Sukses

Parenting

Menurut Studi, Ini Dampak Negatif Hukuman Fisik pada Anak

Fimela.com, Jakarta Hukuman fisik berupa pukulan, tabokan, bahkan tamparan kadang masih dijadikan "senjata" bagi orangtua untuk mendisiplinkan anak. Padahal hukuman fisik bisa memberi dampak jangka panjang yang sangat negatif. Bekas luka di tubuh mungkin bisa hilang, tapi bekas luka di jiwa anak akan memberi pengaruh besar pada tumbuh kembangnya.

Hukuman fisik bisa menghadirkan malapetaka pada kehidupan anak. Mengutip buku The Danish Way of Parenting, analisis terbaru yang setara dengan riset dua dekade pada efek jangka panjang tentang hukuman fisik pada anak-anak menyimpulkan bahwa tabokan tidak hanya tidak berhasil, tetapi itu benar-benar bisa mendatangkan malapetaka bagi anak-anak pada perkembangan jangka panjang. Studi ini menemukan, tanpa memperhatikan usia atau ukuran sampel dari anak-anak, tidak ada satu pun dari lebih dari delapan puluh penelitian yang berhasil menemukan kaitan positif pada hukuman fisik. 

Memicu Depresi dan Melukai Harga Diri pada Anak

Anak-anak yang pernah mengalami hukuman fisik bisa berisiko mengalami depresi. Harga diri mereka pun bisa terluka. Hukuman fisik bisa memicu masalah kesehatan mental pada anak. Anak-anak yang pernah mendapat hukuman fisik bisa berisiko mengalami kecemasan bahkan terjerumus pada penggunaan narkoba dan kecanduan alkohol. 

Hukuman Fisik Memengaruhi Otak

Ada bukti neuroimaging (imaji saraf) bahwa hukuman fisik mungkin mengubah bagian dari otak yang terlibat dalam kinerja pada tes IQ dan meningkatkan kemungkinan penyalahgunaan substansi. Selain itu, ada data yang mengindikasikan bahwa tabokan bisa berdampak sepanjang area otak yang terlibat dalam mengatur emosi dan stres. 

Di Denmark, hukuman fisik menjadi ilegal pada 1997. Kebanyakan orang Denmark mengira menggunakan tabokan sebagai bentuk kedisiplinan seorang anak yang sangat aneh, hampir tidak bisa dinalar. Di Swedia, ini dihapuskan lebih dahulu, yaitu pada tahun 1979. Sekarang, sudah lebih dari 32 negara, termasuk banyak negara di Eropa, Kosata Rika, Israel, Tunisia, dan Kenya mempunya aturan yang serupa. 

Hukuman fisik tidak bisa dijadikan cara untuk mendisiplinkan anak. Dampak negatfinya pada anak bisa berpengaruh hingga jangka panjang. 

#ChangeMaker

;
Loading