Sukses

News & Entertainment

Kisah Haru Grup Band Seventeen Diangkat ke Layar Lebar

Fimela.com, Jakarta Bencana tsunami di Selat Sunda akhir tahun kemarin masih sangat membekas, terutama bagi keluarga besar grup band Seventeen. Saat kejadian itu, tiga orang personel ditambah istri dari Ifan, vokalis Seventeen yang bernama Dylan Sahara turut menjadi korban jiwa. Kini, jelang satu tahun peristiwa nahas itu terjadi, sebuah film dokumenter drama bertajuk Kemarin akan segera di rilis.

Kemarin merupakan film produksi Mahakarya Pictures bersama Mahaka Integra Radio yang berkisah tentang kehidupan grup band Seventeen, termasuk memuat detik-detik bencana yang menimpa para personelnya. Materi videonya sendiri merupakan hasil dokumentasi kamera milik almarhum Andi, drummer Seventeen yang ternyata memuat berbagai video perjalanan Seventeen sejak awal sampai bencana tsunami menyapu panggung mereka.

Selain video dokumentasi yang ada di kamera Andi, beberapa bagian dalam film yang disutradarai oleh Upie Guava itu juga mengambil beberapa adegan kehidupan keluarga Seventeen pasca bencana. Ifan, satu-satunya personel Seventeen yang tersisa mengaku merasakan perasaan yang campur aduk atas terealisasinya film Kemarin.

"Kayak nggak percaya sih, maksudnya hard to believe gitu, kok yang di filmin yang anak-anaknya udah nggak ada. Temen-temenku, sahabat-sahabatku. Saudara-saudaraku," ucap Ifan Seventeen saat syukuran sekaligus peluncuran poster dan teaser film Kemarin di kawasan Tebet, Jakarta Selatan, Selasa (29/10/2019).

Masih Merasa Duka

Ifan pun mengakui, meski sudah hampir satu tahun pasca kejadian tsunami yang menimpa mereka, dirinya masih kerap dihinggapi rasa duka mendalam kehilangan teman seperjuangan dalam bermusik. Terlebih, sebagian besar film dokumenter yang rencananya dirilis akhir tahun ini pun memuat banyak gambar yang membuatnya kembali terkenang para personel Seventeen yang lain.

"Kadang-kadang kalau kita lihat pas syuting gitu ya, flashback lihat footages-footages video anak-anak pas kita lagi mangung itu kayak, 'ya Allah, ko jadi di filmin sih. Kok nggak sama gue sih nge-brief-nya'. Masih banyak rasa tersakiti," terangnya kemudian.

Nilai Positif

Meski akan kembali mengorek luka lama terkait kehilangan istri dan teman-temannya saat kejadian tsunami, namun Ifan berusaha untuk berpikir positif. Lewat film doku drama berjudul Kemarin, ia berharap bisa menjadi sebuah kenang-kenangan untuk dirinya, keluarga besar Seventeen, juga para penggemarnya tentang grup band asal Yogyakarta tersebut.

"Kebetulan kan film ini bukan hanya bercerita soal aku dan anak-anak Seventeen aja, tapi juga ada tentang Dylan juga, jadi mungkin film ini akan jadi kenangan manis juga buat aku pribadi karena ada tentang aku dan Dylan di ceritain. Masing-masing personil juga ada tentang keluarganya, jadi ini akan jadi kenangan yang manis lah insyaAllah akan jadi kenangan yang manis buat kita," pungkas Ifan Seventeen.

Saksikan Video Menarik Berikut Ini

;
Loading