Machu Picchu, Megahnya Peradaban Negeri di Atas Awan

Asnida Riani diperbarui 06 Jul 2015, 15:10 WIB

Fimela.com, Jakarta Kalau kamu mau merasakan sensasi liburan di ketinggian dengan lanskap yang enggak biasa, Machu Picchu bisa jadi pilihan utama. Bayangin aja, kamu bisa menikmati situs warisan dunia di ketinggian 2.430 meter.

Masuk jadi salah satu top destinasi di Peru, sebagain besar Arkelog mempercayai kalau Machu Picchu dibangun sebagai kompleks kekaisaran suku Inca. Tempat ini juga sering disebut sebagai Lost City of the Incas.

Machu Picchu dibangun sekitar tahun 1450. Namun, ditinggalkan seabad kemudian saat terjadi penaklukan yang dilakukan bangsa Spanyol. Padahal, menurut sejarawan Amerika, Hiram Bingham, Spanyol belum melakukan penaklukan di bawah tahun 1911.

Sejak saat itu, Machu Picchu jadi daya tarik utama para turis di Amerika Selatan. Sebagian besar sudah melalui proses renovasi demi memberikan gambaran asli bangunan. 

Situs ini dibangun dengan gaya klasik Inca dengan balutan batu kering. Machu Picchu memiliki tiga bangunan utama, yakni Inti Warana, the Temple of the Sun, dan the Room of the Three Windows. Ketiganya diketahui berada di area suci Machu Picchu.

Machu Picchu termasuk bangunan yang rentan. Selagi fenomena alam seperti gempa bumi dan cuaca buruk berlangsung, akses kesana terputus. Situs ini juga memikul kapasitas turis berlebih. Sebagai bangunan bersejarah, Machu Picchu harus tetap berdiri demi pengetahuan manusia sejagat raya.

Menurut kamu, upaya apa yang bisa dilakukan untuk menyelamatkan Machu Picchu?

 

Baca Juga: Ritual Wajib Saat Kunjungi Kota Parfum Dunia, Grasse, Perancis

What's On Fimela