Sukses

Parenting

Mencegah Batuk Bayi Yang Diakibatkan Bakteri Pertussis

Jika Bunda tidak mau bayi Bunda terkena gejala batuk yang disebabkan oleh bakteri pertussis, Bunda harus proaktif dalam melakukan aksi pencegahan. Jenis batuk bayi ini sangat rentan menyerang bayi Bunda sejak dini. Bahkan apabila bayi Bunda berumur kurang dari 1 tahun pun dapat terserang batuk bayi ini.

Dilansir dari nhs.uk, batuk jenis ini diakibatkan oleh bakteri yang bernama bordetella pertusis. Bakteri tersebut sangat senang menyerang tubuh bayi yang memiliki sistem kekebalan tubuh yang masih rentan. Oleh karena itu, Bunda harus melakukan beberapa aksi pencegahan.

Aksi pencegahan yang dapat Bunda lakukan adalah dengan memastikan bahwa bayi Bunda telah diberi vaksin pertussis secara rutin. Pemberian vaksin jenis ini biasanya rutin dilakukan ketika bayi Bunda berumur 2, 4, 6, 15 bulan dan sebelum bayi Bunda menginjak usia sekolah atau TK.

Bunda bisa mendapatkan jenis vaksin ini dalam vaksin DTaP/IPV/Hib. Jenis vaksin ini tidak hanya akan melindungi bayi Bunda dari bakteri berdetella pertusis, tapi juga mencegah serangan dari penyakit serius lainnya seperti dpteri, tetanus, polio, dan Hib.

Walaupun pemberian vaksin ini akan memberikan sedikit efek samping pada bayi Bunda, namun vaksin-vaksin tersebut telah dinyatakan aman secara medis. Efek samping yang sering timbul adalah rasa sakit dan membengkaknya kulit di area bekas suntikan dan pada akhirnya akan membuat bayi Bunda menangis.

Efek samping lainnya adalah sakit panas setelah beberapa saat bayi Bunda mendapatkan vaksin. Namun Bunda tidak perlu khawatir, efek samping dari vaksin tersebut hanya akan berlangsung selama beberapa saat saja. Pada intinya memberikan vaksin akan memperkuat sistem kekebalan tubuh bayi Bunda.

Oleh : Yuan Sabastian F

(vem/ver)

Follow Official WhatsApp Channel Fimela.com untuk mendapatkan artikel-artikel terkini di sini.

What's On Fimela
Loading