Sukses

Health

Agar Nyeri Tak Kambuh, Ini Makanan yang Sebaiknya Dihindari Penderita Rematik

Fimela.com, Jakarta Sahabat Fimela, bagi kamu yang hidup dengan penyakit rematik (rheumatoid arthritis atau RA), menjaga pola makan bukan sekadar soal gaya hidup sehat, tetapi bagian penting dari pengelolaan penyakit itu sendiri.

Rematik adalah penyakit autoimun yang menyebabkan sistem kekebalan tubuh menyerang jaringan sendiri, terutama di persendian. Akibatnya, muncul rasa nyeri, bengkak, dan kekakuan yang bisa mengganggu aktivitas sehari-hari.

Meski obat-obatan dan terapi medis tetap menjadi kunci utama dalam pengobatan, apa yang kamu konsumsi sehari-hari juga bisa berperan besar dalam memperburuk atau meredakan gejalanya. Beberapa jenis makanan terbukti dapat meningkatkan kadar peradangan di tubuh, sehingga memperberat nyeri sendi. Dilansir dari WebMD.com, berikut beberapa makanan yang sebaiknya dihindari agar gejala rematik tak semakin parah.

1. Makanan Olahan (Processed Foods)

Camilan kemasan, sosis, nugget, hingga makanan cepat saji mungkin terasa praktis dan menggugah selera. Namun, di balik rasanya yang lezat, makanan ini mengandung garam, gula, dan lemak tidak sehat dalam jumlah tinggi.

Kombinasi tersebut dapat meningkatkan kadar peradangan di tubuh dan menyebabkan kenaikan berat badan, yang pada akhirnya memberi tekanan ekstra pada sendi. Konsumsi makanan olahan secara rutin juga berisiko bagi kesehatan jantung, sesuatu yang perlu diwaspadai karena penderita rematik memiliki kecenderungan lebih tinggi terhadap penyakit kardiovaskular.

 

 

2. Daging Merah dan Daging Olahan

Daging merah seperti sapi dan kambing, serta daging olahan seperti sosis dan daging asap, mengandung lemak jenuh dan zat pengawet yang dapat memicu respons peradangan. Bagi penderita rematik, konsumsi berlebihan bisa memperparah nyeri sendi dan membuat tubuh terasa lebih kaku.

Sebagai gantinya, pilih sumber protein rendah lemak seperti ikan, tahu, tempe, atau ayam tanpa kulit. Selain lebih ringan untuk tubuh, makanan tersebut juga kaya asam lemak omega-3 yang dapat membantu menurunkan peradangan.

3. Makanan yang Digoreng

Rasanya sulit untuk menolak dari rasa nikmat makanan yang di goreng, dengan teksturnya yang krispi membuat kita ingin selalu memakanna. Tetapi makanan yang digoreng mengandung lemak trans dan kadar omega-6 berlebih, hal ini bisa memperparah peradangan di tubuh. Jika dikonsumsi terus-menerus, bisa memperburuk nyeri sendi dan menurunkan kualitas kesehatan jantung.

Cobalah mengganti cara memasakmu, seperti memanggang, mengukus, atau menumis dengan sedikit minyak. Selain lebih sehat, tekstur dan rasa makanan juga tetap bisa lezat.

 

 

4. Gula dan Karbohidrat Olahan

Kue, minuman manis, dan roti putih mungkin tampak tidak berbahaya, tapi sebenarnya dapat memicu pelepasan sitokin, zat dalam tubuh yang memperkuat peradangan.

Gula berlebih juga dapat menyebabkan kenaikan berat badan, menambah beban pada sendi yang sudah lemah.Untuk pilihan yang lebih sehat, konsumsi karbohidrat kompleks seperti beras merah, quinoa, oatmeal, dan roti gandum utuh. Makanan ini tidak hanya menstabilkan energi, tetapi juga membantu menjaga berat badan ideal.

5. Garam Berlebih

Kebanyakan garam bisa membuat tubuh menahan cairan, menyebabkan pembengkakan, dan memperparah nyeri sendi. Bagi penderita rematik yang mengonsumsi obat steroid, efek ini bisa semakin terasa karena steroid cenderung membuat tubuh lebih mudah menahan natrium.

Cobalah mengurangi konsumsi garam hingga di bawah 1.500 mg per hari, dan biasakan membaca label gizi pada makanan kemasan. Gunakan rempah alami seperti bawang putih, jahe, atau lada untuk menambah cita rasa tanpa perlu banyak garam.

6. Alkohol

Meski terlihat sepele, alkohol bisa berinteraksi dengan obat-obatan rematik dan menimbulkan efek samping berbahaya bagi hati. Selain itu, alkohol juga dapat memicu peradangan, membuat tubuh mudah lelah, dan memperparah gejala sendi. Untuk menjaga tubuh tetap bugar dan sendi tetap sehat, sebaiknya hindari konsumsi alkohol, atau batasi secara ketat di bawah pengawasan dokter.

 

 

Follow Official WhatsApp Channel Fimela.com untuk mendapatkan artikel-artikel terkini di sini.

What's On Fimela
Loading