Fimela.com, Jakarta Tidak ada hubungan cinta yang berjalan mulus dan sempurna. Ada kalanya hubungan cinta menemui bantu sandungan yang membuat pasangan harus melakukan banyak pasangan melakukan penyesuaian. Di masa penyesuaian inilah yang membuat hubungan cinta menjadi renggang dan akhirnya berakhir begitu saja.
Mengutip dari Bright Side, ada beberapa hal sederhana yang mungkin terdengar aneh untuk dilakukan pasangan. Meski demikian, hal-hal berikut ini perlu dilakukan pasangan dalam hubungan cinta untuk memperkuat ikatan dan membantunya bertahan lebih lama. Apa saja?
1. Tidur dengan selimut terpisah
Ada banyak adegan film yang memperlihatkan pasangan berebutan selimut. Berawal dari rebutan selimut bisa berujung perpecahan hubungan. Itu sebabnya untuk lebih baik menggunakan selimut berbeda. Kamu bisa berbagi tempat tidur dan menikmati pelukan tanpa harus ada drama berebutan selimut.
Advertisement
Advertisement
2. Memiliki kamar mandi terpisah
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3595491/original/009617900_1633597045-happy-asian-couple-man-woman-is-spending-weekend-together-couch-indoors-home-relaxing-enjoying-drinking-coffee.jpg)
Kamar mandi seringkali merupakan area paling pribadi di rumah dan berbagi kamar mandi bisa menjadi sumber bencana. Kamu akan menemukan banyak kebiasaan pasangan yang tidak sesuai dengan apa yang kamu yakini selama ini. Ini bisa memicu pertengkaran hebat. Sehingga akan jauh lebih baik apabila memiliki kamar mandi sendiri.
3. Sinkronkan kalender
Menyinkronkan kalender adalah cara yang bagus untuk membuat kamu berdua tetap terhubung dengan rencana masing-masing. Jadwal dan jam kerja yang berbeda dapat membuat sulit untuk merencanakan sesuatu bersama-sama. Jadi cara ini akan menghemat banyak waktu dan tenaga. Selain itu, ini dapat membantu kamu mengingat tanggal-tanggal penting, seperti ulang tahun dan acara-acara khusus.
Advertisement
4. Perlakukan pasangan seperti sahabat
Manusia cenderung menjadi diri mereka yang sebenarnya di sekitar teman-teman mereka dan mengatakan sesuatu tanpa menebak-nebak. Kami tahu bahwa ini sulit karena tidak selalu mudah untuk memberi tahu pasangan apa yang kamu pikirkan dan rasakan. Namun akan jauh lebih mudah apabila menjadikan pasangan layaknya sahabat. Kamu akan lebih leluasa untuk menjadi dirimu yang apa adanya.
5. Punya waktu sendiri
Jangan berpikir ketika sudah memiliki pasangan, kamu tidak lagi memiliki waktu untuk diri sendiri. Me-time memungkinkan kita untuk mengisi ulang baterai kita, bersantai, dan menjadi diri kita sendiri. Orang mungkin mengatakan bahwa itu sama pentingnya dengan waktu bersama.
Advertisement
6. Jangan pernah berhenti berkencan
Setelah bertahun-tahun bersama, kamu mungkin melewati masa bulan madu dan menjalin hubungan yang stabil dan nyaman. Tetapi jika ingin menjaga percikan hubungan tetap hidup, sangat penting untuk tidak pernah berhenti berkencan dengan pasangan. Ketika pergi berkencan, kamu akan selalu memiliki sesuatu untuk dibicarakan, hal-hal menarik untuk dilakukan bersama, dan sesuatu yang menarik untuk diantisipasi pada kencan berikutnya.

