Surat Wasiat Terakhir Adnan Buyung Untuk YLBHI dan Keluarga

Syaiful Bahri diperbarui 24 Sep 2015, 05:00 WIB

Fimela.com, Jakarta Secarik kertas menjadi wasiat terakhir Adnan Buyung Nasution sebelum wafat, Rabu (23/9/2015). Surat tersebut ditujukan kepada pengurus Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI) yang ditulis oleh Adnan saat kondisi masih kritis.

Hal ini diungkapkan Todung Mulya Lubis selaku anggota Pembina Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia saat ditemui Bintang.com di rumah duka Jalan Poncol Lestari No 7, Lebak Bulus, Jakarta Selatan, Rabu (23/9/2015).

Melalui pesan tersebut, Adnan menginginkan bahwa Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia yang dibentuknya terus memperjuangkan orang miskin yang buta hukum. "Jagalah LBH/YLBHI, teruskan pemikiran dan perjuangan bagi si miskin dan tertindas," begitu bunyi secarik kertas pesan dari Adnan Buyung Nasution.

Tidak hanya memberikan surat terkahirnya untuk Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia, pengacara kondang yang terkenal dengan rambut warna peraknya tersebut juga memberikan wasiat kepada anak-anaknya.

Melalui Rasyid Alam Perkasa Rinanda Nasution anak Adnan Buyung, surat tersebut dibacakan Rasyid kepada awak media. "Pesan Ayah, lanjutkan perjuangan ayah, terutama untuk orang miskin, tertindas, HAM dan demokrasi," kata Rasyid.

Baca juga: Adnan Buyung Nasution Sosok Ayah Bagi Rano Karno

Adnan Buyung Nasution yang lahir pada 20 Juli 1934 ini meninggalkan seorang istri, Tengku Sabariah Sabaroedin dan tiga orang anak, Mauldy Donggur Rinanda Nasution, Rasyid Alam Perkasa Rinanda Nasution dan Pia Ariestiana Rinanda Nasution. Rencananya, almarhum akan dimakamkan besok di TPU Pemakaman Tanah Kusir, Jakarta Selatan, Kamis (24/9/2015), usai Solat Idul Adha.