Sukses

Parenting

Cacat Bawaan Pada Anak

Kehamilan adalah yang normal dalam hidup. Menurut www.aboutkidshealth.ca, 85% kehamilan akan melahirkan bayi normal dan sisanya beresiko tinggi mengalami cacat kandungan.

Terkadang, meskipun jarang, akan terjadi sesuatu yang salah dalam perkembangan dan pertumbuhan bayi dalam rahim. Janin mungkin akan mengalami masalah perkembangan pada salah satu atau lebih dari sistem organnya. Hal ini disebut dengan cacat bawaan.

Cacat bawaan terkadang muncul keika ibu hamil terkena zat-zat berbahaya yang disebut teratogen. Ini termasuk infeksi dan pengaruh obat-obatan tertentu, bahan kimia, alkohol, dan narkoba.

Cacat bawaan pada bai juga dapat disebabkan oleh kromosom atau kelainan genetik. Namun, sekitar 40% sampai 60% persen dari kelahiran cacat, penyebabnya masih belum diketahui.

Kelahiran cacat akan berpengaruh pada kehidupan sosial orang tua. Dan juga berpengaruh pada anak ketika anak semakin dewasa, apalagi jika cacat bawaan ini tidak diobati.

Orang tua selalu berharap untuk memiliki bayi yang sempurna. Pastinya akan sangat sedih jika pada kenyataannya mereka memiliki bayi dengan cacat bawaan.

Mungkin orang tua akan sangat sedih dan bahkan marah, ketika buah hatinya ternyata menderita cacat bawaan. Walau pada akhirnya akan menerima apa yang terjadi. Orang tua sering tidak menyadari jika operasi, terapi, atau tindakan medis lainnya akan sangat membantu dalam menangani kelahiran cacat.

Handayani Rahayuningsih

(vem/ova)

Follow Official WhatsApp Channel Fimela.com untuk mendapatkan artikel-artikel terkini di sini.

Loading