Sukses

Parenting

Kenali Jenis dan Tingkat Keparahan Anak Diare

Setelah Bunda sebelumnya memahami jenis-jenis diare berdasarkan penyebabnya, kali ini kita akan membahas tentang diare berdasarkan keparahannya. Bunda pasti bertanya-tanya, apa sih pentingnya memahami jenis diare berdasarkan tingkat keparahannya jika anak diare?

Seperti sebelumnya, ini berguna agar Bunda dapat melakukan penanganan yang tepat pada anak diare dengan tingkat keparahan tertentu. Bunda pasti tidak mau kan, anak Bunda diare akut tapi Bunda salah memberikan pengobatan untuk diare ringan?

Nah, langsung saja kita bahas yuk jenis diare berdasarkan tingkat keparahannya.

Menurut familymedicine.ukzn.ac.za, terdapat tiga jenis diare berdasarkan tingkat keparahannya, yaitu diare akut, diare persistent, dan diare kronis/disentri.

Diare Akut
Diare akut adalah diareyang terjadi secara mendadak dan berlangsung selama 2-14 hari. Pada umumnya, diare akut terbagi dalam diare non-inflamasi (infeksi zat yang diproduksi bakteri tanppa menyebabkan perut mulas) dan diare inflamasi (infeksi bakteri dengan gejala seperti anak flu dan mual).

Diare Persisten
Diare jenis ini berlangsung selama lebih dari 14 hari dengan ciri-ciri diare inflamasi dan anak demam.

Diare Kronis/Disentri
Diare disentri merupakan jenis diare dengan tingkat keparahan tertinggi. Diare ini memiliki ciri-ciri diare inflamasi, khususnya infeksi bakteri pada usus halus. Ini membuat diare disentri sangat berbahaya jika terjadi pada anak-anak.
Terlebih lagi, diare disentri berlangsung persisten atau lebih dari 14 hari (2 minggu) dan memiliki ciri-ciri khusus yaitu adanya darah pada feses/tinja anak. Khusus pada diare ini, Bunda sangat diwajibkan untuk langsung menghubungi dokter. Karena bisa dibayangkan kan Bunda, betapa menderitanya sang buah hati yang mengalami diare ini.

Oleh: Anindita Yurizqi

(vem/ver)

Follow Official WhatsApp Channel Fimela.com untuk mendapatkan artikel-artikel terkini di sini.

What's On Fimela
Loading