkan pentingnya menghormati kebebasan mereka untuk memilih dan mengambil keputusan sendiri.

Sikap ini juga membantu menjaga hubungan karena orang tersebut tidak merasa sedang dikendalikan. Jika mereka memilih jalan yang berbeda dari saranmu, cobalah menghormati keputusan tersebut selama tidak membahayakan dirinya maupun orang lain.

7. Beri Waktu dan Jangan Memaksakan Nasihat

Tidak semua orang bisa langsung menerima masukan dalam satu percakapan. Ada yang membutuhkan waktu untuk menenangkan diri, memikirkan saran yang diberikan, atau memahami masalahnya dari sudut pandang berbeda.

Jika mereka mulai menunjukkan ketidaknyamanan, seperti membantah dengan nada tinggi atau berusaha mengakhiri pembicaraan, jangan terus mendesak. Sahabat Fimela bisa mengatakan, "Tidak apa-apa kalau belum ingin membahasnya sekarang. Kalau nanti butuh teman bicara, aku siap mendengarkan."

Pendekatan ini sejalan dengan prinsip motivational interviewing yang dijelaskan Head Start. Ketika seseorang belum siap membicarakan perubahan, percakapan dapat dilanjutkan pada kesempatan lain tanpa memaksanya untuk segera menyetujui saran.

Kamu juga perlu memahami bahwa membantu orang lain bukan berarti harus bertanggung jawab atas semua keputusan mereka. Sampaikan kepedulian sewajarnya, tetapi tetap hormati batas kemampuan dan kenyamanan dirimu sendiri.

 

Pertanyaan Seputar Cara Menghadapi Orang yang Tidak Suka Dinasihati

1. Mengapa seseorang lebih mudah menerima nasihat dari orang tertentu dibandingkan orang lain?

Hal ini bisa dipengaruhi oleh tingkat kepercayaan, kedekatan emosional, dan pengalaman seseorang dengan pemberi nasihat. Seseorang mungkin lebih terbuka menerima masukan dari orang yang dianggap memahami kondisinya, memiliki pengalaman serupa, atau tidak mudah menghakimi.

Selain itu, hubungan interpersonal yang positif dapat membuat seseorang merasa lebih aman ketika menerima pendapat berbeda. Karena itu, penerimaan nasihat tidak hanya ditentukan oleh isi sarannya, tetapi juga oleh siapa yang menyampaikannya dan bagaimana hubungan keduanya terjalin.

2. Bagaimana jika kita sudah memberikan saran dengan baik tetapi nasihat tersebut tetap memicu pertengkaran?

Jika nasihat yang disampaikan dengan niat baik tetap memicu pertengkaran, sebaiknya jangan langsung membela diri atau berusaha membuktikan bahwa pendapat kita benar. Bisa jadi, orang tersebut sedang berada dalam kondisi emosional atau memiliki sudut pandang yang berbeda sehingga belum bisa menerima masukan tersebut.

Cobalah menghentikan pembicaraan sementara sampai suasana lebih tenang. Sahabat Fimela bisa mengatakan, "Aku tidak bermaksud menyudutkanmu. Aku hanya ingin membantu, tetapi kalau pembicaraan ini membuatmu tidak nyaman, kita bisa membahasnya lain waktu."

Perlu diingat bahwa niat baik tidak selalu menjamin nasihat akan diterima dengan baik. Kamu boleh menyampaikan kepedulian, tetapi tidak bisa mengendalikan bagaimana orang lain meresponsnya. Jika perbedaan pendapat terus memicu konflik, menjaga jarak dari pembahasan tersebut untuk sementara bisa menjadi pilihan yang lebih bijak.

3. Apakah kita boleh berhenti memberikan nasihat kepada orang yang selalu menolaknya?

Tentu saja. Sahabat Fimela tidak harus terus memberikan nasihat jika orang tersebut berulang kali menolak atau menunjukkan bahwa dirinya tidak menginginkan masukan. Menghentikan nasihat bukan berarti tidak peduli, melainkan bentuk penghormatan terhadap batasan pribadi masing-masing.

Menurut Mind, organisasi kesehatan mental di Inggris, seseorang yang tidak menerima bantuan tetap perlu dihormati sebagai individu yang memiliki hak menentukan pilihannya sendiri. Kita bisa tetap memberikan dukungan emosional dan membuka kesempatan untuk membantu ketika mereka sudah siap.

4. Kapan seseorang yang selalu menolak nasihat sebaiknya mendapatkan bantuan profesional?

Penolakan terhadap nasihat saja tidak selalu menunjukkan bahwa seseorang membutuhkan bantuan profesional. Namun, jika mereka mengalami kesulitan mengelola emosi, masalah yang terus mengganggu aktivitas sehari-hari, atau tekanan psikologis yang semakin berat, berkonsultasi dengan psikolog atau tenaga kesehatan mental dapat menjadi pilihan.

Menurut NHS melalui layanan Every Mind Matters, seseorang yang mengalami masalah kesehatan mental sebaiknya didukung untuk mencari bantuan ketika membutuhkannya. Dukungan dari teman atau keluarga tetap berarti, tetapi tidak harus menggantikan peran tenaga profesional.

Follow Official WhatsApp Channel Fimela.com untuk mendapatkan artikel-artikel terkini di sini.

Loading