Sukses

Parenting

9 Cara mengasah Kreativitas Anak

Fimela.com, Jakarta Pada dasarnya, setiap orang terlahir memiliki kreativitas atau suatu kemampuan untuk menggunakan imajinasi, orisinalitas dan produktivitas. Namun untuk mengembangkan kreativitas tersebut perlu diasah sejak kecil.

Banyak cara yang bisa dilakukan orangtua untuk mengembangkan kreativitas anak. Apa saja? berikut ulasannya, dilansir dari dosenpsikolog.com

1. berpikir positif

Pikiran positif dapat memancing kreativitas anak. Selalu berikan pesan positif pada anak, misalnya ada sebuah coretan di dinding orangtua tidak mengatakan bahwa itu merusak pemandangan agar tidak mematikan keinginan dan kreativitasnya.

Baiknya, jelaskan perlahan jika ada tempat yang lebih baik untuk menggambar.

2. Jangan memaksakan

Memaksa akan menimbulkan rasa stres, jelas dengan memaksa akan ada hal buruk terjadi. Dimana anak-anak dipaksa dan rasa stress yang muncul bisa menyebabkan jalan kreatifitas mereka akan mati. Memaksa juga bisa membunuh imajinasi dan ide mereka yang sebenarnya ingin dikembangkan.

Ada banyak anak yang akhirnya harus mengubur ide dan pemikiran mereka karena keinginan orang tuanya yang tidak sejalan, atau karena orang tuanya yang tidak mau mendengar karena anaknya dianggap tidak tahu apapun. Setelah hal ini terjadi, banyak anak-anak yang akhirnya menyerah pada impian mereka termasuk rasa kreativitas mereka.

3. Bermain

Bermain jadi salah satu alternatif untuk mengembangkan potensi kreativitas anak adalah dengan bermain. Tidak terasa seperti belajar padahal anda sedang mencoba mengajarkan sesuatu pada mereka. Untuk memicu daya kreativitas anak cobalah dengan bermain secara acak, jenis permainan bisa anda tanyakan pada ahli psikologi anak atau mereka yang menjadi pengajar anak kecil untuk mengasah motorik dan skill anak. Mereka pasti lebih tahu, jangan lupa terapkan dan buat anak sebahagia mungkin untuk menerima permainannya.

4. Imajinasi

Biarkan mereka mengembangkan imajinasinya, berikan permainan yang membebaskan mereka membangun dan membentuk sesuatu sesuai keinginan mereka, dengan begitu imajinasi akan bekerja.

5. Pertanyaan kreatif

komunikasi antara orang tua dan anak sangatlah penting. Peran Lingkungan Dalam Pendidikan Karakter Anak sangatlah tinggi, anda sebagai orang tua atau anggota keluarga merupakan salah satu lingkungan terdekatnya. Coba tanyakan pertanyaan yang mungkin ringan namun bisa membiasakan mereka menjawab pertanyaan yang memancing daya pikir mereka.

6. Minat dan Bakat

Ada beberapa anak yang membutuhkan pancingan atau stimulan terlebih dahulu untuk bisa mengeluarkan minat dan bakatnya, pancingannya bisa dari tes minat dan bakat, mengikuti beberapa kegiatan ekstrakulikuler di sekolah dan sejenisnya. Ada banyak hal yang bisa anda lakukan terkait minat dan bakat.

7. Hubungan Sosial

Kreativitas tidak hanya berkaitan dengan keahlian diri sendiri saja namun juga hubungan sosial seseorang. Orangtua harus bisa membangun hubungan sosial dengan baik dibarengi dengan relasi. Kreativitas bisa memicu banyak sekali keahlian seperti mudah nya anda memiliki hubungan, teman, cara bergaul dan sejenisnya.

8. Eksplorasi

Eksplorasi merupakan hal yang wajar dilakukan oleh anak-anak terutama mereka yang batita atau balita. Sejak usia beberapa bulan anak memiliki perbekalan yang bisa dianggap sebagai rasa ingin tahu yang tinggi, dimana rasa ingin tahu menumbuhkan kreativitas secara alami.

9. Pahami Anak

Anak merupakan individu yang berbeda, mereka memiliki pemikiran, karakter dan juga sifat masing-masing. Hal ini jelas akan berkaitan dengan kreativitas mereka. Tidak bisa menyamakan ataupun membandingkan, jangan pernah menyamakan atau membandingkan anak dengan yang lain semua memiliki kelebihan dan kelemahan termasuk kreativitasnya.

Orangtua harus bisa mencari hal yang bisa menumbuhkan dan memancing kreativitas mereka dengan baik tanpa mengganggu atau merusak perkembangan dan keinginan anak.

#changemaker

;
Loading
Artikel Selanjutnya
Tips Mudah Menghibur Anak saat Melakukan Salat Tarawih
Artikel Selanjutnya
6 Cara Mengajari Anak Bertanggung Jawab Sejak Usia Dini