Chernobyl, Zona Eksklusif Bagi Satwa Liar Tanpa Kehadiran Manusia

Asnida Riani diperbarui 07 Okt 2015, 15:10 WIB

Fimela.com, Jakarta Kehidupan liar termasuk serigala, rusa, dan babi hutanlah yang akan terlihat di Chernobyl. Salah satu wilayah di Ukraina yang ditinggalkan oleh manusia setelah bencana nuklir terburuk di dunia terjadi di tahun 1986. Kekosongan populasi itu pun akhirnya diisi oleh para penghuni alam liar yang sekarang bisa dijumpai dengan mudah di Chernobyl.

Sekitar 116.000 orang dievakuasi dari Chernobyl ketika bencana nuklir terjadi di wilayah dekat perbatasan Ukraina dan Belarus ini. Para peneliti percaya, dengan absennya manusia selama 29 tahun jadi penyebab utama berkembangnya populasi berbagai satwa liar, meski ada ancaman radiasi yang masih menghantui Chernobyl.

Sebuah laporan baru yang dipublikasi di Current Biology, mengatakan kalau tempat ini sekarang dipenuhi beragam satwa liar. Dari atas helikopter, para peneliti dapat melihat beberapa spesies langka, seperti lynx, hewan yang sempat pergi dan akhirnya kembali ke wilayah ini. Juga, beruang cokelat, spesies yang dipercaya tak pernah tampak di area itu selama kurang lebih 100 tahun.

Selain itu, terdapat beberapa hewan dalam jumah besar, yakni babi hutan, rusa, dan rubah, serta serigala yang terpisah beberapa kilometer dari tempat hewan liar lainnya berada. Secara keseluruhan, jumlah populasi hewan liar yang ada di sini seperti tak terkena pengaruh potensti radiasi tinggi yang pastinya ada di sekitar kawasan Chernobyl.

Pada November tahun lalu, para peneliti memasang 42 kamera tersembunyi untuk mengamati perkembangam kehidupan satwa liar di Chernobyl. Hingga sekarang, para satwa liar masih jadi tuan rumah di tanah yang sudah kosong sejak musibah nuklir terburuk terjadi pada 26 April 1986. Hewan-hewan liar ini hidup di wilayah yang dianggap berbahaya bagi manusia.

 

Baca Juga: Moldova, Menjelajah Tanah Sunyi di Daratan Eropa