Sukses

Relationship

Menyandang Status Baru sebagai Istri, Ada Hal Berbeda yang Kurasa

Fimela.com, Jakarta Bulan Ramadan senantiasa menghadirkan banyak kenangan dan kisah yang berkesan. Baik itu suka maupun duka, haru atau bahagia, selalu cerita yang sangat lekat dengan bulan suci ini. Cara kita memaknai bulan Ramadan pun berbeda-beda. Tulisan Sahabat Fimela yang diikutsertakan dalam Lomba Share Your Stories bulan April dengan tema Light Up Your Ramadan ini pun mengandung hikmah dan inspirasi yang tak kalah istimewa.

***

Oleh: Sutianingsih

Dua tahun lalu, kita tahu bahwa semua orang terpaksa atau bisa dibilang dipaksa untuk menunda keinginan berlebaran di kampung halaman dengan keluarga tercinta. Adanya pandemi Covid-19 memberikan banyak pelajaran dan rasa legowo yang amat dalam untuk lebih bersabar. Bersabar untuk tidak langsung berjabat tangan dengan orang kesayangan sampai memberi pelukan secara virtual walaupun terasa berat.

Pada akhirnya, rasa sabar itu tergantikan, ya. Benar-benar tergantikan dengan sebuah kesempatan untuk bisa bersilaturahmi dan bertatap muka kembali dengan orang tersayang. Hari kemenangan tahun 2022 begitu berbeda. Menjawab kesempatan yang menjadi pertanyaan banyak orang untuk menghabiskan waktu bersama dengan berbagai macam makna.

Hal itu pun berlaku untukku. Lebaran yang tidak biasa dan terasa luar biasa dari keadaan sebelumnya.

 

Merayakan Hari Raya

Hari raya dengan status baru dengan menyandang gelar sebagai seorang istri dari seorang laki-laki. Pertama kali dalam hidupku tidak pulang ke rumah orang tua sendiri, melainkan berkumpul bersama orang tua suami yang saat ini menjadi orang tuaku sendiri juga.

Ada perasaan mendebarkan sekaligus menyenangkan. Mendebarkan karena takut akan salah tingkah, menyenangkan karena bisa mengenal keluarga baru yang menganggapku sebagai anak mereka sendiri juga. Hal yang sama pasti dirasakan oleh pasangan baru di seluruh dunia.

Dia, laki-laki yang mengajarkanku banyak hal akan indahnya kasih dan cinta Allah SWT terhadap umat-Nya. Dia yang selalu mengajarkanku arti hangatnya sebuah keikhlasan dan kesabaran akan suatu hal yang terjadi dalam hidup. Belajar untuk lebih bersyukur memandang berbagai macam sisi kehidupan. Dengan syukur dan sabar semua akan menjadi indah pada waktunya.

Benar-benar hari kemenangan untukku. Kemenangan akan pentingnya membuat diri lebih legowo didampingi oleh seorang laki-laki yang bisa menjadikanku sebagai pribadi yang berkualitas.

 

Bersama Suami Tercinta

Pertemuanku dengannya memang tergolong singkat. Bertemu pada saat acara tertentu dan berakhir untuk saling terbuka dan mengenal satu dengan lainnya. Banyak hal mengejutkan ketika aku mulai untuk mengenal dirinya, sederhana, cuek, namun di saat tertentu berubah menjadi seorang yang hangat dan menenangkan.

Kisahku dengannya memang masih terbilang singkat dan masih terasa hangat. Hari kemenangan yang aku lewatkan bersama pasangan terasa berbeda dengan hari rayaku pada tahun-tahun sebelumnya.

Hari kemenangan yang aku lewatkan pada tahun ini, memberikan pelajaran berharga bahwa semua tidak akan sama dan pasti berubah baik keadaan atau pun orang di dalamnya. Hal itu akan terjadi tergantung bagaimana kita memandang dan ingin melewatkannya seperti apa.

Bersama keluarga baru dan insyaallah akan memiliki keturunan dari cinta kami berdua. Berbeda pasti, namun hal itu yang aku tunggu. Lebaran kali ini benar-benar membuatku lebih dewasa dan memandang hari raya secara luas dari berbagai sisi.

Tidak hanya menunggu sebuah amplop yang berisi uang untuk jajan sore hari dari om dan tante. Namun berubah memberikan sedikit rezeki yang aku punya kepada anak-anak lain yang sama sepertiku dahulu. Lucu memang, namun itulah roda yang terus berputar mengitari porosnya. Aku telah berubah menjadi dewasa, dan hal itu merubah hari rayaku lebih bermakna.  

#WomenforWomen

What's On Fimela
Loading