Fimela.com, Jakarta - Membuka percakapan dengan menanyakan kabar ke teman merupakan hal yang biasa dilakukan dalam hubungan pertemanan. Pesan singkat untuk sekedar menanyakan keadaan, aktivitas sehari-hari, hingga memastikan teman dalam kondisi baik sering menjadi cara sederhana untuk tetap terhubung dengan teman. Bagi beberapa orang, bertanya kabar ke seorang teman tidak harus dilakukan saat memiliki keperluan tertentu.
Kebiasaan menanyakan kabar meskipun tidak ada keperluan tertentu menunjukkan bahwa komunikasi tidak selalu harus dilandasi kebutuhan pribadi. Ada pula orang yang menghubungi teman semata-mata karena ingin mengetahui keadaan mereka dan menjaga hubungan baik.
Dalam psikologi, perilaku ini dapat dikaitkan dengan empati, pemberian dukungan sosial, serta upaya mempertahankan hubungan pertemanan. Sejumlah penelitian memberikan gambaran mengenai karakter yang mungkin melatarbelakangi kebiasaan seseorang menanyakan kabar tanpa ada keperluan tertentu.
Advertisement
Berikut penjelasan tentang kepribadian orang yang selalu menanyakan kabar temannya tanpa ada keperluan, dirangkum Fimela.com, Selasa (3/11/2026).
Advertisement
1. Memiliki Empati dan Kepedulian terhadap Orang Lain
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5191138/original/093575100_1744937793-students-chatting-classroom_1098-2844.jpg)
Orang yang biasa menanyakan kabar ke temannya tanpa ada keperluan biasanya memiliki perhatian terhadap kondisi orang lain. Mereka tidak selalu menunggu seseorang bercerita tentang masalah yang sedang dihadapi untuk menunjukkan kepedulian.
Sikap tersebut berkaitan dengan empati, yaitu kemampuan memahami perasaan dan sudut pandang orang lain. Seseorang yang memiliki empati cenderung lebih peka terhadap keadaan di sekitarnya sehingga lebih mudah terdorong untuk memberikan perhatian.
Hubungan antara empati dan kepedulian ini dibahas dalam penelitian Devoldre dan rekan-rekannya (2010) berjudul Empathy and Social Support Provision in Couples: Social Support and the Need to Study the Underlying Processes. Penelitian yang diterbitkan dalam The Journal of Psychology tersebut mengkaji bagaimana empati berhubungan dengan pemberian dukungan sosial dalam hubungan interpersonal.
Temuan penelitian ini dapat membantu menjelaskan mengapa seseorang yang peka terhadap kondisi orang lain cenderung lebih mudah menunjukkan perhatian. Dalam kehidupan sehari-hari, salah satu bentuknya adalah menghubungi teman untuk sekadar memastikan bahwa mereka dalam keadaan baik.
2. Senang Menjaga Hubungan Pertemanan
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9389014/original/081180300_1793693145-ilustrasi_2_berkumpul_dengan_teman.jpg)
Tidak semua orang memiliki kebiasaan menghubungi teman ketika tidak ada kepentingan tertentu. Sebagian orang cenderung menghubungi temannya ketika membutuhkan bantuan, informasi, atau keperluan lainnya.
Sebaliknya, orang yang sering menanyakan kabar tanpa alasan khusus biasanya berusaha menjaga hubungan pertemanan agar tetap terjalin. Mereka memahami bahwa komunikasi tetap perlu dipelihara, meskipun masing-masing memiliki kesibukan dan jarang bertemu.
Dalam psikologi, perilaku tersebut dikenal dengan istilah friendship maintenance atau memelihara hubungan pertemanan. Konsep ini mencakup berbagai upaya untuk mempertahankan kedekatan, mulai dari menjaga komunikasi hingga memberikan dukungan kepada teman.
Penelitian Oswald, Clark, dan Kelly (2004) berjudul Friendship Maintenance: An Analysis of Individual and Dyad Behaviors yang terbit dalam Journal of Social and Clinical Psychology pada 2004 mengidentifikasi empat aspek penting dalam mempertahankan persahabatan, yaitu:
- Positivity: menjaga interaksi tetap positif dan menyenangkan.
- Supportiveness: memberikan dukungan kepada teman.
- Openness: membangun komunikasi yang terbuka.
- Interaction: mempertahankan hubungan melalui interaksi secara berkelanjutan.
