Sukses

Parenting

Ini Gejala Tantrum Pada Anak Yang Sudah Melampaui Kewajaran

Setiap anak pasti akan belajar memahami lingkungannya, dan juga memahami dirinya sendiri. Proses pembelajaran ini melibatkan anak secara emosional, termasuk untuk hal mengungkapkan emosinya.

Pada anak-anak usia balita hingga batita, seringkali mengalami tantrum. Tantrum merupakan keadaan anak yang mengeluarkan emosi melalui kemarahan. Perwujudan tantrum pun bermacam-macam, ada yang menjerit, menangis, marah, berontak hingga membanting barang.

Setiap anak memang sangat mungkin mengalami tantrum dan merupakan bagian dari proses perkembangan dirinya. Tetapi, kewajaran tantrum harus diperhatikan oleh orang tua. Jika berlebihan, tandanya adalah masalah perkembangan emosional pada si kecil. Berikut tanda-tandanya.

Sering mengamuk

Wajar jika anak merajuk untuk menunjukkan keinginannya terhadap sesuatu. Namun jika amukannya melebihi batas, misalnya sehari lebih dari lima kali atau setiap kali meminta sesuatu dengan berteriak dan marah, keluarga harus jeli akan hal ini.

Selain itu, anak yang tantrumnya berlebihan bisa dilihat dari durasi mengamuknya. Umumnya anak akan mengamuk lalu tantrum selama tak lebih dari 1 menit. Namun jika anak tantrum lebih dari 25 menit, Mom harus waspada akan masalah terhadap perkembangan jiwanya.

Melukai diri sendiri dan orang lain

Terkadang, tantrum anak ditunjukkan tidak hanya lewat jeritan, melainkan juga kontak fisik. Jika anak memukul, menendang, menggigit, mencubit orang lain, maka ini sudah termasuk di luar kewajaran. Begitu juga jika anak menunjukkan kemarahannya lewat cara melukai diri sendiri.

Memang tak mudah menerima kenyataan bahwa anak mengalami gangguan emosional. Tetapi sebagai orang tua Mom perlu untuk segera mengambil tindakan. Anak perlu didukung untuk meredakan emosinya, dimulai dari lingkungan sekitar keluarga. Jika Mom merasa kewalahan, segeralah berkonsultasi tentang keadaan anak kepada psikolog.

Semoga informasi ini bisa membantu ya, Mom.

(vem/wnd)
;
Loading