Sukses

Parenting

7 Panduan Isolasi Mandiri untuk Anak yang Terpapar Covid-19 dari IDAI

Fimela.com, Jakarta Meningkatnya kasus Covid-19 pada anak-anak membuat banyak orang tua khawatir. Dari data nasional saat ini menunjukan proporsi kasus konfirmasi Covid-19 anak usia 0-18 tahun mencapai 12,5 persen yang artinya 1 dari 8 kasus Covid-19 adalah anak.

Ketua Umum Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), Aman Bhakti Pulungan sendiri mengatakan kematian anak akibat Covid-19 di Indonesia merupakan tertinggi di dunia. Kesimpulan ini berdasarkan data case fatality atau tingkat kematian pada anak akibat virus corona.

Demi membantu para orangtua, IDAI telah merilis panduan khusus untuk anak yang terpapar virus Covid-19. Langkah ini dilakukan untuk membantu pasien anak yang menjalani isolasi mandiri di rumah karena mengalami gejala ringan.

Isolasi mandiri dianjurkan ketika anak mengalami gejala ringan berupa batuk, demam, pilek, diare, ruam, muntah. Namun masih dapat aktif dan mampu makan serta minum sendiri.

Lebih lanjut, berikut ini 10 panduan isolasi mandiri yang harus diikuti orang tua dalam merawat anak positif Covid-19 di rumah.

1. Orangtua tetap bisa mengasuh anak positif Covid-19

IDAI menyebutkan orangtua tetap bisa mengasuh anak yang terpapar virus Covid-19. Namun dengan syarat orangtua atau pengasuh tersebut minim risiko terhadap gejala berat Covid-19.

Orangtua dan anak yang berbeda status juga disarankan tidur di Kasur yang terpisah dengan jarak dua meter. Jika ada anggota keluarga lainnya yang positif, maka dapat diisolasi bersama. Selain itu, jangan lupa berikan si kecil dukungan psikologis agar ia tak mudah Stress.

2. Sediakan alat bantu untuk isoman

Sediakan alat bantu kesehatan seperti oximeter dan thermometer untuk memantau kondisi anak.

Termometer digunakan untuk mengukur suhu badan anak, khususnya ketika mengalami demam. Sedangkan oximeter digunakan untuk mengukur saturasi oksigen dan frekuensi nadi pada anak.

3. Obat yang perlu dipersiapkan di rumah

IDAI menyarankan agar orangtua menyediakan obat demam seperti paracetamol untuk diberikan pada anak saat isoman.

Selain paracetamol, sediakan pula Zink, berikan buah hatimu 20 mg per hari selama 14 hari. Tak lupa, orangtua juga harus menyediakan multivitamin khususnya vitamin C dan D3 untuk diberikan secara berkala.

Adapun dosis vitamin C yang dianjurkan adalah sebagai berikut:

  • 1-3 tahun: max 400 mg/hari
  • 4-8 tahun: 600 mg/hari
  • 9-13 tahun: max 1200 mg/hari
  • 14-18 tahun: max 1800 mg/hari

Sementara untuk vitamin D, dosis yang disarankan adalah sebagai berikut:

  • <3 tahun: 400 u/hari
  • Anak: 1000 u/hari
  • Remaja: 2000 u/hari
  • Remaja obesitas: 5000 u/hari

4. Terapkan protokol isoman

Pastikan untuk selalu tetap di rumah dan menggunakan masker. Jaga jarak antar anggota keluarga, cuci tangan, menerapkan etika batuk, serta periksa suhu tubuh secara berkala baik pagi dan sore hari.

Selanjutnya, periksa saturasi oksigen dan frekuensi nadi anak, pantau laju napas, berikan bayi ASI sesuai inisasi menyusu dini yang disarankan IDAI, dan berikan anak makanan bergizi.

5. Gunakan masker

Anak usia 2 tahun ke atas atau yang sudah dapat menggunakan dan melepaskan masker, dianjurkan menggunakan masker. Pastikan masker harus terpasang tepat.

Berikan “istirahat” masker jika anak berada di ruangan sendiri atau ada jarak 2 meter dari pengasuh.  Masker tidak perlu digunakan saat anak tidur. Namun, pengasuh yang berada di dalam ruangan yang sama harus tetap menggunakan masker atau pelindung mata bila memungkinkan.

6. Disinfeksi ruangan

Pastika orangtua rutin membersihkan area rumah yang sering disentuh seperti gagang pintu, keran, toilet, wastafel, sakelar, meja, dan kursi.

Pembersihan dapat dilakukan dengan menggunakan campuran air dan sabun/deterjen.  Selain itu, kamu juga bisa menggunakan cairan disinfektan khusus.

7. Jangan lupa cuci tangan

Terakhir, jangan lupa cuci tangan untuk menghentikan penyebaran kuman. Dengan mematuhi protokol kesehatan di atas, kamu tidak hanya melindungi diri sendiri, tetapi juga orang-orang tersayang dari penyakit.

Kapan anak harus segera dibawa ke rumah sakit?

  • Anak banyak tidur
  • Napas cepat
  • Ada cekungan di dada, hidung kembang kempis
  • Saturasi oksigen <95%
  • Mata merah, ruam, leher bengkak
  • Demam >7 Hari
  • Kejang
  • Tidak bisa makan dan minum
  • Mata cekung
  • BAK berkurang
  • Terjadi penurunan kesadaran

#Elevate Women

What's On Fimela
Loading
Artikel Selanjutnya
9 Jenis Vaksin Covid-19 di Indonesia yang Telah Kantongi Izin BPOM
Artikel Selanjutnya
Sebanyak 247.950 Dosis Vaksin Pfizer Tiba di Indonesia, Fokus ke Remaja dan Lansia