Sukses

Parenting

7 Cara Menyapih Anak agar Tidak Rewel

Fimela.com, Jakarta Menyapih merupakan fase alami yang akan dihadapi anak ketika sudah siap mengenal makanan padat dan anak tidak lagi menyusui langsung kepada ibunya. Cara menyapih anak agar tidak rewel harus dilakukan bertahap.

Menyapih anak biasa dilakukan ketika anak berusia 2 tahun. Cara ideal untuk menyapih anak berbeda-beda, prosesnya juga bisa lebih cepat dan lebih lambat sebab perkembangan anak tentunya berbeda-beda. Seperti yang disarankan oleh WHO, meskipun bayi sudah bisa mengonsumsi makanan padat ketika berusia 6 bulan, ibu dianjurkan untuk memberikannya asupan ASI hingga usianya 2 tahun.

Tanda-tanda bayi yang sudah siap untuk disapih antara lain, mulai tidak tertarik saat ibu menyusui dan rewel meskipun sudah diberikan ASI.

Transisi dari tahap pengantar ke tahap awal makan harus menyenangkan. Pada tahap ini, si kecil menjadi lebih bersemangat untuk mengetahui hal-hal baru seiring bertambahnya usia. Berikut beberapa cara agar menyapih anak tidak rewel. melansir wemedia.co.in.

1. Lakukan secara bertahap

Cara menyapih anak agar tidak rewel juga bisa dilakukan dengan cara mengenalkannya secara bertahap. Tidak perlu berubah secara signifikan karena akan membingungkan anak. Atur perkenalan ini semulus mungkin tanpa terburu-buru. Berapa lama seorang anak berhasil disapih adalah pilihan ibu dan anak, jangan disamakan dengan anak lain. Jika menyapih anak langsung berhenti menyusui dari ibunya, dibutuhkan waktu berminggu-minggu hingga berbulan-bulan, itu tidak menjadi masalah.

2. Tetap terhubung

Menyapih tidak hanya memperkenalkan makanan padat, tetapi juga bisa menjadi fase penghentian menyusui langsung pada ibu. Jika hal ini terjadi, tetaplah menjalin ikatan dengan berpegangan atau berinteraksi secara erat meskipun ASI diberikan dengan media lain.

3. Minta bantuan dari orang lain

Jangan ragu untuk meminta bantuan orang lain di rumah untuk membantu memberikan makanan, ASI, atau susu formula untuk si kecil. Ini dapat dimulai secara perlahan sebelum meningkatkan pola yang lebih teratur.

4. Pilih media pemberian ASI

Ada banyak media alternatif untuk pemberian ASI bila penyapihan dilakukan sebelum 2 tahun. Bisa dengan botol susu, gelas, sendok, cup feeder, dan masih banyak lagi. Cari tahu media mana yang paling cocok. Tentu saja, setiap opsi memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Namun, jika anak disapih saat berusia sekitar 2 tahun, ada lebih banyak pilihan. Ada yang memilih mengonsumsi susu formula, susu UHT atau berhenti mengonsumsi susu. Pilihan apa pun bergantung pada preferensi orang tua.

5. Kenali tanda-tanda kesiapan anak

Memasuki usia 6 bulan dan bagi anak yang menjalani MPASI dini akan muncul tanda-tanda kesiapan. Mulai dari terlihat lebih lapar dari biasanya, bisa duduk tanpa bantuan, dan tertarik saat orang lain disekitarnya sedang makan. Selain itu, respon anak saat ada makanan di dekatnya juga bisa menjadi indikator. Anak akan belajar mengunyah makanan yang masuk ke mulutnya tanpa secara refleks mendorongnya keluar dengan lidah. Tidak hanya itu, anak-anak juga akan menyambut baik makanan yang masuk dengan membuka mulutnya.

6. Tidak perlu menetapkan target

Menyapih anak bukanlah kompetisi, jadi tidak perlu menetapkan target. Anak-anak mempelajari aktivitas baru yang disebut "makan", daripada harus makan makanan dalam jumlah tertentu. Tidak ada kewajiban untuk selalu menghabiskan makanan di piringnya. Menetapkan target yang berlebihan hanya akan membuat orangtua mudah stres dan bahkan bisa memaksa anaknya. Ini berpotensi membuat pengalaman makan menjadi traumatis.

7. Afirmasi untuk anak-anak

Setiap perubahan, bahkan yang terkecil pun harus memberikan penegasan kepada si kecil. Hal ini dapat dilakukan dengan mengulang kalimat tentang menyapih berulang kali, sejak dahulu kala. Dengan demikian, anak mulai memahami perubahan apa yang akan mereka hadapi. Tak hanya saat bangun, memberikan penegasan juga bisa dilakukan saat anak mulai tertidur. Memasuki fase tidur nyenyak, beri tahu hipnoterapi apa yang akan mereka lakukan tentang menyapih agar mereka bisa lebih memahami. Beberapa cara menyapih anak agar tidak rewel bisa menjadi kunci kelancaran adaptasi.

 

#elevate women

;
Loading