Kebiasaan menanyakan kabar dapat menjadi salah satu bentuk interaksi tersebut. Meskipun sederhana, komunikasi semacam ini membantu menjaga hubungan agar tidak renggang karena kesibukan atau jarak.
Advertisement
3. Senang Memberikan Dukungan Emosional
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9389015/original/085756400_1793693145-ilustrasi_3_memberi_dukungan.jpg)
Selain menjaga komunikasi, orang yang sering menanyakan kabar temannya juga mungkin memiliki kecenderungan untuk memberikan dukungan emosional. Mereka ingin mengetahui kondisi orang lain, termasuk ketika temannya sedang menghadapi persoalan.
Dukungan emosional tidak selalu diwujudkan melalui bantuan materi atau tindakan besar. Bersedia mendengarkan cerita, memberikan semangat, dan menunjukkan perhatian juga termasuk bentuk dukungan yang dapat berarti bagi seseorang.
Penelitian Devoldre dan rekan-rekannya (2010) mengenai empati dan pemberian dukungan sosial relevan untuk menjelaskan perilaku tersebut. Penelitian ini menunjukkan pentingnya memahami proses psikologis yang mendasari seseorang ketika memberikan dukungan kepada orang lain.
Dalam pertemanan, perhatian seperti menanyakan kabar dapat menjadi awal dari komunikasi yang lebih mendalam. Seseorang mungkin tidak selalu mampu memberikan solusi, tetapi kehadirannya dapat membuat teman merasa diperhatikan dan tidak sendirian.
4. Tidak Selalu Menghubungi Teman karena Kepentingan Pribadi
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9389016/original/089782800_1793693145-ilustrasi_4_percakapan_pesan.jpg)
Ada orang yang menganggap komunikasi sebagai sarana untuk memenuhi kebutuhan tertentu. Mereka biasanya menghubungi seseorang ketika ada urusan yang harus diselesaikan atau sesuatu yang ingin diperoleh.
Namun, orang yang terbiasa menanyakan kabar tanpa keperluan tertentu memiliki pola komunikasi yang berbeda. Mereka tidak harus menunggu adanya kepentingan sebelum memulai percakapan.
Hal ini dapat menunjukkan bahwa mereka menghargai hubungan pertemanan bukan semata-mata karena manfaat yang diperoleh. Bagi mereka, menjaga komunikasi dan mengetahui keadaan teman juga merupakan bagian dari hubungan sosial yang penting.
Meski demikian, ketulusan seseorang tidak dapat ditentukan hanya berdasarkan kebiasaan mengirim pesan. Perlu dilihat pula bagaimana sikapnya ketika teman sedang membutuhkan bantuan atau ketika komunikasi tidak berjalan sesuai dengan yang diharapkan.
Advertisement
5. Memiliki Inisiatif untuk Memulai Komunikasi
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5195248/original/081846600_1745333140-two-women-relaxing-sofa-drinking-beer-while-socializing-home-party_482257-6383.jpg)
Dalam hubungan pertemanan, komunikasi terkadang menemui hambatan ketika kedua pihak sama-sama menunggu untuk dihubungi lebih dahulu. Akibatnya, hubungan yang sebelumnya dekat perlahan menjadi renggang.
Berbeda dengan itu, orang yang terbiasa menanyakan kabar biasanya tidak terlalu mempermasalahkan siapa yang memulai percakapan. Mereka bersedia menghubungi teman lebih dahulu ketika ingin mengetahui keadaan atau sekadar menjaga hubungan.
Sikap ini berkaitan dengan aspek interaction dalam konsep pemeliharaan persahabatan yang dibahas Oswald, Clark, dan Kelly (2004). Interaksi menjadi salah satu unsur penting dalam mempertahankan hubungan pertemanan agar tetap terjalin.
Inisiatif sederhana seperti mengirim pesan kepada teman lama dapat membuka kembali komunikasi yang sempat terhenti. Dengan begitu, hubungan pertemanan tetap memiliki ruang untuk berkembang meskipun kedua pihak jarang bertemu.
6. Menghargai Hubungan Pertemanan Meski Terpisah Jarak dan Kesibukan
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9389017/original/093699200_1793693145-ilustrasi_5_membalas_pesan.jpg)
Kesibukan pekerjaan, keluarga, dan berbagai tanggung jawab sering kali membuat seseorang tidak memiliki banyak waktu untuk bertemu teman. Kondisi tersebut dapat memengaruhi intensitas komunikasi, terutama dengan teman yang tinggal berjauhan.
