Sukses

Parenting

Cara Mengatasi Batuk Basah dan Kering pada Anak

ringkasan

  • Perawatan yang disukai untuk batuk basah atau kering tergantung pada penyebab yang mendasari
  • Penting untuk diperhatikan bahwa tidak boleh memberikan pereda batuk atau sirup obat batuk kepada anak kecil

Fimela.com, Jakarta Ada berbagai macam batuk yang bisa menyerang anak-anak, namun yang paling umum ialah batuk kering dan basah. Kedua jenis penyakit ini memiliki penyebab dan pengobatan yang tentu berbeda.

Lalu apa perbedaannya? Batuk basah mengeluarkan dahak atau lendir. Cairan ini berasal dari saluran pernapasan, dan biasanya disebabkan oleh infeksi virus atau bakteri seperti influenza, flu biasa, dan pneumonia. Gejalanya seperti pilek, sakit tenggorokan, dan kelelahan.

Sedangkan batuk kering tidak menghasilkan lendir atau dahak. Melansir Parents.com, menurut Hector de Leon, M.D., dokter anak di Kaiser Permanente di Colorado, tanda batuk kering ialah rasa gatal di tenggorokan. Batuk kering biasanya disebabkan oleh iritasi dari saluran pernapasan bagian atas. Anak-anak juga dapat mengalami batuk kering karena sisa lendir setelah pilek atau flu; ini bisa bertahan selama berminggu-minggu.

Bagaimana Cara Mengatasi Batuk?

Perawatan yang disukai untuk batuk basah atau kering tergantung pada penyebab yang mendasari. Analisis batuk anak untuk menentukan jenis dan alasan di baliknya. Kunjungi dokter jika tidak yakin. Kemudian uji pengobatan rumahan berikut untuk meredakan batuk anak Anda.

Namun, penting untuk diperhatikan bahwa tidak boleh memberikan pereda batuk atau sirup obat batuk kepada anak kecil, baik mereka yang mengalami batuk basah atau batuk kering. American Academy of Pediatrics (AAP) mengatakan mereka dapat menimbulkan konsekuensi berbahaya bagi anak-anak di bawah usia 4 tahun. Terlebih lagi, tidak ada bukti bahwa obat ini efektif untuk mereka yang berusia di bawah 6 tahun.

Batuk Basah

Untuk batuk basah, orang tua dapat membantu membersihkan lendir dengan bulb syringe dan obat tetes hidung saline.

Angkat tempat tidur anak atau tambahkan bantal ekstra. Tidur dengan ketinggian menurunkan postnasal drip atau lendir, yang membantu mengatasi batuk dan iritasi tenggorokan.

Tempatkan humidifier atau alat pelembap udara di kamar anak. Kelembapannya membuat tenggorokan lembap dan mengencerkan dahak, sehingga lebih mudah dikeluarkan.

Anak dapat mandi air hangat. Tetap terhidrasi untuk mencegah kekeringan di tenggorokan. Bisa berikan sup atau teh jika anak sudah tidak balita.

Batuk Kering

Jika anak batuk kering, siapkan humidifier di kamar anak, atau dorong dia untuk mandi air hangat. Kelembapan yang ditambahkan dapat meredakan ketidaknyamanan dada yang dapat menyebabkan batuk kering.

Obat batuk atau pelega tenggorokan mengandung bahan yang menenangkan tenggorokan seperti madu dan mentol. Obat batuk kering ini efektif untuk anak-anak yang cukup umur untuk mengisapnya tanpa menelan.

Jika anak lebih tua dari 1 tahun, pertimbangkan untuk memberikannya madu. Demikian pula, anak dapat meredakan iritasi dengan berkumur air garam. Perbandingan yang baik adalah satu setengah sendok teh garam dan 8 ons air. Pastikan saja anak tidak menelannya!Hindari aktivitas fisik yang dapat memperparah batuk kering.

 

#changemaker

;
Loading
Artikel Selanjutnya
Tips Memilih Pakaian Anak Saat Cuaca Tropis
Artikel Selanjutnya
5 Manfaat Bimbel Bagi Anak, Mulai dari Meningkatkan Minat Belajar hingga Mengasah Kecerdasan