Sukses

Relationship

Apa Itu Situationship? Ketika Hubungan Terasa Dekat, tapi Tanpa Kepastian

Fimela.com, Jakarta - Pernah berada di fase sering chat, rutin bertemu, saling perhatian, bahkan melakukan banyak hal seperti pasangan, tetapi ketika ditanya “hubungan kalian sebenarnya apa?” jawabannya justru tidak jelas? Kalau pernah, mungkin kamu sedang berada dalam yang disebut sebagai situationship.

Dilansir dari Psychology Today, situationship merupakan hubungan romantis yang tidak memiliki definisi atau komitmen yang jelas. Hubungan ini bisa terasa seperti pacaran karena melibatkan kedekatan emosional, komunikasi, hingga aktivitas yang biasanya dilakukan pasangan. Bedanya, tidak ada kesepakatan yang jelas mengenai status atau arah hubungan tersebut.

Istilah ini semakin sering muncul dalam percakapan tentang hubungan modern karena tidak semua orang ingin buru-buru memberikan label pada kedekatan yang sedang dijalani. Ada yang merasa nyaman dengan hubungan tanpa status, sementara sebagian lainnya mungkin masih mencoba memahami perasaan dan keinginannya sendiri.

Yang membuat situationship menarik sekaligus membingungkan adalah batas antara teman dekat dan pasangan menjadi sangat tipis. Kalian bisa saling memberi perhatian seperti pasangan, tetapi tidak memiliki ekspektasi yang sama seperti hubungan resmi.

Pada awalnya, kondisi seperti ini mungkin terasa menyenangkan. Tidak ada tuntutan hubungan yang terlalu besar, tetapi tetap ada seseorang untuk diajak berbagi cerita dan menghabiskan waktu. Namun, ketika perasaan mulai berkembang, ketidakjelasan status bisa membuat seseorang mulai bertanya-tanya tentang posisi dirinya.

Lalu, seperti apa sebenarnya tanda-tanda sebuah hubungan sudah masuk ke fase situationship?

5 Tanda Kamu Mungkin Sedang Menjalani Situationship

1. Tidak Pernah Membicarakan Status

Kalian mungkin sudah sering bertemu dan melakukan banyak hal bersama, tetapi tidak pernah benar-benar membicarakan hubungan tersebut. Setiap kali pembicaraan mengenai status muncul, topiknya bisa saja dialihkan atau dibiarkan menggantung.

2. Hubungan Terasa Seperti Pacaran, tetapi Tanpa Komitmen

Ada perhatian, komunikasi intens, bahkan mungkin panggilan khusus satu sama lain. Namun, tidak ada kesepakatan apakah kalian sedang eksklusif atau masih bebas bertemu dengan orang lain.

3. Tidak Banyak Membicarakan Masa Depan

Obrolan lebih sering berpusat pada kegiatan saat ini. Rencana jangka panjang bersama, seperti menghadiri acara tertentu beberapa bulan ke depan atau memperkenalkan satu sama lain kepada keluarga, mungkin jarang dibicarakan.

4. Komunikasi Bisa Sangat Intens, Lalu Berubah

Hari ini bisa chat sepanjang hari dan bertemu beberapa kali dalam seminggu. Besoknya, komunikasi tiba-tiba menjadi lebih jarang. Pola yang tidak konsisten ini dapat membuat seseorang sulit memahami arah hubungan.

5. Bingung Menjelaskan Hubungan kepada Orang Lain

Ketika teman bertanya tentang orang tersebut, kamu mungkin kesulitan memberikan jawaban. Menyebutnya teman terasa kurang tepat, tetapi menyebutnya pacar juga bukan sesuatu yang sudah disepakati.

Beberapa tanda tersebut tidak otomatis berarti sebuah hubungan pasti merupakan situationship. Setiap hubungan memiliki dinamika yang berbeda. Hal yang membedakannya adalah adanya ketidakjelasan mengenai status, ekspektasi, dan komitmen di antara dua orang yang terlibat.

Ketika kedekatan sudah terasa semakin dalam, pertanyaan mengenai “sebenarnya kita ini apa?” pun bisa mulai muncul.

Situationship Tidak Selalu Harus Berakhir dengan Status

Tidak semua hubungan tanpa status harus dipaksakan menjadi hubungan resmi. Ada orang yang memang merasa nyaman menjalani kedekatan tanpa label untuk sementara waktu. Selama kedua pihak memahami situasinya dan memiliki ekspektasi yang sejalan, hubungan tersebut bisa dijalani dengan lebih santai.

Masalah biasanya mulai muncul ketika dua orang memiliki keinginan yang berbeda. Salah satu mungkin merasa hubungan ini cukup seperti sekarang, sementara yang lain mulai menginginkan komitmen yang lebih jelas. Perbedaan tersebut bisa membuat hubungan yang awalnya menyenangkan terasa semakin membingungkan.

Karena itu, komunikasi menjadi bagian penting ketika menjalani hubungan yang belum memiliki status. Tidak harus langsung membicarakan masa depan secara serius. Percakapan sederhana tentang apa yang masing-masing inginkan dari hubungan tersebut sudah bisa menjadi langkah awal untuk menghindari asumsi.

Misalnya, daripada terus menebak-nebak apakah hubungan ini akan berkembang, kamu bisa mengutarakan perasaan dan ekspektasi dengan cara yang jujur. Dari sana, kedua orang bisa mengetahui apakah mereka menginginkan hal yang sama atau justru memiliki arah yang berbeda.

Hal lain yang perlu diperhatikan adalah batasan pribadi. Jika hubungan tanpa kepastian mulai membuatmu merasa tidak nyaman, terus menunggu, atau memiliki ekspektasi yang tidak pernah terjawab, perasaan tersebut layak untuk diperhatikan.

Situationship sendiri bukan sekadar soal ada atau tidaknya label. Yang lebih penting adalah apakah kedua orang di dalamnya merasa nyaman dengan kesepakatan yang ada.

Sebab, hubungan yang sehat tidak selalu harus mengikuti satu bentuk tertentu. Baik memiliki status maupun belum, komunikasi yang terbuka dan pemahaman mengenai ekspektasi masing-masing tetap menjadi bagian penting agar tidak ada pihak yang berjalan dengan harapan yang berbeda.

Penulis: Revania Immanuela

Follow Official WhatsApp Channel Fimela.com untuk mendapatkan artikel-artikel terkini di sini.

Loading