Namun, orang yang terbiasa menanyakan kabar biasanya tetap berusaha menjaga hubungan tersebut. Mereka mungkin tidak bisa bertemu secara langsung, tetapi masih menyempatkan diri untuk berkomunikasi melalui pesan atau telepon.
Sikap ini sejalan dengan konsep friendship maintenance yang dijelaskan Oswald dan rekan-rekannya (2004). Penelitian tersebut menempatkan interaksi, keterbukaan, dukungan, dan sikap positif sebagai bagian dari upaya mempertahankan persahabatan.
Dengan demikian, kedekatan dalam pertemanan tidak selalu ditentukan oleh seberapa sering seseorang bertemu secara langsung. Komunikasi yang terjaga juga dapat menjadi salah satu cara untuk mempertahankan hubungan meskipun terpisah jarak dan kesibukan.
Advertisement
Apakah Orang yang Suka Menanyakan Kabar Selalu Memiliki Kepribadian Baik?
Secara umum, kebiasaan menanyakan kabar tanpa memiliki kepentingan tertentu merupakan perilaku sosial yang positif. Sikap tersebut dapat berkaitan dengan empati, kepedulian, dan keinginan untuk mempertahankan hubungan dengan orang lain.
Namun, kebiasaan tersebut tidak serta-merta membuktikan bahwa seseorang memiliki kepribadian yang baik atau selalu tulus. Dalam psikologi, karakter seseorang tidak dapat dinilai hanya berdasarkan satu jenis perilaku, melainkan perlu dilihat dari pola sikapnya dalam berbagai situasi.
Beberapa hal berikut dapat menjadi pertimbangan untuk memahami ketulusan seseorang dalam menjalin pertemanan:
- Tetap menjaga komunikasi meskipun tidak sedang membutuhkan bantuan.
- Bersedia mendengarkan ketika teman menghadapi masalah.
- Tidak hanya hadir ketika memiliki kepentingan pribadi.
- Menghargai waktu dan batasan pribadi orang lain.
- Memberikan perhatian tanpa selalu mengharapkan imbalan.
Dengan demikian, kebiasaan menanyakan kabar dapat menjadi salah satu gambaran mengenai cara seseorang membangun dan mempertahankan hubungan sosial. Hal yang lebih penting adalah bagaimana perhatian tersebut tercermin dalam sikap dan tindakan sehari-hari.
Pertanyaan dan Jawaban Seputar Kebiasaan Menanyakan Kabar Teman
1. Sifat protektif itu seperti apa?
Sifat protektif adalah sikap seseorang yang memiliki keinginan untuk menjaga, melindungi, dan memastikan orang lain berada dalam keadaan baik. Orang yang memiliki sifat ini biasanya menunjukkan perhatian lebih, misalnya dengan menanyakan kabar, mengingatkan agar menjaga kesehatan, atau menawarkan bantuan ketika temannya sedang menghadapi masalah. Namun, sikap protektif yang sehat tetap menghargai kebebasan dan batasan pribadi orang lain, bukan justru bersikap terlalu mengatur.
2. Apa yang akan diucapkan untuk menanyakan kabar?
Ada beberapa kalimat sederhana yang bisa digunakan untuk menanyakan kabar teman, baik melalui pesan singkat maupun percakapan langsung. Misalnya:
- "Apa kabar? Sudah lama kita nggak ngobrol."
- "Bagaimana keadaanmu sekarang? Semoga semuanya baik-baik saja."
- "Lagi sibuk apa belakangan ini?"
- "Sehat, kan? Jangan lupa jaga kesehatan."
- "Bagaimana kabar keluarga di rumah?"
- "Sudah lama tidak dengar cerita darimu. Semuanya lancar?"
Pertanyaan tersebut dapat disesuaikan dengan kedekatan hubungan dan situasi masing-masing. Tidak perlu menggunakan kalimat panjang karena perhatian sederhana pun bisa membuat seseorang merasa diingat.
3. Mengapa orang menanyakan kabar temannya meski tidak ada keperluan?
Orang menanyakan kabar temannya tanpa ada keperluan tertentu biasanya karena ingin menjaga hubungan baik dan menunjukkan kepedulian. Mereka tidak selalu membutuhkan sesuatu untuk memulai komunikasi, tetapi memang ingin mengetahui keadaan orang-orang yang dianggap penting dalam kehidupannya.