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4088588/original/068732300_1657776408-shutterstock_1171810771.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2882659/original/014786600_1565851476-Photo_by_JD_Chow_on_Unsplash_1.jpg)
![Sahabat Fimela, foto keluarga yang terlihat spontan justru sering terasa lebih natural dan penuh cerita dibanding pose yang terlalu formal. f[Dok/freepik.com/pchvector]](https://cdn0-production-images-kly.akamaized.net/dvcaFlLD52L-XiJszSMZSwrQzQY=/320x217/smart/filters:quality(75):strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5631062/original/040957100_1778229336-12873.jpg)
![Perjalanan panjang di dalam mobil juga kerap membuat anak cepat merasa bosan atau suasana menjadi terlalu sunyi. Karena itu, memilih permainan yang tepat bisa menjadi kunci agar road trip tetap seru dan menyenangkan untuk seluruh anggota keluarga. [Dok/freepik.com]](https://cdn1-production-images-kly.akamaized.net/I06S8psEhvKoujosPxpjt2fx_2Q=/320x217/smart/filters:quality(75):strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5672603/original/047792900_1778485957-2151030899.jpg)
![Aktivitas seni mengasah kreativitas anak Anda. [Dok/Pexels.com/RDNE Stock project].](https://cdn0-production-images-kly.akamaized.net/sYRo04pdq3jyVEYK1TRLHwhCotw=/320x217/smart/filters:quality(75):strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/6211232/original/000151300_1779089269-pexels-rdne-7605918.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8260534/original/047578000_1781600279-pexels-silverkblack-23224898.jpg)
![Penting bagi orangtua untuk menciptakan pengalaman liburan sekolah yang lebih interaktif agar anak tetap antusias selama perjalanan.[Dok/freepik.com/bearfotos]](https://cdn1-production-images-kly.akamaized.net/GSPzTjjXeOt4Hp6uEmaK-AJcRQI=/320x217/smart/filters:quality(75):strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5694836/original/038786000_1778572235-5189.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7756548/original/097066400_1780565583-pexels-pixabay-39691_2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9324526/original/017892800_1786715976-WhatsApp_Image_2026-08-14_at_20.34.49.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5691408/original/040891300_1778567403-pexels-denisenys-14824327.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9317739/original/021174400_1786068843-SukkhaCitta_Plaza_Indonesia_Opening_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5261782/original/054643400_1750688856-portrait-woman-cooking-home-kitchen-holding-tomatoes-preparing-delicious-fresh-meal.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5934075/original/055087900_1778831527-pexels-maksgelatin-4775196.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9293366/original/017821600_1783695315-DSC09836.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5183320/original/007994800_1744178860-Depositphotos_543464536_S.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5125290/original/051027900_1738924822-portrait-young-mindful-woman-practice-yoga-exercising-inhale-exhale-fresh-air-park-sitt.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5154770/original/056213600_1741416037-OOTD_Sabrina_Chairunnisa.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5428478/original/091892000_1764510239-jam_tangan_1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4496554/original/003697800_1688957184-syahrul-alamsyah-wahid-h0KrcWloXsE-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5420028/original/017091900_1763718438-Sediakan_Tempat_Sampah_Terpisah_dengan_Label_Jelas.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5497029/original/010044200_1770614000-girl-drawing-hearts-paper.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5440208/original/015712600_1765425683-IMG-20251211-WA0006.jpg)
![Slow parenting adalah cara mengasuh anak dengan lebih sadar, tidak terburu-buru, dan tidak terobsesi pada pencapaian atau kesempurnaan. [Dok/freepik.com/tirachardz]](https://cdn1-production-images-kly.akamaized.net/wkg4QJD6r_Y8ORUak3tmjKCWapM=/320x217/smart/filters:quality(75):strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5537552/original/023367100_1774426600-2827.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5358209/original/051376200_1758601058-jcomp.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2972913/original/082767900_1574245378-josh-applegate-p_KJvKVsH14-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2944946/original/016947600_1571646509-thiago-cerqueira-Wr3HGvx_RSM-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9326233/original/088088900_1786968240-IMG_7794.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9325568/original/099364800_1786878538-rmh2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8257906/original/046395500_1781261859-maha1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9326231/original/086623200_1786966565-1000044426.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9326206/original/098944100_1786965144-1001566021.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9326167/original/011423400_1786960260-WhatsApp_Image_2026-08-17_at_16.49.00.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9326196/original/056410800_1786964588-Screenshot_2026-08-17_172631.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5497029/original/010044200_1770614000-girl-drawing-hearts-paper.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5547432/original/074990800_1775459032-pexels-almapapi-2374946.jpg)
![Slow parenting adalah cara mengasuh anak dengan lebih sadar, tidak terburu-buru, dan tidak terobsesi pada pencapaian atau kesempurnaan. [Dok/freepik.com/tirachardz]](https://cdn1-production-images-kly.akamaized.net/1bWVYoMmd_TVjHAxEWkB-5c4UwM=/80x80/smart/filters:quality(75):strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5537552/original/023367100_1774426600-2827.jpg)