Dalam psikologi, kebiasaan tersebut dapat berkaitan dengan empati dan pemeliharaan hubungan pertemanan (friendship maintenance). Selain itu, menanyakan kabar juga bisa menjadi cara memberikan perhatian emosional, mempertahankan kedekatan, dan memastikan hubungan tidak merenggang karena kesibukan.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9389013/original/075022500_1793693145-ilustrasi_1_menanyakan_kabar.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4817821/original/051354100_1714478932-pexels-liza-summer-6382690.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9368348/original/022349900_1791429937-pexels-a-darmel-6643733.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3590281/original/029206000_1633154880-melissa-askew-a1n1yPxHoIM-unsplash_1_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5182626/original/059251100_1744097998-Mengkritik.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3609987/original/000048700_1634888393-pexels-photo-206409.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5562886/original/096890400_1776842271-little-boy-playing-with-toys.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5572813/original/016259900_1777870791-medium-shot-kid-with-tablet-plane_1_.jpg)
![Tidak sedikit anak yang tiba-tiba rewel, menangis, marah, atau bahkan mengalami meltdown saat berada di tempat wisata karena kelelahan itu. [Dok/freepik.com]](https://cdn1-production-images-kly.akamaized.net/jxPB5TNH0nn8re8DCFOsQg_YQkw=/320x217/smart/filters:quality(75):strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7254711/original/003125400_1780040631-2149599412.jpg)
![Sahabat Fimela, yuk simak tips traveling dengan anak picky eater. [Dok/freepik.com/pvproductions]](https://cdn0-production-images-kly.akamaized.net/BOaSn6x3gTIoUHDPu2cZgnZ0Cqg=/320x217/smart/filters:quality(75):strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7255394/original/047151500_1780041531-13552.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5569544/original/098163400_1777445637-pexels-luisbecerrafotografo-35659780.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5569519/original/039377400_1777444700-pexels-steffan-wiliams-2148064025-30895054.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8262102/original/085770500_1781770997-pexels-sarah-chai-7262469.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9388138/original/037499400_1793602310-young-woman-standing-park-green-bush-background.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9388099/original/030101600_1793599833-IMG_3099.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9384908/original/092174700_1793192022-finale.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8673798/original/057009200_1782714868-IMG_1232.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5183320/original/007994800_1744178860-Depositphotos_543464536_S.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5125290/original/051027900_1738924822-portrait-young-mindful-woman-practice-yoga-exercising-inhale-exhale-fresh-air-park-sitt.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5154770/original/056213600_1741416037-OOTD_Sabrina_Chairunnisa.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5428478/original/091892000_1764510239-jam_tangan_1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4496554/original/003697800_1688957184-syahrul-alamsyah-wahid-h0KrcWloXsE-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5420028/original/017091900_1763718438-Sediakan_Tempat_Sampah_Terpisah_dengan_Label_Jelas.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5501289/original/065172500_1770892932-medium-shot-woman-working-from-home.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5441751/original/077518700_1765516997-medium-shot-woman-girl-playing-memory-game.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5547486/original/041802400_1775460284-prostooleh.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9314373/original/019217700_1785744561-pexels-dmitry-rodionov-30680377.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9354984/original/074492100_1790068177-pexels-pavel-danilyuk-7938005.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4496723/original/082498100_1688964288-sylwia-bartyzel-m7HrMJJ0bW0-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9388642/original/045829000_1793661908-IMG-20261102-WA0113.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9388640/original/026971600_1793661114-155329.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9388639/original/071600000_1793659791-Kepala_BNPB.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9388636/original/014984700_1793657981-155333.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3604116/original/097565200_1634357608-243514748_277484497387686_8576906022593424939_n.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9387984/original/045685400_1793593582-IMG_20261102_101638_346.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9314346/original/084850800_1785743492-pexels-olly-3760039.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9388999/original/043374000_1793692477-beautiful-young-asian-woman-clean-Depositphotos_837388084_L.jpg.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5262926/original/069455300_1750757365-medium-shot-woman-working-with-laptop.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9388945/original/023092300_1793690199-cnc_2026_11_03_1793689152666133_EHQ6Egv2aQ.jpeg)